Belgia Singkirkan Amerika Serikat, Mauricio Pochettino Ucapkan Selamat

Belgia menang 4-1 atas Amerika Serikat di Seattle pada 16 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiperbarui 07 Juli 2026, 17:02 WIB
Para pemain Timnas Belgia bertepuk tangan kepada para penggemar setelah kemenangan tim mereka 4-1 dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Belgia menutup langkah Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 lewat kemenangan tanpa ampun 4-1 pada babak 16 besar di Seattle. Tim asuhan Rudi Garcia tampil tenang sejak awal dan menjaga kendali permainan hingga peluit panjang.

Hasil ini mengantar Belgia ke perempat final untuk menantang Spanyol pada 10 Juli di Los Angeles Stadium. Penampilan efektif dan rapi menjadi bekal mereka menatap fase berikutnya.

Advertisement

Bagi Amerika Serikat, laga ini menandai akhir kiprah tuan rumah terakhir yang masih bertahan di turnamen. Kanada dan Meksiko telah lebih dulu tersingkir, dan The Stars and Stripes harus menerima kenyataan pahit di depan pendukung sendiri.


Detik-Detik Awal yang Menentukan

Seleberasi Charles de Ketelaere saat Belgia melawan Amerika Serikat di 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP)

Kepercayaan diri Belgia terlihat sejak menit-menit awal ketika peluang pertama memaksa Matt Freese bekerja keras di bawah mistar. Tekanan berkelanjutan dari wakil Eropa itu segera berbuah gol pembuka.

Charles De Ketelaere memecah kebuntuan pada menit kesembilan, menegaskan superioritas Belgia dalam mengelola momen krusial. Amerika Serikat merespons dengan dorongan intens untuk mencari jalan kembali.

Sekilas harapan muncul bagi tuan rumah melalui tendangan bebas Malik Tillman yang berubah arah dan mengecoh Thibaut Courtois, membuat stadion bergemuruh. Namun hanya berselang 116 detik, Belgia kembali mengambil alih keadaan lewat sundulan De Ketelaere setelah menerima umpan matang dari Leandro Trossard.


Babak Kedua dan Jalan ke Perempat Final

Selepas jeda, Belgia menjaga tempo dan disiplin dalam transisi. Amerika Serikat mencoba meningkatkan agresi, tetapi celah di lini belakang justru menjadi titik lemah yang sulit diperbaiki.

Hans Vanaken memanfaatkan kesalahan di area pertahanan lawan untuk memperlebar keunggulan Belgia. Situasi itu semakin menekan tuan rumah yang membutuhkan gol cepat untuk menjaga asa.

Romelu Lukaku kemudian melengkapi pesta gol, menutup skor 4-1 dan memastikan Belgia menggenggam tiket ke Los Angeles. Perpaduan efektivitas, ketenangan, dan pengalaman tampak pada cara mereka mengelola tiap fase pertandingan.


Pochettino Akui Kelebihan Belgia

Kekalahan ini menjadi penutup perjalanan Amerika Serikat di turnamen, sekaligus mengakhiri keterlibatan para tuan rumah di edisi 2026. Harapan yang sempat tumbuh kembali pudar oleh efisiensi Belgia dalam memanfaatkan peluang.

Mauricio Pochettino tidak menutupi kekecewaannya seusai laga. Ia berkata, "Sangat berat sejak awal. Kami mengucapkan selamat kepada Belgia, mereka memang lebih baik daripada kami. Ini bukan hari kami. Kami harus belajar, mengevaluasi pertandingan, dan memahami mengapa kami tidak tampil seperti pada laga-laga sebelumnya di Piala Dunia."

Di sisi lain, kemenangan telak ini menjadi konfirmasi bahwa Belgia masih pantas diperhitungkan di Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya menanti di perempat final melawan Spanyol pada 10 Juli di Los Angeles Stadium.

Berita Terkait