Inggris Waspadai Ujian Erling Haaland Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026

Inggris jumpa Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026.

BolaCom | Asad ArifinDiperbarui 06 Juli 2026, 22:20 WIB
Pemain Erling Haaland usai pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Brasil dan Norwegia di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 5 Juli 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Bola.com, Jakarta - Inggris menghadapi Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 dengan sorotan besar tertuju kepada Erling Haaland. Penyerang Manchester City itu sedang berada dalam performa tajam sepanjang turnamen.

Kontribusi Haaland menjadi motor utama keberhasilan Norwegia menembus 8 Besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Tujuh gol dalam empat pertandingan menempatkannya sejajar dengan Kylian Mbappe dan Lionel Messi di puncak perburuan Sepatu Emas sementara.

Advertisement

Bagi Inggris, ancaman ini tidak sebatas menjaga satu pemain. Pasukan Thomas Tuchel harus mampu memutus suplai bola sambil mengantisipasi insting gol sang penyerang yang efisien dalam berbagai situasi.

Efektivitas Haaland membuat setiap peluang kecil terasa krusial. Fokus pertahanan Inggris akan diuji untuk menutup ruang dan mengelola momen transisi yang sering menjadi sumber golnya.


Ketajaman Haaland Dorong Laju Norwegia

Pemain Timnas Norwegia merayakan gol yang dicetak Erling Haaland ke gawang Brasil dalam laga 16 Besar Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium, Senin (6/7/2026) dini hari WIB. (Jewel SAMAD / AFP)

Performa Haaland di Piala Dunia 2026 menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling berbahaya. Ia mencetak dua gol saat menghadapi Irak dan Senegal pada fase grup, lalu diistirahatkan ketika Norwegia kalah 1-4 dari Prancis.

Keputusan tersebut diikuti kebangkitan di fase gugur. Haaland mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir melawan Pantai Gading di babak 32 besar, sebelum memborong dua gol saat Norwegia menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1 di babak 16 besar.

Secara keseluruhan di tim nasional senior, Haaland kini mengoleksi 62 gol dari 54 penampilan dan hanya enam gol di antaranya berasal dari titik penalti. Produktivitas ini menjadi fondasi laju Norwegia hingga perempat final perdana mereka.


Efisiensi yang Berbahaya, Bukan Jumlah Sentuhan

Saat melawan Brasil, Haaland tidak mendominasi sentuhan. Ia hanya mencatat empat sentuhan di dalam kotak penalti lawan, namun tetap mencetak dua gol. Gol pertamanya lahir pada menit ke-79 untuk memecah kebuntuan.

Gol kedua datang lewat tendangan mendatar dari luar kotak penalti, menunjukkan variasi eksekusi dan kemampuan memanfaatkan momen. Efisiensi seperti ini menjelaskan mengapa peluang sekecil apa pun berpotensi berujung gol.

Legenda Inggris, Ian Wright, menyoroti aspek tersebut. "Orang-orang terus membicarakan berapa banyak sentuhan yang dia lakukan. Dia tidak perlu banyak melakukan sentuhan," katanya pada ITV. 


Ujian Untuk Inggris: Putus Suplai, Jaga Ruang

Menghentikan Haaland berarti menurunkan kualitas servis yang ia terima sembari menjaga area berbahaya. Inggris dituntut disiplin menutup ruang di sekitar kotak penalti dan waspada terhadap momen tanpa bola sang penyerang.

Pasukan Thomas Tuchel juga harus mengantisipasi insting gol Haaland yang kerap menentukan hasil laga. Penyerang berusia 25 tahun itu terus konsisten di momen-momen penting dan berbahaya dari berbagai posisi.

Tren produktifnya mempertegas risiko bagi lawan. Haaland selalu mencetak gol dalam 14 laga kompetitif terakhir bersama Norwegia dengan total 27 gol selama periode tersebut, sehingga konsentrasi penuh menjadi harga mati bagi Inggris.

Berita Terkait