Meksiko vs Inggris: Harapan El Tri Uji Tradisi The Three Lions di Estadio Azteca

Meksiko bermodal fase grup sempurna, Inggris datang sebagai favorit dengan Harry Kane yang sudah mencetak 5 gol.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiperbarui 05 Juli 2026, 21:42 WIB
Para pemain Meksiko merayakan setelah penyerang #09 Raul Jimenez (tidak terlihat) mencetak gol kedua timnya selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Ekuador di Stadion Kota Meksiko di Kota Meksiko pada 1 Juli 2026. (Alfredo ESTRELLA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Meksiko vs Inggris menjadi sorotan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Mexico City. Inggris datang sebagai salah satu favorit juara, namun mereka paham betul betapa sulitnya menaklukkan kandang Meksiko.

Laga ini terasa lebih dari sekadar perebutan tiket perempat final. Di baliknya, ada harapan jutaan pendukung tuan rumah yang mulai percaya El Tri sedang menjalani salah satu perjalanan terbaik dalam sejarah mereka.

Advertisement

Mexico City, kota yang sarat kisah Piala Dunia, kembali jadi panggung besar. Di sana, Meksiko membawa momentum, sementara The Three Lions mengusung tradisi panjang sepak bola Eropa.

Ketika peluit pertama berbunyi besok pagi, impian tuan rumah akan bertemu ambisi besar Inggris untuk mengakhiri penantian gelar yang sudah berlangsung puluhan tahun.


Mexico City dan Momentum El Tri

Penampakan Mexico City Stadium dari udara saat laga pertama Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan, 12 Juni 2026. (AP Photo/Antonio Felix)

Dukungan publik sendiri mengalir deras sepanjang turnamen dan diubah Meksiko menjadi energi positif. Tim asuhan Javier Aguirre memanfaatkan tribune Azteca untuk membuat lawan kesulitan menemukan ritme permainan.

Fase grup dijalani dengan sempurna: kemenangan atas Afrika Selatan, Ceko, dan Korea Selatan menghadirkan sembilan poin tanpa cela. Catatan itu menjadi fase grup terbaik Meksiko dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Performa meyakinkan berlanjut saat Ekuador disingkirkan. Hasil tersebut memperkuat keyakinan di ruang ganti maupun di jalanan Mexico City bahwa langkah El Tri masih bisa berlanjut lebih jauh.

Ingatan publik pun kembali pada 1986, edisi terakhir saat mereka menjadi tuan rumah sekaligus kali terakhir mencapai perempat final. Atmosfer serupa terasa, kali ini dengan Raul Jimenez dan Joel Quinones sebagai wajah optimisme berkat produktivitas dan ancaman konsisten yang mereka hadirkan.

Aguirre menyadari tantangan melawan Inggris akan jauh lebih berat daripada partai-partai sebelumnya. Namun ia melihat kesempatan menulis bab baru dalam sejarah sepak bola Meksiko. "Mereka memiliki pemain-pemain penting di dalam maupun luar Inggris, kuat secara fisik, dan memainkan sepak bola yang bagus. Sudah banyak pertandingan bersejarah dalam sepak bola Meksiko, dan ini akan menjadi salah satunya," ujar Aguirre.


Inggris dan Misi di Estadio Azteca

Bagi Inggris, Mexico City menyimpan memori yang tak terlupakan. Edisi 1986 mengenang momen ketika langkah mereka dihentikan Argentina dalam partai yang diwarnai "Hand of God" Diego Maradona.

Empat puluh tahun kemudian, mereka kembali ke kota yang sama dengan generasi berbeda dan target setinggi dulu. Status unggulan ingin dibuktikan di lapangan, bukan sekadar label di atas kertas.

Harry Kane menjadi simbol ketajaman The Three Lions dengan lima gol sepanjang turnamen ini, menjaga asa untuk kembali menembus fase-fase akhir Piala Dunia. Di belakangnya, Jude Bellingham konsisten menjadi penggerak permainan lewat keseimbangan kreativitas, intensitas, dan pembacaan laga.

Perjalanan Inggris sejauh ini tidak seluruhnya mulus. Mereka harus bekerja keras saat menghadapi RD Kongo pada fase gugur, pengalaman yang menegaskan mahalnya setiap kemenangan di fase ini.

Kapten tim menekankan pentingnya progres dan hasil. "Masih ada hal-hal yang perlu kami perbaiki, dan pada fase seperti ini yang terpenting adalah lolos. Kami sudah memasuki bagian turnamen ketika kemenangan harus diraih dengan kerja keras, dan itulah yang sudah kami lakukan," kata Kane.


Duel Besar 16 Besar: Harapan vs Tradisi

Estadio Azteca akan mempertemukan dua cerita besar: kebangkitan Meksiko sebagai tuan rumah yang tengah percaya diri dan tradisi Inggris yang berambisi mengakhiri penantian panjang. Keduanya datang dengan modal berbeda, namun sama-sama kuat.

Meksiko membawa performa yang terus menanjak, dukungan publik yang masif, serta jejak fase grup paling impresif dalam sejarah mereka. Inggris menawarkan kualitas individu, kedalaman skuad, dan mesin gol bernama Harry Kane.

Pertandingan ini bukan hanya tentang tiket perempat final. Ini adalah pertarungan identitas antara mimpi El Tri di rumah sendiri dan reputasi The Three Lions sebagai raksasa Eropa.

Berita Terkait