Mengapa Carlo Ancelotti Tak Merayakan Kemenangan Dramatis Brasil atas Jepang?

Carlo Ancelotti mengungkap alasan tidak merayakan gol dramatis Brasil ke gawang Jepang pada laga 32 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 01 Juli 2026, 13:00 WIB
Carlo Ancelotti, Pelatih Kepala Timnas Brasil, memperhatikan sebelum pertandingan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Jepang di Stadion Houston pada 29 Juni 2026 di Houston, Texas. (Lars Baron/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengungkapkan alasannya menolak merayakan kemenangan dramatis tim asuhannya atas Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Yap, seusai laga, pelatih asal Italia itu tidak menunjukkan emosi sama sekali.

Padahal, para pendukung Timnas Brasil yang memadati NRG Stadium, Houston, Selasa (30-6-2026), begitu bergemuruh setelah Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan yang dramatis ketika laga menginjak menit ke-90+6'.

Advertisement

Gol ini membawa tim Samba menang 2-1 atas Samurai Biru, sekaligus memastikan langkah juara dunia lima kali itu ke fase 16 besar.

Ancelotti pun angkat bicara mengapa dia tidak ikut merayakan kemenangan ini. Sikap ini tak lain karena bentuk penghormatan pelatih kawakan itu kepada Jepang.

"Orang-orang bertanya kepada saya mengapa saya tidak merayakannya, tetapi sepak bola juga tentang rasa hormat. Ya, kami tentu merasa senang bisa menang," ujar Ancelotti.

"Tetapi, saya melihat ke arah sana dan menyaksikan tim Jepang yang telah memberikan segalanya secara total. Mereka berjuang dengan keberanian yang luar biasa, dan saya tahu persis betapa menyakitkannya kekalahan seperti itu," tambahnya.

 


Harus Menghormati Lawan

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memimpin sesi latihan menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador. Latihan ini digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 3 Juni 2025. (AP Photo/Andre Penner)

Mantan pelatih Real Madrid dan AC Milan tersebut mengatakan bahwa ia merayakannya secara internal karena kelolosan Brasil telah tercapai. Namun, ia menekankan bahwa pengalaman telah mengajarkannya tentang pentingnya menghormati lawan.

"Tentu saja, saya merayakannya di dalam hati karena tanggung jawab saya adalah untuk Brasil, dan lolos adalah tujuan kami. Tetapi, saya sudah berkecimpung di sepak bola selama bertahun-tahun," ungkapnya.

"Dan, saya telah mengalami baik kemenangan maupun patah hati. Terkadang cara terbaik untuk menghormati lawan Anda adalah dengan tetap membumi di momen terbesar Anda," lanjutnya.

 


Jepang Beri Kesulitan

Tandukan gelandang Brasil Casemiro masih bisa dihentikan bek Jepang pada laga 32 besar Piala Dunia 2026. (AFP/Molly Darlington)

Tidak hanya itu, Ancelotti juga memuji permainan Samurai Biru karena berhasil menyulitkan Brasil di sepanjang pertandingan. Dari laga ini, dia mengatakan timnya harus berbenah, meski berhasil melaju ke babak gugur.

"Jepang membuat kami menderita selama 95 menit. Mereka layak mendapatkan rasa hormat dari kami, bukan perayaan yang berlebihan," kata pelatih berusia 67 tahun tersebut.

"Brasil lolos, tetapi kami tahu kami harus berkembang. Malam ini kami merayakan kelolosan ini, tetapi besok kami kembali bekerja karena Piala Dunia hanya akan menjadi lebih sulit dari titik ini," ucapnya.

 


Brasil Harus Berbenah

Gabriel Martinelli merayakan gol bersama rekan-rekannya setelah mencetak gol kedua Brasil ke gawang Jepang pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas, 29 Juni 2026. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Jepang sempat memimpin 1-0 di babak pertama setelah memanfaatkan permainan Brasil yang kurang rapi. Namun, Selecao mendominasi babak kedua lewat gol dari pemain veteran, Casemiro, serta Martinelli di penghujung laga.

Menariknya, gol Martinelli tercatat sebagai gol kemenangan paling larut dalam waktu normal di fase gugur Piala Dunia sejak pencatatan dimulai tahun 1966. Ancelotti menegaskan, anak asuhnya harus memperbaiki penampilan di laga berikutnya.

"Tidak ada orang yang sempurna, tetapi Anda bisa mengatur bagaimana cara keluar dari kesalahan, bagaimana cara berpikir, dan melihat ke depan," kata Ancelotti, yang menjalani Piala Dunia pertamanya sebagai pelatih.

 

Sumber: Gulf News


Berita Terkait