Belanda Kembali Gugur akibat Adu Penalti, Samai Catatan Buruk Spanyol

Maroko singkirkan Belanda di 32 besar Piala Dunia 2026 lewat adu penalti 3-2. Issa Diop cetak gol 90+1, Oranje tersingkir untuk keempat kalinya via penalti.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 30 Juni 2026, 19:59 WIB
Pemain Maroko Ismael Saibari mencetak gol kemenangan dari titik penalti selama pertandingan sepak bola babak 32 Piala Dunia antara Belanda dan Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Meksiko, Senin (29/06/2026). (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Bola.com, Jakarta - Maroko melaju dari babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2. Laga berakhir 1-1 hingga perpanjangan waktu sebelum dituntaskan dari titik putih.

Belanda sempat memimpin melalui gol Cody Gakpo pada menit ke-72. Keunggulan itu buyar ketika Maroko memaksakan skor imbang di masa stoppage time.

Advertisement

Issa Diop mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+1, menghidupkan peluang tim Afrika Utara tersebut hingga akhirnya menang dalam adu penalti.

Hasil ini menghadirkan deretan catatan penting: rekor sempurna adu penalti Maroko di fase gugur, sejarah untuk sepak bola Afrika, serta rentetan kegagalan Belanda ketika laga memasuki babak tos-tosan.


Diop Ukir Sejarah, Maroko Tetap Sempurna di Adu Penalti

Gol Issa Diop pada menit ke-90+1 menjadi titik balik pertandingan. Tembakan itu memastikan Maroko memaksa duel lanjut ke extra time dan kemudian adu penalti.

Menurut catatan statistik, gol Diop merupakan gol pertama yang dicetak tim Afrika untuk menyamakan kedudukan atau berbalik unggul pada masa stoppage time fase gugur Piala Dunia. Rekor tersebut menegaskan momen bersejarah bagi sepak bola Afrika di panggung terbesar dunia.

Ketangguhan mental Maroko tampak hingga babak penentuan. Mereka menuntaskan pekerjaan lewat adu penalti dan menang 3-2. Kemenangan ini membuat Maroko memiliki rekor sempurna dalam adu penalti fase gugur Piala Dunia.

Sebelumnya, Maroko juga menang lewat adu penalti saat menghadapi Spanyol pada Piala Dunia 2022. Dengan demikian, mereka telah memenangi dua dari dua adu penalti yang dijalani di fase gugur.


Belanda dan Catatan Pahit Dalam Adu Penalti

Pemain Belanda Jan Paul van Hecke bereaksi setelah timnya kalah adu penalti dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Belanda vs Maroko di Guadalupe, dekat Monterrey, Meksiko, Senin, 29 Juni 2026. (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Bagi Belanda, kekalahan ini menambah daftar panjang kegagalan di babak penalti. Mereka kini sudah empat kali tersingkir melalui adu penalti di Piala Dunia.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam sejarah turnamen bersama Spanyol. Statistik itu menegaskan bahwa adu penalti masih menjadi mimpi buruk bagi tim Oranje.

Rekam jejak Belanda ketika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu juga kurang meyakinkan. Dari delapan laga Piala Dunia yang memasuki extra time, mereka hanya sekali meraih kemenangan.

Satu-satunya kemenangan tersebut terjadi saat menghadapi Kosta Rika pada perempat final Piala Dunia 2014. Selebihnya, mereka kerap gagal memanfaatkan momentum setelah 90 menit.


Cody Gakpo Tetap Produktif di Piala Dunia 2026

Timnas Belanda Vs Timnas Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Bola.com/Dok.Julio Cesar AGUILAR / AFP).

Meski tersingkir, Belanda masih menyisakan catatan individu untuk Cody Gakpo. Penyerang itu membuka skor pada menit ke-72 untuk membawa timnya sempat unggul 1-0.

Tambahan satu gol tersebut membuat koleksinya menjadi enam gol di Piala Dunia. Angka itu menempatkan Gakpo di antara pencetak gol terbaik Belanda dalam sejarah turnamen.

Hingga saat ini, hanya Johnny Rep yang masih unggul dengan tujuh gol. Catatan Gakpo mendekati rekor tersebut, meski kiprah Belanda di edisi ini terhenti di babak 32 besar.

Sumber: ESPN

Berita Terkait