Gabriel Martinelli Bongkar Instruksi Khusus Ancelotti di Balik Gol Kemenangan Brasil atas Jepang: Hasil Eksperimen Brilian!

Gabriel Martinelli mengungkap instruksi khusus Carlo Ancelotti yang bikin dia bisa cetak gol kemenangan Brasil ke gawang Jepang.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 30 Juni 2026, 18:00 WIB
Pemain Brasil Gabriel Martinelli merayakan gol dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Jepang di Houston, Senin, 29 Juni 2026. (AP Photo/Eric Smith)

Bola.com, Jakarta - Winger Timnas Brasil, Gabriel Martinelli, mengungkapkan instruksi khusus yang diberikan oleh pelatih Carlo Ancelotti sehingga ia bisa mencetak gol kemenangan saat menghadapi Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Dalam duel yang berlangsung di NRG Stadium, Boston, Selasa (30-6-2026) itu, Martinelli baru dimainkan oleh Ancelotti saat laga menginjak menit ke-66.

Advertisement

Menariknya, ia mengisi posisi yang cukup berbeda di Timnas Brasil. Jika di Arsenal dia bermain mengisi sayap kiri, Ancelotti memintanya untuk bermain lebih ke tengah menjadi seorang striker.

Pendekatan ini terbukti berjalan manis saat melawan Jepang, terutama yang membuahkan gol untuknya pada menit ke-90+6.

"Di Arsenal saya tidak bermain di posisi itu, tetapi (di timnas) saya bisa. Manajer sudah berbicara kepada saya tentang bagaimana saya bisa mengisi peran tersebut, bermain lebih ke tengah," ujar Martinelli kepada Caze TV.

"Saya senang bisa membantu tim, terlepas apa pun posisinya. Di atas lapangan, saya akan selalu mencoba membantu Brasil dengan cara terbaik di Piala Dunia 2026 ini," lanjut pemain berusia 25 tahun itu.


Eksperimen Ancelotti

Gabriel Martinelli merayakan gol bersama rekan-rekannya setelah mencetak gol kedua Brasil ke gawang Jepang pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas, 29 Juni 2026. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Ancelotti mengungkapkan strateginya dalam menentukan pemain-pemain di lini depan, termasuk ketika memilih memainkan Martinelli pada babak kedua alih-alih sebagai starter.

"Tujuannya terutama untuk membawa darah segar ke lapangan. Martinelli memiliki intensitas yang tinggi, dia opsi yang sangat penting karena ketika dia masuk, dia selalu bermain di level tertinggi. Posisinya membuat Vinicius bisa bermain sedikit lebih melebar," jelas Ancelotti.

Ancelotti sudah melakukan beberapa bongkar pasang untuk pilihan penyerang tengahnya di Piala Dunia 2026.

Igor Thiago diturunkan sebagai starter pada laga pertama melawan Maroko, tetapi belum pernah bermain lagi sejak saat itu.

Sementara itu, Matheus Cunha akhirnya dipilih untuk memimpin lini depan, tetapi ia digantikan oleh Martinelli dalam laga melawan Jepang. Cunha, yang sudah mencetak tiga gol, jadi satu di antara penyumbang gol terbanyak setelah Vinicius.


Gol Penentu Kemenangan

Gabriel Martinelli #22 dari Brasil bereaksi setelah kemenangan 2-1 selama pertandingan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Jepang di Stadion Houston pada 30 Juni 2026 di Houston, Texas. (Alex Slitz/Getty Images via AFP)

Setelah mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir, Martinelli tak kuasa menutupi kebahagiaannya. Sebab, kemenangan ini sangat berharga bagi para penggemar tim Samba, sekaligus memastikan langkah ke fase 16 besar.

"Saya bahkan tidak punya kata-kata untuk menggambarkan kebahagiaan di hati saya melihat masyarakat Brasil merayakan kelolosan ini. Keluarga saya, istri, orang tua, teman-teman saya. Saya bahkan tidak bisa menjelaskan apa yang saya rasakan saat ini," ujarnya seusai pertandingan.

"Saya rasa saya baru akan benar-benar menyadarinya setelah beberapa waktu. Hari itu (saat melawan Skotlandia) tendangan saya membentur tiang. Saya tahu saya akan mendapatkan kesempatan lagi, dan saya berhasil mencetak gol kemenangan. Sangat senang dengan performa semua orang yang telah memberikan segalanya," lanjutnya.

Meski begitu, pemain Arsenal ini harus mengalami luka di matanya. Dia mengaku terkena sikut pemain lawan saat sedang berduel di udara untuk menyundul bola.

"Saya berniat melakukan blocking untuk Gabi (Magalhaes) dan saya rasa bek sayap mereka menyikut saya, tapi semua itu sangat sepadan," ujar pemain kelahiran Sau Paulo, 18 Juni 2001 tersebut.

 

Sumber: Metro


Berita Terkait