Brasil Tantang Norwegia di 16 Besar Piala Dunia 2026, Bayang-Bayang 1998 Mengiringi

Brasil vs Norwegia di 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7/2026) 03.00 WIB. Memori 1998 kembali, Ancelotti dan Solbakken buka suara jelang duel di MetLife Stad

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiperbarui 05 Juli 2026, 21:47 WIB
Carlo Ancelotti, Pelatih Kepala Timnas Brasil, memperhatikan sebelum pertandingan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Jepang di Stadion Houston pada 29 Juni 2026 di Houston, Texas. (Lars Baron/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Brasil vs Norwegia tersaji pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (6/7/2026) pukul 03.00 WIB. Tiket perempat final diperebutkan dalam duel yang menuntut efektivitas sejak awal.

Pertemuan ini menghidupkan kembali memori edisi 1998, ketika Norwegia menorehkan kemenangan langka atas Selecao. Hampir tiga dekade berlalu, cerita itu kembali hadir di panggung yang lebih menentukan.

Advertisement

Brasil tetap menyandang status negara tersukses di ajang empat tahunan tersebut dengan koleksi lima gelar. Namun Norwegia membawa modal kepercayaan diri dari catatan sejarah yang pernah mereka tulis.

Kedua tim datang dengan latar berbeda. Brasil baru menyingkirkan Jepang 2-1 di babak 32 besar lewat gol telat Gabriel Martinelli, sementara Norwegia kembali menikmati atmosfer Piala Dunia setelah penantian 28 tahun.


Jadwal dan Latar Duel Brasil vs Norwegia

Ilustrasi Brasil vs Norwedgia di 16 besar Piala Dunia 2026. (Bola.com/Foto by AI)

Laga di East Rutherford akan menjadi ujian mental sekaligus taktik pada fase gugur, di mana satu kesalahan bisa berujung pulang. Tidak ada ruang untuk memperbaiki hasil, semua harus selesai dalam satu pertandingan.

Di satu sisi, Brasil berupaya menjaga ritme perburuan gelar dunia keenam. Di sisi lain, Norwegia melihat kesempatan untuk kembali menciptakan bab sejarah menghadapi salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.

Dengan kick-off Senin (6/7/2026) pukul 03.00 WIB, intensitas diprediksi tinggi sejak menit awal. Benturan gaya bermain dan efektivitas di kotak penalti akan menentukan arah laga.


Jejak 1998 yang Kembali Mengemuka

Pertemuan terakhir kedua negara di Piala Dunia terjadi pada fase grup 1998 di Prancis. Saat itu, Brasil sempat memimpin melalui Bebeto pada menit ke-78.

Norwegia lalu membalas lewat Tore Andre Flo dan penalti Kjetil Rekdal untuk memastikan kemenangan 2-1. Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Norwegia di ajang tersebut.

Kemenangan itu membantu Norwegia lolos ke babak 16 besar, sementara Brasil tetap melaju hingga partai final. Kini, konteksnya berbeda karena laga berlangsung pada fase gugur dan satu kekalahan akan mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026.


Form Terkini dan Andalan Kedua Tim

Brasil datang dengan modal kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang di babak 32 besar. Gabriel Martinelli menjadi penentu setelah pertandingan berjalan ketat hingga menit-menit akhir.

Norwegia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun dan menunjukkan kebangkitan yang dipimpin ketajaman Erling Haaland sepanjang turnamen. Keberadaannya memberi dimensi serangan yang terus mengancam.

Di kubu Brasil, Vinicius Junior tampil sebagai pembeda. Empat gol yang sudah dikumpulkan menggarisbawahi perannya dalam perjalanan Selecao menuju fase gugur musim ini.


Suara dari Bangku Kepelatihan

Carlo Ancelotti menegaskan fokus timnya pada performa kolektif jelang menghadapi ancaman lini depan Norwegia. Ia menilai lawan memiliki organisasi permainan yang solid.

"Saya rasa tidak ada yang namanya rencana khusus untuk menghentikan Haaland. Semua orang tahu bagaimana cara dia bermain. Norwegia adalah tim yang tangguh, memiliki struktur dan organisasi permainan yang sangat baik. Kami harus tampil dalam performa terbaik, dan saya yakin kami mampu melakukannya karena penuh kepercayaan diri setelah melewati laga sulit melawan Jepang. Tim kami berada dalam kondisi terbaik, tetapi kami tetap harus terus berkembang."

Optimisme juga mengiringi kubu Norwegia meski berhadapan dengan tim dengan lima gelar dunia. Stale Solbakken melihat peluang tetap terbuka selama performa terjaga di level tertinggi.

"Brasil masih menjadi favorit. Namun, saya rasa mereka tidak lagi terlalu unggul seperti dua, tiga, atau empat tahun lalu. Kami sedang berada dalam tren yang sangat baik, penuh kepercayaan diri, dan nyaman saat menguasai bola. Pada hari terbaik kami, kami mampu menyulitkan Brasil. Namun, kami harus benar-benar tampil sempurna karena jika tidak, kami tidak akan memiliki peluang."

Berita Terkait