Tekan Tombol Reset, Timnas Portugal Bakal Hadapi Kroasia di 32 Besar Selayaknya Piala Dunia Kedua

"Piala Dunia kedua" merupakan taktik psikologis Roberto Martinez agar pemain Timnas Portugal melupakan hasil kurang konsisten di fase grup Piala Dunia 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 02 Juli 2026, 14:30 WIB
Para pemain Portugal bertepuk tangan kepada para penggemar setelah bermain imbang 1-1 pada pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kongo DR di Stadion Houston pada 18 Juni 2026 di Houston, Texas. (Molly Darlington/Getty Images melalui AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa timnya akan menghadapi Kroasia pada babak 32 besar selayaknya sebuah "Piala Dunia kedua". Duel ini dijadwalkan berlangsung di BMO Field, Toronto, Jumat (3-7-2026) pukul 06.00 WIB.

Sebelumnya, Portugal melalui jalan yang berliku di fase grup. Setelah ditahan imbang Kongo (1-1), mereka sempat menang telak 5-0 atas Uzbekistan, lalu kembali bermain seri menghadapi Kolombia (0-0) pada partai terakhir Grup K.

Advertisement

Bagi Martinez, babak sistem gugur terasa seperti Piala Dunia kedua. Ia menggambarkan perubahan drastis dalam aspek tekanan dan pertaruhan besar dari fase penyisihan menuju babak gugur dalam sebuah turnamen besar.

"Besok, kami akan memulai Piala Dunia yang kedua, persiapan kemarin sangatlah penting," kata Roberto Martinez.

Selain itu, "Piala Dunia kedua" ini merupakan taktik psikologis Martinez agar pemainnya melupakan hasil kurang konsisten di fase grup. Dia ingin skuadnya menekan tombol reset. Yang telah berlalu sudah tak penting karena turnamen sesungguhnya dimulai di fase gugur ini.

"Kroasia adalah tim yang kami kenal sangat baik. Mereka juga tentu sudah mengetahui kekuatan dan talenta kami di Piala Dunia 2026 ini. Jadi, partai ini akan menjadi pertandingan yang kompetitif," imbuhnya.


Semua Sudah Siap Tempur

Para pemain Portugal melakukan pemanasan selama latihan Portugal sehari sebelum pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Uzbekistan di Palm Beach Gardens Tennis & Pickleball Center pada 22 Juni 2026 di Palm Beach, Florida. (Leonardo Fernandez/Getty Images via AFP)

Martinez sempat menghadapi kritik setelah Cristiano Ronaldo bermain penuh selama 90 menit dalam laga melawan Kolombia. Media Portugal mengkhawatirkan minimnya menit bermain bagi striker mereka yang lain, Goncalo Ramos.

Namun, juru taktik tim berusia 52 tahun itu menepis kekhawatiran tersebut Dia mengatakan, para pemainnya tahu apa yang diharapkan dari mereka dan akan siap kapan pun dibutuhkan saat menghadapi laga krusial ini.

"Yang terpenting adalah semua pemain siap bermain untuk tim, baik mereka yang masuk susunan pemain utama (starting lineup) maupun yang akan memulainya dari bangku cadangan," katanya.


Duel Ronaldo dan Modric

Gelandang Real Madrid, Luka Modric bersama Cristiano Ronaldo usai pertandingan melawan Gremio pada Piala Dunia Antarklub 2017 distadion Zayed Sports City,Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, (16/12). Modric menjadi man of the match. (AFP Photo/Karim Sahib)

Banyak sorotan akan tertuju kepada Ronaldo yang berusia 41 tahun dan mantan rekan setimnya di Real Madrid, Luka Modric, yang berumur 40 tahun.

Kedua kapten tersebut berhadapan dalam duel yang diprediksi jadi Piala Dunia terakhir bagi mereka.

Terlepas dari faktor itu, Martinez tetap memuji kedua pemain tersebut sebagai ikon olahraga yang berada di atas opini publik. Dia menyebut, keduanya akan menjadi kunci masing-masing kubu di fase gugur ini.

"Orang-orang berbicara tentang usia, tetapi usia hanyalah sebuah angka. Yang penting adalah apa yang mereka lakukan dan contoh yang mereka tunjukkan di dalam ruang ganti," ucap eks pelatih Timnas Belgia itu.


Laga Emosional

(Dari kiri) Penjaga gawang Portugal #12, Jose Sa, gelandang Portugal #25, Pedro Neto, gelandang Portugal #18, Ruben Neves, dan penyerang Portugal #21, Diogo Jota, memeriksa lapangan sebelum pertandingan babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Portugal dan Slovenia di Frankfurt Arena di Frankfurt am Main pada 1 Juli 2024. (JAVIER SORIANO/AFP)

Laga ini juga akan membawa makna emosional yang mendalam bagi Portugal. Mereka akan turun ke lapangan sehari sebelum peringatan setahun meninggalnya Diogo Jota, dalam sebuah kecelakaan mobil.

Gelandang Timnas Portugal, Vitinha, mengatakan bahwa menghormati mendiang Jota akan menjadi motivasi tambahan bagi Bruno Fernandes dkk. untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

"Kami memiliki semua motivasi untuk menang besok, untuk keluarga kami, untuk Diogo Jota, untuk seluruh negeri, untuk seluruh Portugal. Inilah mengapa kami akan melakukan semua yang kami bisa, benar-benar memberikan yang terbaik, untuk menang melawan Kroasia," kata Vitinha.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait