Bola.com, Jakarta - Argentina vs Mesir memeriahkan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (7/7/2026) pukul 23.00 WIB. Partai ini menempatkan juara bertahan berhadapan dengan tim kuda hitam Afrika yang sedang menulis sejarah.
Sorotan utama tertuju pada Lionel Messi dan Mohamed Salah. Ini menjadi pertemuan pertama keduanya di level internasional, sekaligus duel ketiga sepanjang karier. Sebelumnya, Messi bersama Barcelona dua kali bersua Salah saat pemain Mesir itu memperkuat AS Roma dan Liverpool, dengan hasil imbang dan menang bagi kubu Messi.
Argentina datang dengan modal delapan kemenangan beruntun dan rekor tangguh di babak perpanjangan waktu Piala Dunia. Di sisi lain, Mesir baru saja menembus 16 besar untuk pertama kalinya dalam 92 tahun, mengandalkan struktur permainan yang solid dan keberanian di momen krusial.
Lajur menuju Atlanta bagi kedua tim juga kontras. Tim Tango melewati adu ketahanan melawan debutan Tanjung Verde di babak 32 besar, sedangkan Mesir menyingkirkan Australia via drama adu penalti yang dipimpin eksekusi Panenka Salah.
Jadwal, Venue, dan Rekam Pertemuan
Laga Argentina vs Mesir akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (7/7/2026) pukul 23.00 WIB. Kick-off di prime time Indonesia menghadirkan panggung besar bagi dua bintang utama masing-masing kubu.
Ini merupakan pertemuan kedua di level senior bagi kedua negara. Satu-satunya catatan sebelumnya terjadi pada uji tanding tahun 2008 yang dimenangkan Argentina 2-0.
Bagi Lionel Messi dan Mohamed Salah, partai ini menandai duel ketiga mereka secara keseluruhan, namun pertama di pentas antarnegara. Di dua bentrokan sebelumnya pada level klub, Messi dengan Barcelona menghadapi Salah saat membela AS Roma dan Liverpool, dengan hasil imbang dan menang untuk tim Messi.
Performa Terkini Argentina dan Rekor di Babak Gugur
Argentina menembus 16 besar usai menundukkan Tanjung Verde di babak 32 besar. Lawan debutan itu sempat menyamakan kedudukan dua kali dan memaksa perpanjangan waktu, sebelum gol bunuh diri Diony Borges pada menit ke-111 memastikan langkah Albiceleste.
Sepanjang 120 menit, Argentina tetap mampu menguasai jalannya laga, meski Tanjung Verde melepaskan 16 tembakan ke gawang. Rekam jejak Tim Tango di partai yang melewati 90 menit di Piala Dunia juga solid: memenangkan 10 dari 12 laga, dengan empat kemenangan tanpa adu penalti dan enam lainnya melalui tos-tosan.
Tren performa Argentina musim ini impresif. Mereka menorehkan delapan kemenangan beruntun di semua ajang, selalu mencetak minimal dua gol di setiap kemenangan. Total 11 gol dibukukan hanya dalam empat pertandingan di Amerika Utara.
Historis di babak 16 besar pun berpihak pada juara bertahan. Argentina memenangi tujuh dari sembilan penampilan terakhir di fase ini, dengan kegagalan hanya terhitung pada edisi 1994 dan 2018.
Sejarah Baru Mesir dan Tantangan Pertahanan
Skuad Mesir 2026 mencetak tonggak penting dengan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 92 tahun. Capaian ini lahir dari merit penuh, berbeda dengan Piala Dunia 1934 ketika mereka langsung masuk fase gugur karena hanya ada 16 tim.
Di babak 32 besar, Firaun menyingkirkan Australia lewat adu penalti. Mohamed Salah menegaskan perannya dengan sebuah Panenka, sementara dua eksekutor Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal menuntaskan tugas dari titik 12 pas.
Mesir saat ini menempati peringkat ke-29 FIFA dan telah tampil di tiga edisi Piala Dunia, dengan hasil terbaik sebelumnya mentok di fase grup. Namun, ada pekerjaan rumah di lini serang yang kerap bertumpu pada momen individu Salah atau situasi bola mati.
Jika momen-momen itu tak hadir, struktur pertahanan yang solid justru bisa membuat mereka kesulitan menambah angka. Catatan terbaru pun menunjukkan Mesir kebobolan setidaknya satu gol dalam enam laga beruntun, setelah sebelumnya sempat mencatat tiga clean sheet.
Kabar Tim dan Perkiraan Susunan Pemain
Argentina memantau kebugaran beberapa nama usai duel melelahkan melawan Tanjung Verde. Nahuel Molina, Enzo Fernandez, dan Facundo Medina tidak mengikuti sesi pemulihan penuh. Kendati demikian, masalah Medina yang ditarik pada babak 32 besar disebut hanya kram, dengan Nicolas Tagliafico siap mengisi bek kiri bila dibutuhkan. Winger Nico Gonzalez juga diragukan karena cedera pergelangan kaki.
Di kubu Mesir, bek kiri Karim Hafez ditarik pada menit ke-80 saat menghadapi Australia akibat kelelahan atau cedera hamstring ringan menurut laporan berbeda. Absennya berpotensi jadi pukulan besar karena bek kiri lainnya, Ahmed Fatouh, juga diragukan akibat cedera paha. Bek tengah Mohamed Abdelmonem pun belum pasti tampil usai cedera pergelangan kaki saat melawan Iran di fase grup. Kabar baiknya, gelandang Mohanad Lasheen kembali tersedia setelah menyelesaikan skorsing kartu kuning.
Di sisi individu, Lionel Messi terus memperbarui buku rekor. Pada babak 32 besar, ia menjadi pemain pertama yang mencetak tujuh gol di dua edisi Piala Dunia terpisah. Messi juga sempat memimpin catatan keterlibatan gol terbanyak di babak gugur (12), sebelum rekor itu disamai Kylian Mbappe beberapa jam kemudian.
Perkiraan susunan pemain:
- Argentina: E. Martinez; Molina, Romero, L. Martinez, Medina; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi, Martinez, Almada.
- Mesir: Shobeir; Hany, Fathy, Ibrahim, Rabia; Ashour, Lasheen, Ateya, Ziko; Salah, Marmoush.