Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Meninggal di Gaza, Tinggalkan Istri yang Mengandung Anak Pertama

Dunia sepak bola Palestina kembali diselimuti kabar duka setelah penjaga gawang Saleem Al-Ashqar dikabarkan meninggal dunia di Jalur Gaza.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 02 Juli 2026, 19:15 WIB
Diketahui, sejak 7 Oktober 2023, pasukan Israel melancarkan operasi ekstensif di Jalur Gaza yang berimbas pada beragam krisis kemanusiaan, termasuk kelaparan, penghancuran, pengungsian dan penangkapan. Tampak dalam foto, para pendukung mengibarkan bendera Palestina dan bendera wilayah Basque Utara selama pertandingan persahabatan antara tim pemain Palestina dan sekelompok pemain Spanyol dari wilayah Basque, yang diadakan sebagai protes terhadap aksi militer Israel di Gaza, di Bilbao, Spanyol, Sabtu 15 November 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Bola.com, Gaza - Dunia sepak bola Palestina kembali diselimuti kabar duka setelah penjaga gawang Saleem Al-Ashqar dikabarkan meninggal dunia di Jalur Gaza. Kabar tersebut diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) melalui pernyataan yang dirilis pekan ini.

Menurut keterangan PFA, Saleem Al-Ashqar meninggal akibat tembakan yang dilepaskan pasukan Israel. Peristiwa tersebut terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung di wilayah Gaza.

Advertisement

Dinukil dari Middle East Monitor, PFA menyebut Al-Ashqar menjadi satu di antara dari banyak figur olahraga Palestina yang meninggal dunia sejak konflik bersenjata yang dimulai pada Oktober 2023.

PFA juga menyatakan bahwa lebih dari 1.000 atlet Palestina telah menjadi korban selama periode tersebut.

Saleem Al-Ashqar berusia 32 tahun saat meninggal dunia. Dia baru menikah sekitar lima bulan lalu dan istrinya saat ini tengah mengandung anak pertama.


Klub Chile Turut Berduka Cita

Ribuan penggemar juga berpartisipasi dalam demonstrasi besar di jalan-jalan Bilbao sebelum pertandingan, meneriakkan dukungan untuk Palestina. Tampak dalam foto, para pendukung mengibarkan bendera Palestina dan bendera wilayah Basque Utara selama pertandingan persahabatan antara tim pemain Palestina dan sekelompok pemain Spanyol dari wilayah Basque, yang diadakan sebagai protes terhadap aksi militer Israel di Gaza, di Bilbao, Spanyol, Sabtu 15 November 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Kabar meninggalnya Al-Ashqar memicu gelombang duka dari berbagai kalangan. Ucapan belasungkawa datang dari keluarga, rekan setim, komunitas olahraga Palestina, hingga masyarakat sepak bola internasional.

Klub sepak bola asal Chile, Deportivo Palestino, turut menyampaikan duka cita atas kepergian Al-Ashqar. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan klub pada Rabu (1/7/2026).

"Kami sangat berduka atas meninggalnya penjaga gawang Palestina berusia 32 tahun, Salim Al-Ashqar, yang secara tragis. Ia tewas oleh tentara Israel. Kami sangat sedih atas berlanjutnya peristiwa-peristiwa seperti ini. Kami menyerukan keadilan dan perdamaian," tulis Deportivo Palestino.

Deportivo Palestino adalah satu di antara klub yang selama ini dikenal memiliki hubungan historis dan emosional dengan komunitas Palestina.


Menambah Daftar Insan Olahraga

Tim berjuluk Arabes tersebut secara rutin mengungkapkan solidaritas terhadap berbagai peristiwa yang menimpa masyarakat Palestina.

PFA belum memberikan informasi lebih lanjut terkait prosesi pemakaman Al-Ashqar. Namun, federasi tersebut terus mendokumentasikan dampak konflik terhadap dunia olahraga Palestina.

Meninggalnya Saleem Al-Ashqar kembali menambah daftar insan olahraga Palestina yang kehilangan nyawa sejak konflik berkepanjangan berlangsung di Gaza. Peristiwa ini juga kembali memunculkan perhatian dari komunitas olahraga internasional terhadap situasi yang terjadi di wilayah tersebut.

Sumber: Middle East Monitor

Berita Terkait