FIFA Batalkan Perubahan Aturan Penting di Tengah Piala Dunia 2026, Berkaitan Adu Penalti

FIFA mengambil keputusan terkait rencana perubahan satu di antara aturan penting di tengah bergulirnya Piala Dunia 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 30 Juni 2026, 16:00 WIB
Pemain Maroko Ismael Saibari mencetak gol kemenangan dari titik penalti selama pertandingan sepak bola babak 32 Piala Dunia antara Belanda dan Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Meksiko, Senin (29/06/2026). (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya telah mengambil keputusan terkait rencana perubahan satu di antara aturan penting di tengah bergulirnya Piala Dunia 2026. Keputusan ini berkaitan dengan perubahan aturan dalam adu penalti.

Sebelumnya, saat babak 32 besar Piala Dunia 2026 telah dimulai, muncul laporan yang menyebut bahwa FIFA menuntut perubahan aturan terkait adu penalti. FIFA telah membuka dialog dengan IFAB atau Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional.

Advertisement

Dalam pembahasan tersebut, FIFA meminta sedikit perubahan signifikan terkait lempar koin yang dilakukan sebelum penalti dimulai.

Mereka meminta agar lempar koin dilakukan sekali saja di antara kedua kapten. Pemenangnya akan diberikan opsi untuk memilih mengambil penalti pertama atau memilih gawang (sisi lapangan). Dengan begitu, pihak yang kalah akan mendapatkan pilihan kedua.

Alasan di balik usulan perubahan ini adalah untuk menjadikannya lebih adil dan tidak memberikan potensi keuntungan ganda kepada satu di antara tim.

 


Batalkan Perubahan Aturan

Pemain Paraguay Mauricio menyundul bola melewati pemain Jerman Joshua Kimmich selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Stadion Boston di Foxborough, AS, Senin (29/06/2026). AFP/ Jewel Samad

Namun, menurut The Athletic, diskusi FIFA dengan IFAB akhirnya berujung pada keputusan untuk tetap mempertahankan pendekatan aturan yang berlaku saat ini.

Menurut Dale Johnson dari BBC, IFAB awalnya terbuka untuk melakukan uji coba sistem satu kali lempar koin ini. Hal tersebut mungkin saja terjadi di masa mendatang, terutama setelah fase gugur Piala Dunia 2026.

Hal ini berarti, jika ada pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlanjut hingga babak adu penalti, tetap akan ada dua kali lempar koin.

Lempar koin pertama, yang bersifat netral dengan hasil gambar atau angka, akan menentukan tim mana yang menendang duluan. Kemudian, lempar koin yang kedua akan digunakan untuk menentukan di gawang sebelah mana adu penalti akan dilakukan.

 


Akibat Lempar Koin

Pemain Maroko Issa Diop mencetak gol pertama mereka melawan kiper Belanda Bart Verbruggen selama pertandingan sepak bola babak 32 Piala Dunia antara Belanda dan Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin (29/06/2026). (AP Photo/Moises Castillo)

Dalam final Liga Champions 2025/2026, Arsenal kalah dalam kedua lempar koin tersebut dari Paris Saint-Germain, (PSG). 

Raksasa Prancis itu akhirnya berhasil mempertahankan gelar juara mereka setelah tendangan penalti penentu dari Gabriel Magalhaes melambung di atas mistar gawang.

Para kapten bertanggung jawab atas lempar koin kedua yang mereka tebak sendiri. Dalam final Piala Dunia 2022, Lionel Messi dan Argentina berhasil mengamankan keuntungan karena adu penalti dilakukan di depan para pendukung mereka di Stadion Lusail, Qatar.

Sementara itu, kapten Timnas Prancis, Hugo Lloris, memenangkan lempar koin kedua yang memungkinkan juara Piala Dunia 2018 tersebut untuk melakukan penalti yang pertama.

Namun, pada akhirnya Argentina yang keluar sebagai pemenang setelah Gonzalo Montiel tetap tenang dari jarak 12 pas untuk mempersembahkan gelar juara Piala Dunia ketiga bagi Argentina.

 

Sumber: SportBible

 


Berita Terkait