Pelatih Belgia Sindir 'April Mop' Usai FIFA Tangguhkan Skors Balogun

FIFA menangguhkan larangan Balogun jelang 16 besar Piala Dunia 2026 vs Belgia. Rudi Garcia mengecam, RBFA sebut keputusan itu membingungkan.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 06 Juli 2026, 11:25 WIB
Pemain Amerika Serikat (AS) merayakan gol yang dicetak Folarin Balogun (20) ke gawang Paraguay dalam laga matchday pertama Grup D Piala Dunia 2026 di Inglewood, Calif, Sabtu (13/6/2026) pagi WIB. (AP Photo/Andre Penner)

Bola.com, Jakarta - FIFA menangguhkan larangan satu pertandingan untuk Folarin Balogun, sehingga penyerang tim nasional Amerika Serikat itu diizinkan tampil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia. Langkah tak terduga ini memantik protes keras dari kubu lawan, dengan pelatih Rudi Garcia menyebutnya seperti lelucon “April Mop”.

Keputusan tersebut datang hanya sehari jelang duel krusial Amerika Serikat kontra Belgia, dan segera memanaskan tensi jelang laga. Dari pihak Belgia, respons yang muncul bukan sekadar kekecewaan, melainkan tudingan bahwa regulasi kompetisi telah diabaikan.

Advertisement

Kontroversi berawal dari kartu merah langsung yang diterima Balogun pada menit ke-64 saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia & Herzegovina di babak 32 besar. Usai tinjauan Video Assistant Referee (VAR), ia dinyatakan menginjak pergelangan kaki bek Bosnia, Tarik Muharemovic.

Pada pertandingan itu, Balogun lebih dulu mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 Amerika Serikat. Sesuai aturan, kartu merah tersebut semestinya berujung skors otomatis satu laga. Namun FIFA mengumumkan penangguhan sanksi pada Minggu, 5 Juli 2026, sekitar 30 jam sebelum pertemuan Amerika Serikat melawan Belgia.


Keputusan FIFA dan Dampaknya pada Amerika Serikat

Folarin Balogun (20) dari Amerika Serikat bermain bola selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Dengan penangguhan tersebut, Balogun kembali tersedia untuk lini depan Amerika Serikat di fase gugur melawan Belgia. Padahal, sebelumnya FIFA telah memutuskan skors otomatis satu pertandingan tanpa kemungkinan banding.

FIFA menjelaskan bahwa keputusan diambil berdasarkan Pasal 27 Kode Disipliner FIFA, yang memungkinkan badan yudisial untuk menangguhkan sepenuhnya atau sebagian pelaksanaan tindakan disipliner. Mekanisme ini memberi ruang penghentian sementara hukuman dalam kondisi tertentu.

Penangguhan itu disertai masa percobaan satu tahun. Jika Balogun melakukan pelanggaran serupa selama periode tersebut, skorsingnya akan dicabut dan sanksi akan diberlakukan. Kerangka ini membuat Balogun bisa tampil di 16 besar, dengan konsekuensi ketat sepanjang masa percobaan.


Protes Belgia dan Pernyataan Rudi Garcia

Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menyatakan “kebingungan” dan “keterkejutan” atas langkah FIFA tersebut. RBFA menegaskan penangguhan sanksi untuk Balogun bertentangan langsung dengan ketentuan peraturan kompetisi Piala Dunia 2026 yang telah ditetapkan.

RBFA juga menyebut bahwa mereka tidak semata membela kepentingan tim nasional dan federasi, melainkan integritas sepak bola secara umum. Federasi itu saat ini sedang menyelidiki seluruh opsi potensial untuk melindungi hak-hak sah semua tim peserta dan prinsip-prinsip dasar fair play.

Pelatih kepala Belgia, Rudi Garcia, turut melontarkan kecaman terbuka terhadap keputusan tersebut. “Saya tidak tahu bahwa tanggal 5 Juli adalah Hari April Mop; ini berita baru bagi saya. Pikiran dan pendapat kami ada dalam pernyataan tersebut - kami membela sepak bola; ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia keputusan ini dibuat,” kata Garcia.


Insiden Kartu Merah Balogun dan Respons Dari AS

Insiden yang menyeret Balogun dimulai saat duel babak 32 besar melawan Bosnia & Herzegovina. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit memberi kartu merah langsung pada menit ke-64 karena menginjak pergelangan kaki Tarik Muharemovic. Sebelumnya, Balogun sudah membawa Amerika Serikat unggul lewat gol pembuka dalam kemenangan 2-0.

Dari kubu Amerika Serikat, pelatih Mauricio Pochettino menilai kartu merah tersebut tidak layak diberikan, menyebutnya sebagai “tindakan normal dalam sepak bola yang terjadi secara tidak sengaja.” Senada, Christian Pulisic juga merasa pelanggaran Balogun tidak disengaja dan menilai ada pelanggaran yang lebih buruk yang tidak dihukum berat dalam turnamen tersebut.

Keputusan FIFA juga disambut positif oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui media sosial, Trump menulis, “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!” Di ruang ganti, para pemain Amerika Serikat sempat terkejut dan bahkan mengira kabar penangguhan itu mungkin hasil rekayasa AI sebelum dipastikan resmi.

Berita Terkait