Kontroversi yang Membakar Semangat Belgia

Belgia menang 4-1 atas Amerika Serikat di 16 besar Piala Dunia 2026, disertai protes dan selebrasi bernada sindiran terhadap FIFA.

BolaCom | Asad ArifinDiperbarui 07 Juli 2026, 23:09 WIB
Pemain Belgia Romelu Lukaku merayakan gol keempat timnya selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle, Seattle, Washington, Senin, 6 Juli 2026. (AFP/Getty Images/ David Ramos).

Bola.com, Jakarta - Belgia mengatasi Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di tengah polemik keputusan FIFA terkait Folarin Balogun. Kemenangan tersebut lahir beberapa jam setelah otoritas sepak bola dunia menangguhkan larangan satu pertandingan untuk striker tuan rumah bersama turnamen.

Penangguhan hukuman itu memantik kritik terbuka. UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, dan pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel sama-sama mempertanyakan dasar keputusan yang mengizinkan Balogun tampil usai kartu merah langsung di babak 32 besar.

Advertisement

Di balik sorotan tersebut, Belgia tampil dominan dan menutup duel dengan skor 4-1 untuk mengamankan tiket perempat final ajang empat tahunan itu.


Keputusan FIFA dan Gelombang Protes

Folarin Balogun #20 Timnas Amerika Serikat dihibur oleh Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia, usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (David Ramos/Getty Images melalui AFP)

Beberapa jam sebelum kick-off, FIFA menangguhkan larangan satu pertandingan untuk Folarin Balogun. Kebijakan ini memungkinkan penyerang Amerika Serikat tetap bermain meski sebelumnya menerima kartu merah langsung pada babak 32 besar.

Langkah itu segera menuai reaksi. UEFA, Federasi Sepak Bola Belgia, hingga pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel mempertanyakan dasar penangguhan hukuman, sebagaimana dilaporkan BBC Sport.

Balogun kemudian tampil sebagai starter untuk Amerika Serikat dalam laga 16 besar tersebut. Keputusan FIFA pun kian menjadi sorotan di sekitar pertandingan yang melibatkan salah satu tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.


Kontroversi Balogun Jadi Bahan Bakar Belgia

Gelandang Rangers, Nicolas Raskin, menyebut keputusan FIFA itu sempat mengusik ruang ganti Belgia. "Banyak hal terjadi di luar lapangan selama dua hari terakhir," buka Raskin dikutip dari BBC Sport.

Ia menegaskan respons timnya dibawa ke arena kompetitif. "Ada rasa ketidakadilan di dalam skuad, dan kami bertekad untuk membalas di lapangan," sambung pemain berusia 25 tahun tersebut.

Pernyataan Raskin tercermin dari penampilan Belgia. Meski Balogun tampil sejak menit awal, Setan Merah mengendalikan jalannya pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 4-1 untuk mengamankan tiket ke perempat final.


Selebrasi Bernada Sindiran dan Respons Tim

Kapten Belgia, Youri Tielemans, menilai polemik menjelang laga justru menguatkan kebersamaan tim. "Kami mengatakan pada diri sendiri bahwa kami harus membalas di lapangan. Itulah yang kami lakukan," katanya.

Selepas gol keempat Belgia, sejumlah pemain melakukan selebrasi yang menyerupai "tarian Trump". Gaya tersebut identik dengan gerakan Donald Trump saat kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 2024, dan memicu berbagai spekulasi di media sosial.

Sindiran juga muncul melalui akun Instagram resmi tim nasional Belgia. Mereka mengunggah foto Romelu Lukaku yang menangkupkan telinga disertai tulisan "overturn this", sebuah kalimat yang dianggap menyindir keputusan FIFA.

Berita Terkait