Gelombang Panas Amerika Serikat Ancam Piala Dunia 2026, Dihantui Suhu Panas Ekstrem hingga Badai Petir

Kondisi musim panas yang ekstrem di seluruh wilayah Amerika Serikat bakal memberi dampak signifikan terhadap lanjutan Piala Dunia 2026. Beberapa laga berpotensi ditunda karena faktor cuaca.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 02 Juli 2026, 17:30 WIB
Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappé, mendinginkan tubuhnya saat jeda minum (hydration break) dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Swedia di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, pada 30 Juni 2026. (Dan Mullan/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kondisi musim panas yang ekstrem di seluruh wilayah Amerika Serikat bakal memberi dampak signifikan terhadap lanjutan Piala Dunia 2026. Beberapa laga berpotensi ditunda karena faktor cuaca.

Musim panas ekstrem ini disebut bakal menciptakan suhu tinggi, kelembapan, hingga badai petir yang memengaruhi pertandingan-pertandingan. Jumlah laga yang terdampak oleh kondisi permainan yang berbahaya terus meningkat.

Advertisement

Bahkan, dari prakiraan cuaca, beberapa laga pada lanjutan fase gugur Piala Dunia 2026 bakal digelar di bawah suhu mencapai 40°C. Situasi ini dikhawatirkan bisa mengancam pemain hingga para penggemar yang datang ke stadion.

“Kubah panas (heat dome) yang parah di seluruh Amerika Utara telah melonjakkan suhu dan kelembapan ke tingkat yang secara signifikan memengaruhi pemain maupun penggemar, dengan beberapa kota mencapai suhu di atas 40°C selama jam pertandingan,” tulis laporan Gulf News, Kamis (2/7/2026). 

 


Banyak Pertandingan Terdampak

Pemain Amerika Serikat Christian Pulisic menggiring bola sementara pemain Bosnia Sead Kolasinac menarik bajunya selama pertandingan sepak bola babak 32 Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, (01/07/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

Beberapa pertandingan Piala Dunia di kota-kota tuan rumah AS seperti Dallas, Houston, Miami, dan Kansas City dimainkan dalam kondisi panas ekstrem. Ini memaksa FIFA untuk menerapkan jeda hidrasi wajib dan penyesuaian waktu kick-off.

FIFA akan terus melakukan pemantauan, sekaligus menerapkan secara ketat jeda hidrasi. Ini sebagai upaya badan induk sepak bola dunia itu untuk melindungi para pemain dari kondisi berbahaya.

“Pertandingan seperti Inggris vs Kongo, Belgia vs Senegal, dan Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina semuanya diperkirakan dimainkan dalam kondisi panas sore atau malam hari yang menantang. Pemulihan stamina dan tempo permainan sangat terpengaruh oleh kelembapan dan suhu,” tulis laporan tersebut.

“Jeda ini secara efektif membagi pertandingan menjadi beberapa segmen, yang mengganggu ritme dan momentum, tetapi kini menjadi tindakan keselamatan wajib untuk melindungi para pemain dalam kondisi berbahaya tersebut.”

 


Ancaman Badai Petir 

Pemain Meksiko Jesus Gallardo melompat untuk merebut bola dengan pemain Ekuador Jordy Caicedo selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia di Mexico City, Selasa, (30/06/2026). (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Bukan hanya panas yang memengaruhi turnamen ini. Badai petir telah menyebabkan gangguan, dengan adanya protokol petir yang memaksa pertandingan dihentikan sementara ketika sambaran petir terdeteksi di dekat stadion.

“Hal ini telah terlihat dalam pertandingan seperti Meksiko vs Ekuador, di mana kick-off ditunda karena risiko petir, sehingga pertandingan mundur satu jam sebelum permainan dapat dilanjutkan dengan aman,” tulis Gulf News.

“Risiko serupa tetap mengintai pertandingan babak gugur (knockout) lainnya di tempat-tempat wilayah timur dan selatan, di mana badai mendadak dapat menghentikan pertandingan untuk jangka waktu yang lama,” lanjutnya.

Karena laga-laga yang tersebar di berbagai zona iklim, mulai dari kota-kota pesisir yang lembab hingga zona panas di pedalaman, Piala Dunia 2026 ini semakin ditentukan oleh kondisi lingkungan, sama besarnya dengan faktor sepak bola itu sendiri.

Sumber: Gulf News

Berita Terkait