Persamaan dan Perbedaan Jurgen Klopp dan Pep Guardiola di Mata Thiago Alcantara: Komunikasi yang Istimewa

Thiago memiliki pengalaman bermain di bawah asuhan Guardiola saat membela Bayern Munchen pada periode 2013 hingga 2016. Setelah itu, ia bergabung dengan Liverpool pada 2020 dan menghabiskan tiga musim di bawah arahan Klopp.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 05 Juli 2026, 13:00 WIB
Ilustrasi - Pep Guardiola dan Jurgen Klopp (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Mantan gelandang Liverpool, Thiago Alcantara, mengungkapkan Jurgen Klopp dan Pep Guardiola adalah dua pelatih terbaik yang pernah bekerja dengannya sepanjang karier profesionalnya.

Thiago memiliki pengalaman bermain di bawah asuhan Guardiola saat membela Bayern Munchen pada periode 2013 hingga 2016. Setelah itu, ia bergabung dengan Liverpool pada 2020 dan menghabiskan tiga musim di bawah arahan Klopp.

Advertisement

Dalam wawancaranya bersama mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, Thiago menjelaskan keunggulan utama kedua pelatih tersebut terletak pada kemampuan mereka menyampaikan ide dan filosofi sepak bola kepada para pemain.

“Saya pernah bermain untuk banyak pelatih hebat, seperti Carlo Ancelotti, Luis Enrique, dan sekarang Julen Lopetegui. Namun, Pep dan Klopp, yang membuat mereka istimewa adalah cara mereka berkomunikasi,” ujar Thiago.


Guardiola Menjual Ide Lewat Taktik, Klopp Lewat Energi dan Kebersamaan

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola dan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, saling menyapa pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Minggu (8/11/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Martin Rickett/Pool via AP)

Meski sama-sama hebat dalam menyampaikan gagasan, Thiago menilai Guardiola dan Klopp memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam membangun tim.

Menurutnya, Guardiola lebih mengandalkan aspek taktik untuk meyakinkan pemain terhadap ide permainannya. Sementara Klopp lebih menekankan kekuatan kolektif, energi tim, dan kebersamaan di dalam skuad.

“Pep lebih kepada bagaimana dia menjual idenya melalui taktik. Klopp menjual idenya melalui komunitas, energi, dan kelompok. Itu adalah dua pendekatan sepak bola yang berbeda,” kata Thiago.

Perbedaan tersebut digambarkan Thiago dengan analogi memasak yang menarik. Ia menyebut filosofi Guardiola mirip proses memasak yang terencana dan detail, sedangkan Klopp lebih spontan namun tetap mampu menghasilkan hasil yang luar biasa.

“Saya berasal dari sekolah Barcelona, di mana semuanya dimasak perlahan. Anda harus mengatur waktu dan menggunakan bahan yang tepat. Klopp seperti membuka kulkas, mengambil yang ada, lalu memasaknya. Hasilnya bisa menjadi makanan terbaik yang pernah Anda rasakan,” jelasnya.


Kenangan Sukses Thiago Bersama Liverpool

Mantan pemain Spanyol, Thiago Alcantara, memberi isyarat di atas panggung saat pengundian play-off babak gugur Liga Champions UEFA 2024-2025 di House of European Football di Nyon, pada 31 Januari 2025. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Thiago bergabung dengan Liverpool dari Bayern Munchen pada September 2020 setelah klub Merseyside tersebut menebusnya dengan nilai transfer sekitar 25 juta poundsterling.

Selama berseragam The Reds, gelandang asal Spanyol itu menjadi bagian dari tim yang meraih gelar Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Thiago juga membantu Liverpool mengumpulkan 92 poin di Liga Inggris musim 2021/2022, meski akhirnya harus puas finis sebagai runner-up liga dan Liga Champions.

Pengalaman bermain di bawah Klopp selama tiga musim membuat Thiago memiliki pemahaman mendalam mengenai filosofi pelatih asal Jerman tersebut, yang menurutnya sangat berbeda tetapi sama efektifnya dengan metode Guardiola.


Thiago Mengaku Jatuh Cinta Kepada Permainan Roberto Firmino

Ekspresi pemain Liverpool Roberto Firmino setelah pertandingan sepak bola final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid di Stade de France, Saint Denis, Prancis, 28 Mei 2022. Real Madrid menang 1-0. (AP Photo/Petr David Josek)

 

Selain membahas dua pelatih legendaris tersebut, Thiago juga memberikan pujian tinggi kepada mantan rekan setimnya di Liverpool, Roberto Firmino.

Ia bahkan mengaku sangat mengagumi pemain asal Brasil itu dan menyebutnya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya.

“Saya jatuh cinta kepada Bobby. Saya pikir dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya,” ujar Thiago.

Menurutnya, Firmino memiliki kecerdasan bermain yang luar biasa. Sebagai seorang penyerang, Firmino mampu melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan gelandang, sekaligus tetap produktif mencetak gol.

Thiago juga menyoroti kepribadian Firmino yang rendah hati di luar lapangan, tapi berubah menjadi pemain yang sangat kreatif dan sulit ditebak saat pertandingan berlangsung.

“Dia orang yang luar biasa baik. Namun, ketika bermain sepak bola, dia menjadi sosok yang berbeda. Dia cerdik dengan bola, membaca permainan dengan hebat, cepat, dan sangat pintar. Kombinasi itu membuatnya jadi pemain yang istimewa,” tutup Thiago.

Sumber: Liverpool Echo

Berita Terkait