Kylian Mbappe: Prancis di Piala Dunia 2026 Bukan Tim Terkuat yang Pernah Saya Bela, tapi Punya Potensi Terbesar

Penyerang sekaligus kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, menganggap bahwa timnya di Piala Dunia 2026 bukan kesebelasan terkuat yang pernah ia bela.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 10 Juli 2026, 14:00 WIB
Pemain Prancis Kylian Mbappe merayakan gol pembuka selama pertandingan perempat final Piala Dunia antara Prancis dan Maroko di Foxborough, Mass., dekat Boston, Kamis, 9 Juli 2026. (AP Photo/Steven Senne)

Bola.com, Boston - Penyerang sekaligus kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, menganggap bahwa timnya di Piala Dunia 2026 bukan kesebelasan terkuat yang pernah ia bela.

Mbappe baru saja mengantar Prancis lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko 2-0 di Boston Stadium, Boston, Jumat (10-7-2026) dini hari WIB.

Advertisement

Mbappe mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan Prancis itu, sekaligus dinobatkan sebagai man of the match berkat performa impresifnya di atas lapangan.

"Tim Prancis ini memang bukan tim terkuat yang pernah saya bela, tetapi inilah tim yang memiliki potensi terbesar," ujar Mbappe dalam video yang diunggah Ilies Peeters, jurnalis 90min, di media sosial.


Top Scorer Sementara

Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Irak dalam laga Grup I Piala Dunia 2026 di Philadelphia, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Petr David Josek)

Gol ke gawang Maroko menjadi yang kedelapan bagi Mbappe sepanjang Piala Dunia 2026. Untuk sementara, pemain berusia 27 tahun itu sejajar dengan Lionel Messi dari Timnas Argentina sebagai top scorer.

"Saya selalu mengatakan bahwa tim terbaik adalah tim yang berhasil menjadi juara," tutur Mbappe.

Mbappe sudah pernah menjadi juara Piala Dunia 2022 di Rusia bersama Prancis ketika mengalahkan Kroasia 4-2 di partai final.

Ketika itu, Prancis masih diperkuat oleh nama-nama seperti Antoine Griezmann, Olivier Giroud, Paul Pogba, Hugo Lloris, hingga Raphael Varane.


Gagal Penalti

Kiper Maroko bernomor punggung 01, Yassine Bounou, menyelamatkan penalti penyerang Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, selama pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko di Stadion Boston, Foxborough, pada 10 Juli 2026. (ANGELA WEISS/AFP)

Selain itu, Mbappe juga merespons kegagalannya dalam mengeksekusi penalti ke gawang Maroko. Tendangannya pada menit ke-28 dapat dibendung oleh kiper lawan, Yassine Bounou.

"Saya mengeksekusi penalti itu dengan kurang baik, tetapi situasinya memang membingungkan karena terjadi kesalahpahaman," ucap Mbappe.

"Wasit memberi tahu saya bahwa kami mendapat penalti sehingga saya langsung bersiap. Lalu, dia kembali datang dan mengatakan bahwa ternyata mungkin tidak ada penalti."

"Saya jadi kehilangan fokus. Sebelumnya saya belum pernah mengalami situasi seperti itu," ungkapnya.

Berita Terkait