Ancelotti Pastikan Tak Mundur Usai Brasil Kalah 1-2 dari Norwegia di Piala Dunia 2026

Brasil tumbang 1-2 dari Norwegia di 16 besar Piala Dunia 2026. Ancelotti menolak mundur dan tetap terikat kontrak hingga 31 Juli 2030.

BolaCom | ThomasDiperbarui 06 Juli 2026, 15:50 WIB
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, berbicara dengan Vinicius Junior, saat pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Maroko di New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, pada 13 Juni 2026. (MAURO PIMENTEL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar. Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di fase gugur turnamen tersebut.

Laga digelar di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada Minggu (5/7/2026) waktu setempat atau Senin (6/7/2026) WIB. Kekalahan itu menandai kali pertama Selecao terhenti di babak 16 besar sejak Piala Dunia 1990.

Advertisement

Carlo Ancelotti menegaskan tidak akan mengundurkan diri usai kegagalan ini. Pelatih timnas Brasil tersebut masih terikat kontrak dengan CBF hingga 31 Juli 2030, mengakui rasa sedih, namun menyebut periode ini sebagai “pengalaman yang indah” berkat kebersamaan dan kerja keras skuadnya.

Hasil ini juga memperpanjang penantian Brasil akan gelar Piala Dunia. Penantian tersebut menjadi periode terpanjang tanpa trofi sejak pertama kali meraih gelar pada tahun 2002.


Drama 16 Besar: Haaland Kirim Norwegia ke Perempat Final

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti (AP Photo/Andre Penner)

Norwegia menumbangkan raksasa sepak bola Brasil dengan skor 2-1. Erling Haaland menjadi penentu kemenangan berkat dua gol pada menit ke-79 dan ke-90.

Brasil sebenarnya berpeluang unggul lebih dulu. Matheus Cunha dijatuhkan di kotak penalti pada menit ke-10, namun eksekusi Bruno Guimaraes digagalkan kiper Norwegia, Orjan Nyland.

Selecao baru mencetak gol pada masa injury time. Neymar sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-90+10, tetapi waktu tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan.

Kemenangan ini menghadirkan sejarah baru bagi Norwegia. Untuk pertama kalinya, timnas mereka melaju ke perempat final Piala Dunia.

Di sisi lain, performa Brasil dan keputusan taktik Carlo Ancelotti menjadi sorotan media Negeri Samba. Globoesporte menilai Haaland terlalu dominan dan strategi Brasil tidak tepat sasaran pada pertandingan ini.


Ancelotti Tegaskan Bertahan dan Paparkan Rencana

Usai laga, Ancelotti menegaskan komitmennya. Ia tidak akan mundur dan melihat kekalahan ini sebagai “awal dari petualangan baru, musim yang baru”.

"Kekalahan adalah awal dari petualangan baru. Sekarang kita perlu terus bekerja keras dan terus meningkatkan diri," kata Ancelotti.

"Inilah sepak bola. Inilah olahraga. Kita hanya perlu menghadapinya. Kita akan menggunakan ini sebagai bahan bakar untuk melangkah maju."

Pelatih asal Italia itu merasa Brasil seharusnya bisa menang dan tidak pantas kalah dari Norwegia. Ia optimistis Selecao akan kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia pada turnamen berikutnya.

Ancelotti juga membela keputusannya menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti. Menurutnya, pilihan itu berdasarkan analisis statistik yang dilakukan tim pelatih.


Tekanan Usai Tersingkir dan Sinyal Neymar

Kegagalan di babak 16 besar memicu spekulasi mengenai masa depan sejumlah pemain kunci. Neymar mengisyaratkan partai ini mungkin menjadi yang terakhir baginya bersama tim nasional Brasil. "Saya memulai di sini dan saya mengakhirinya di sini."

Tekanan terhadap Ancelotti dan tim diperkirakan meningkat tajam. Ekspektasi suporter serta media Brasil sangat tinggi, terlebih reputasi Ancelotti sebagai pelatih papan atas Eropa.

Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi CBF. Meski demikian, Ancelotti sudah menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin Selecao dan mendorong timnya terus berbenah serta menemukan ide-ide baru.

Di tengah sorotan tersebut, Norwegia merayakan momen bersejarah dengan lolos ke perempat final untuk kali pertama. Sementara itu, Brasil harus menatap ke depan dengan pekerjaan rumah besar setelah tersingkir lebih cepat dari perkiraan.

Berita Terkait