Bola.com, Jakarta - Kanada harus mengakhiri langkah di Piala Dunia 2026 setelah takluk 0-3 dari Maroko pada babak 16 besar di Houston Stadium, Minggu (5/7). Meski tersingkir, pelatih Jesse Marsch menegaskan rasa bangganya terhadap performa tim.
Maroko melaju ke perempat final lewat dua gol Azzedine Ounahi dan satu gol Soufiane Rahimi pada masa injury time. Semua gol baru hadir di babak kedua setelah skor tetap 0-0 sepanjang 45 menit pertama.
Kekalahan ini menutup perjalanan Kanada sebagai salah satu tuan rumah turnamen. Bagi Marsch, edisi kali ini tetap menjadi pencapaian penting mengingat sebelum Piala Dunia 2026, Kanada belum pernah meraih satu poin pun di putaran final.
Menurut Marsch, Kanada tampil percaya diri melawan Maroko, terutama pada babak pertama saat mereka banyak mengambil inisiatif menyerang. Ia menilai kualitas lawan di sepertiga akhir menjadi pembeda pada fase krusial laga.
Kanada Gugur, Marsch Tetap Angkat Kepala
Seusai pertandingan, Marsch menyoroti identitas permainan tim yang proaktif dan berani mengambil risiko. Ia menekankan publik Kanada patut bangga dengan pendekatan tersebut meski hasil tidak memihak.
"Merupakan sebuah kehormatan bagi para suporter kami untuk mendukung tim seperti ini, tim yang selalu berusaha memenangkan pertandingan, tidak bermain bertahan, dan terus menunjukkan bahwa kami bisa menjadi lebih baik," ujar Marsch.
Ia menambahkan kebutuhan untuk memperbanyak pengalaman di fase gugur agar semakin kompetitif. "Tentu saja kami harus lebih sering berada di situasi seperti ini. Kami harus menemukan cara untuk menang dan terus berkembang dari pengalaman ini."
Lebih Memilih Kanada Ketimbang Maroko
Maroko memastikan tempat di perempat final, namun Marsch menegaskan keyakinannya pada proyek timnas Kanada. Ia menyebut tetap lebih memilih berada di kubu Kanada.
"Tim ini luar biasa. Saya lebih memilih menjadi kami daripada mereka. Sehebat apa pun Maroko, saya tetap lebih memilih menjadi Kanada. Saya sangat bangga kepada para pemain kami. Saat ini mereka memang terluka karena kekalahan, tetapi saya tidak mungkin bisa lebih bangga lagi terhadap mereka."
Pernyataan itu menegaskan fokus Marsch pada proses dan perkembangan tim. Kanada, yang tampil agresif sejak kick-off, menurutnya menunjukkan fondasi permainan yang jelas di turnamen ini.
Penilaian Taktis: "Kami Tim yang Lebih Baik"
Marsch menilai performa Kanada di banyak momen justru lebih meyakinkan ketimbang Maroko. Perbedaan, kata dia, muncul pada efektivitas akhir di kotak penalti.
"Kami adalah tim yang lebih baik. Kami bermain lebih baik ketimbang mereka," tegas Marsch. Ia mengakui lawan menghasilkan momen penting lebih banyak, namun menyebut intensitas permainan bukan masalah utama.
"Mereka memang membuat beberapa momen penting lebih banyak daripada kami, tetapi masalahnya bukan soal intensitas permainan. Mereka memiliki sedikit kualitas lebih di sepertiga akhir lapangan, sementara kami kurang mampu menghasilkan aksi penentu ketika kesempatan itu datang."
Menurutnya, rencana permainan dan keberanian menyerang Kanada berjalan sesuai gagasan hingga awal babak kedua. "Kalau melihat rencana permainan, cara kami ingin memainkan sepak bola, keyakinan para pemain untuk terus menyerang, serta bagaimana kami mampu memaksa salah satu tim terbaik yang sudah sangat lama tidak terkalahkan hingga berada di batas kemampuan mereka, saya rasa kami jauh lebih baik pada babak pertama bahkan hingga awal babak kedua," tutup Marsch.