UEFA Pastikan Tak Ada Kartu Merah untuk Aksi Tutup Mulut saat Bicara dengan Lawan

Beda sikap dengan FIFA, UEFA pilih tidak menghukum kartu merah pemain yang tutup mulut.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Juli 2026, 22:30 WIB
Miguel Almiron dari Paraguay bereaksi setelah menerima kartu merah karena menutupi mulutnya saat berbicara dengan pemain lain dalam pertandingan Grup D Piala Dunia FIFA 2026 antara Turki dan Paraguay di Stadion San Francisco Bay Area, Santa Clara, California, pada 19 Juni 2026. (Richard Heathcote/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - UEFA memastikan tidak akan menerapkan hukuman kartu merah bagi pemain yang menutup mulut saat berbicara dengan lawan pada kompetisi antarklub Eropa musim depan.

Keputusan itu berlaku untuk pertandingan Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League.

Advertisement

Melalui pernyataan resminya yang dirilis Kamis, UEFA menyebut tindakan menutup mulut untuk menyembunyikan percakapan tetap bisa dianggap sebagai perilaku tidak sportif. Konsekuensinya, wasit memiliki kewenangan memberikan kartu kuning kepada pemain yang melakukan tindakan tersebut.

Meski begitu, UEFA menegaskan sanksi di lapangan tidak menutup kemungkinan adanya proses disipliner lanjutan apabila ditemukan pelanggaran lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendorong penerapan aturan yang lebih tegas di Piala Dunia 2026.

Dalam regulasi tersebut, pemain dapat langsung menerima kartu merah apabila menutup mulut dengan tangan saat berbicara kepada pemain lawan.


Contoh Kejadian

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Miguel Almiron dari Paraguay menjadi pemain pertama yang diusir wasit akibat aturan baru itu. Bek Ekuador, Piero Hincapie, juga menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran serupa saat berbicara dengan lawannya.

Di sisi lain, gelandang Timnas Inggris, Jude Bellingham, lolos dari hukuman kartu merah, meski sempat terlihat menutup mulut ketika berbicara dengan pemain Ghana. Berdasarkan informasi yang diperoleh ESPN, tindakan Bellingham dinilai tidak dilakukan dalam situasi konfrontatif.

Isu pemain menutup mulut saat berbicara dengan lawan sempat menjadi sorotan pada Februari lalu dalam laga Liga Champions.

Ketika itu, pemain Benfica, Gianluca Prestianni, menutupi mulutnya menggunakan jersey saat berbicara kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior.

Vinicius kemudian menuding Prestianni melontarkan ucapan bernada rasis. Namun, setelah melakukan penyelidikan, UEFA menyatakan Prestianni terbukti melakukan tindakan anti-gay dan menjatuhkan hukuman larangan bermain selama enam pertandingan.


Aturan Baru Versi UEFA

Foto ini menunjukkan logo UEFA yang ditampilkan pada UEFA Conference League menjelang pengundian babak 16 besar, perempat final, dan semifinal UEFA Conference League 2025/2026 di Gedung Sepak Bola Eropa di Nyon, Swiss bagian barat pada 27 Februari 2026. (Harold CUNNINGHAM/AFP)

Kendati insiden tersebut terjadi di ajang Liga Champions, UEFA memilih tidak mengadopsi aturan FIFA yang memberikan kartu merah langsung untuk pelanggaran serupa.

Selain itu, UEFA memutuskan tidak menggunakan opsi pemberian kartu merah kepada pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan pertandingan.

Sebaliknya, UEFA akan mulai menerapkan aturan baru yang memungkinkan VAR memeriksa keputusan tendangan sudut yang keliru. Mekanisme tersebut sebelumnya sudah digunakan pada Piala Dunia 2026.

(Arif Anggara Mulya)

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait