Duel Meksiko Vs Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026 Terancam Cuaca Buruk: Badai Petir Bisa Tunda Pertandingan!

Badai petir diperkirakan akan dimulai satu jam sebelum kick-off laga Meksiko versus Inggris di 16 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 02 Juli 2026, 15:30 WIB
Thomas Tuchel, pelatih Timnas Inggris, berbicara kepada para pemain Inggris saat istirahat minum selama pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Ghana di Stadion Boston pada 24 Juni 2026 di Foxborough, Massachusetts. (Mattia Ozbot/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Inggris langsung dibayangi ancaman cuaca buruk setelah berhasil lolos dari babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel menghadapi Meksiko di fase 16 besar berpotensi ditunda karena faktor cuaca.

Keberhasilan Inggris melenggang ke fase 16 besar tercapai setelah mereka menumbangkan Kongo secara dramatis dengan skor 2-1 dalam duel yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (2-7-2026) dini hari WIB.

Advertisement

Di fase 16 besar, The Three Lions sudah dinanti duel yang menantang menghadapi satu di antara tuan rumah, Meksiko, yang sebelumnya mengalahkan Ekuador. Laga ini dijadwalkan berlangsung di Estadio Azteca, Meksiko City.

Menurut prakiraan cuaca Met Office, badai petir diperkirakan akan dimulai satu jam sebelum kick-off, yakni pada Minggu (5-7/-2026) pukul 18.00 waktu setempat, atau Senin (6-7-2026) pukul 07.00 WIB.

Ini berarti awal pertandingan bisa tertunda karena adanya petir di sekitar Estadio Azteca.


Aturan Cuaca Piala Dunia

Suporter Prancis dan Irak dalam pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 berada di bawah guyuran hujan. Pertandingan yang digelar di Philadelphia, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB, pun harus ditunda dulu hingga cuaca membaik. (AP Photo/Matt Slocum)

Cuaca buruk telah berdampak pada beberapa laga di Piala Dunia 2026, khususnya Amerika Serikat dan Meksiko. Inggris pun sudah pernah mengalami hal ini ketika laga persahabatan mereka melawan Kosta Rika terkena penundaan akibat cuaca.

Saat Prancis mengalahkan Irak 3-0 di fase Grup I, badai petir menyebabkan penundaan selama dua jam. Meksiko dan Ekuador kemarin juga harus menunggu satu jam ekstra untuk memulai laga babak 32 besar karena badai petir di Mexico City.

Menurut aturan di AS, laga harus dihentikan jika sambaran petir terdeteksi dalam radius 13 km dari stadion. Laga baru dapat dilanjutkan setelah 30 menit berlalu sejak sambaran petir terakhir. Hitungan mundur tersebut akan diulang kembali jika cuaca buruk kembali datang.

"Chelsea merasakan langsung dampak aturan ini saat penundaan cuaca selama dua jam menjelang akhir pertandingan melawan Benfica di Piala Dunia Antarklub musim panas lalu," tulis Talk Sport.

"Selain bagi para penggemar, hal ini juga berdampak bagi para pemain yang harus menemukan cara untuk tetap menjaga kelenturan otot meskipun dipaksa keluar dari lapangan," lanjut ulasan situs tersebut.


Estadio Azteca Terdampak?

Foto sky view Estadio Azteca di Meksiko, venue pembukaan Piala Dunia 2026. (CARL DE SOUZA / AFP)

Meksiko saat ini sedang berada dalam musim hujan, dan hujan lebat sering terjadi pada sore hari. Meski badai besar (topan) kemungkinan kecil terjadi hingga bulan September, Estadio Azteca bersiap menghadapi badai petir karena iklim dan geografi lokal.

Stadion ini terletak sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut di Mexico City. Sebagai konteks, lokasi ini 855 meter lebih tinggi di atas permukaan laut daripada puncak gunung tertinggi di Inggris Raya, Ben Nevis.

"Pada ketinggian seperti itu, risiko terbentuknya badai petir di Estadio Azteca meningkat. Badai petir biasanya dikaitkan dengan awan kumulonimbus, yang terbentuk melalui naiknya dan mendinginnya udara yang hangat dan lembab," tulis Talk Sport.

"Awan ini awalnya bisa dikenali sebagai awan lain seperti kumulus, stratokumulus, atau altokumulus. Namun, awan tersebut berubah menjadi awan kumulonimbus ketika tumbuh membesar dan mulai membentuk kristal es di ketinggian yang lebih tinggi."

Awan kumulonimbus tidak selalu menciptakan badai petir. Tetapi, jika ada guntur dan petir, biasanya awan tersebut dikategorikan seperti ini. Selain itu, para pemain dan penggemar juga bisa terdampak oleh penyakit ketinggian (altitude sickness).

Gejalanya meliputi sakit kepala, kelelahan, dan pusing, tetapi altitude sickness lebih umum terjadi ketika berada di ketinggian 2.500 meter ke atas di atas permukaan laut.

 

Sumber: Talk Sport

Berita Terkait