Roberto Martinez Akhiri Masa Tugas Usai Portugal Tersingkir, Tegaskan Timnya Tidak Gagal

Portugal tersingkir 0-1 dari Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Roberto Martinez mengakhiri masa tugasnya dan menegaskan, “Kami tidak gagal.”

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 07 Juli 2026, 11:20 WIB
Pelatih Portugal Roberto Martinez (AFP)

Bola.com, Jakarta - Roberto Martinez mengonfirmasi berakhirnya masa tugasnya sebagai pelatih Timnas Portugal setelah duel Spanyol vs Portugal di babak 16 besar Piala Dunia 2026. La Roja menang 1-0 lewat gol menit ke-91 di Seattle Stadium pada Senin (6/7).

Hasil tersebut memastikan Spanyol melaju ke perempat final, sementara Portugal menuntaskan kampanye lebih cepat dari ekspektasi. Laga ini juga menjadi penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia.

Advertisement

Meski pulang di babak 16 besar, Martinez menolak label kegagalan. Ia menegaskan performa Portugal di turnamen empat tahunan itu tidak bisa dipandang hanya dari satu pertandingan.


Keputusan Martinez dan Konteks Kontrak

Pelatih Portugal Roberto Martinez berjabatan tangan dengan Cristiano Ronaldo saat Ronaldo diganti di laga semifinal Nations League kontra Jerman di Allianz Arena, Munich, Jerman, Rabu, 4 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Martinez mulai menangani Portugal pada 2023. Kontraknya memang berakhir setelah Piala Dunia 2026 selesai, dan ia menutup masa jabatannya tepat usai kekalahan dari Spanyol di Seattle.

Skuad Portugal di turnamen ini dipenuhi talenta, dengan lini tengah berisi Vitinha, João Neves, dan Bruno Fernandes, serta Cristiano Ronaldo sebagai ujung tombak. Kombinasi pengalaman dan pemain muda membuat Seleção das Quinas datang dengan ekspektasi tinggi.

Namun langkah mereka terhenti setelah Mikel Merino memecah kebuntuan pada menit ke-91. Momen telat itu menjadi pembeda di pertandingan yang ketat dan menutup perjalanan Portugal di Amerika Utara.


Penilaian Martinez: Bukan Kegagalan

Martinez menegaskan timnya tak layak dicap gagal usai kalah dari salah satu unggulan juara. Ia menyebut detail kecil menjadi penentu di laga besar.

"Kami tidak gagal. Kami kalah dalam sebuah pertandingan melawan salah satu tim favorit juara. Kami menunjukkan kualitas individu yang luar biasa. Dalam pertandingan besar melawan tim-tim besar, menang atau kalah ditentukan oleh detail-detail kecil," ujar Martinez.

Ia menambahkan, kerja keras tim hingga detik akhir membuktikan Portugal tidak menyerah untuk mengejar kemenangan. "Anda baru bisa disebut gagal jika tidak berusaha untuk menang. Kami berusaha memenangkan pertandingan hingga menit terakhir."

Martinez juga mengingatkan bahwa konsistensi menembus fase-fase akhir Piala Dunia bukan hal mudah, bahkan bagi negara-negara besar. "Bukan hanya Portugal. Tidak banyak negara yang mampu secara konsisten melaju hingga fase-fase akhir Piala Dunia. Sangat sulit untuk terus tampil konsisten dan selalu lolos."

"Ada banyak hal kecil yang menjadi pembeda, seperti bola yang membentur mistar gawang. Hal-hal seperti itulah yang sering menentukan hasil di Piala Dunia."


Ronaldo Tetap Diandalkan Selama 90 Menit

Keputusan tak mengganti Cristiano Ronaldo menjadi salah satu sorotan. Martinez menjelaskan alasannya mempertahankan sang kapten hingga laga usai pada waktu normal.

"Ketika sebuah tim membutuhkan gol, Anda tidak bisa menarik keluar Cristiano Ronaldo. Dia mampu bermain selama 90 menit tanpa masalah."

"Keberadaannya memberikan ancaman, membuka ruang bagi rekan-rekannya, dan selalu berbahaya dalam situasi bola mati maupun bola-bola di dalam kotak penalti. Tidak masuk akal jika saya menggantinya."

Martinez menilai opsi lain baru relevan jika laga berlanjut ke babak tambahan waktu. "Jika pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, mungkin masuk akal untuk memainkan Gonçalo Ramos. Namun selama 90 menit kami harus menjaga struktur permainan. Bukan saat yang tepat untuk menarik keluar pencetak gol terbaik kami," tutup Martinez.

Sumber: beIN Sports

Berita Terkait