Bola.com, Jakarta - Prancis melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 seusai menang 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar, Minggu (5/7/2026) pagi. Gol tunggal Les Bleus lahir dari penalti Kylian Mbappe pada menit ke-70.
Sejak awal, Paraguay membuat Prancis kesulitan. La Albirroja bermain sangat rapat, menumpuk pemain di belakang, dan tidak ragu meladeni duel fisik untuk memutus aliran bola lawan.
Usai laga, pelatih Didier Deschamps mengakui timnya harus bekerja keras untuk menyingkirkan wakil Amerika Selatan tersebut. Kepada ESPN, ia menegaskan kemenangan itu tidak datang dengan mudah.
Les Bleus ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Partai 16 besar ini berjalan ketat. Meski menguasai permainan dalam beberapa fase, Prancis butuh momen dari titik putih untuk membuka kebuntuan ketika Kylian Mbappe mengeksekusi penalti pada menit ke-70.
Paraguay bertahan dengan disiplin dan menjaga area berbahaya dengan ketat. Pendekatan itu membuat kombinasi Les Bleus kerap terhenti, sementara duel-duel fisik memecah ritme dan tempo yang ingin dibangun Prancis.
Gol Mbappe pada akhirnya menjadi pemisah di laga yang minim ruang dan peluang bersih tersebut. Prancis menuntaskan tugas dan mengamankan tiket ke perempat final ajang empat tahunan itu, namun margin skor tetap tipis hingga peluit akhir.
Deschamps Menilai Laga Tidak Mudah
Didier Deschamps menyambut lega hasil ini, namun ia menekankan bahwa duel kontra Paraguay menuntut konsentrasi dan kesabaran tinggi. Dalam wawancaranya dengan ESPN setelah pertandingan, ia menilai kemenangan diraih melalui kerja keras kolektif.
"Ini bukan pertandingan yang mudah. Seandainya kami mampu memanfaatkan salah satu peluang di akhir pertandingan, tentu kami bisa mengakhiri laga dengan jauh lebih nyaman," ujar Deschamps usai pertandingan.
Menurutnya, beberapa kesempatan di penghujung laga seharusnya bisa dimaksimalkan untuk memperlebar jarak. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi fokus tim dalam mengelola momen krusial dan menjaga keunggulan sampai tuntas.
Taktik Paraguay dan Respons Prancis
Deschamps juga menyoroti gaya bermain Paraguay yang sangat pragmatis. Ia menyebut La Albirroja menggunakan berbagai cara untuk mengganggu ritme dan memaksa Prancis keluar dari pola terbaiknya.
"Paraguay menggunakan segala cara yang mereka miliki. Mungkin itu bukan jenis sepak bola yang disukai banyak orang untuk ditonton, tetapi kami mampu tetap fokus sepanjang pertandingan, dan itu bukan hal yang mudah dilakukan," kata pelatih berusia 57 tahun tersebut.
Ia menilai keberhasilan menjaga konsentrasi di tengah tekanan dan duel fisik menjadi kunci utama. Dengan ketenangan itu, Prancis mampu melewati ujian ketat Paraguay dan menegaskan langkah ke delapan besar Piala Dunia 2026.