Liverpool Dilanda Gejolak, CEO Michael Edwards Tinggalkan FSG

Liverpool hadapi perubahan besar setelah Michael Edwards mundur dari FSG.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Juli 2026, 22:15 WIB
Perwakilan dari Liverpool termasuk Direktur Teknik, Julian Ward (Kiri), Direktur Olahraga, Richard Hughes (3R), dan Michael Edwards (Tengah) tiba di kapel pemakaman untuk acara berkabung bagi penyerang Liverpool asal Portugal, Diogo Jota, dan saudaranya Andre Silva di Gondomar, di pinggiran Porto, pada 4 Juli 2025. Penyerang Liverpool, Diogo Jota, dan saudaranya Andre Silva meninggal dalam kecelakaan mobil di barat laut Spanyol pada pagi hari tanggal 3 Juli, yang memicu duka cita luas tak lama setelah bintang Portugal itu menikah. (MIGUEL RIOPA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Liverpool akan menghadapi perubahan besar di balik layar setelah Michael Edwards memutuskan mundur dari jabatannya sebagai CEO bidang sepak bola Fenway Sports Group (FSG), pemilik The Reds.

Edwards, yang pernah menjabat Direktur Olahraga Liverpool di era Jurgen Klopp hingga 2022, kembali ke FSG pada 2024 untuk memimpin rencana akuisisi klub kedua milik grup tersebut.

Advertisement

Namun, karena tidak ada perkembangan yang terlihat dalam proyek itu, ia mengajukan pengunduran diri dan langsung meninggalkan jabatannya, meski kontraknya masih tersisa satu tahun.

Setelah kepergian Edwards, Presiden FSG, Mike Gordon, diperkirakan akan mengambil peran yang lebih aktif dalam mengelola operasional harian Liverpool.

 


Banyak Perubahan

Kepergian Edwards menambah daftar perubahan yang terjadi di Anfield pada musim panas ini. Arne Slot sudah digantikan sebagai pelatih kepala oleh mantan manajer AFC Bournemouth, Andoni Iraola.

Di sisi lain, masa depan Direktur Olahraga, Richard Hughes, juga masih belum pasti.

Hughes, yang menunjuk Iraola sebagai pelatih, memiliki kontrak hingga musim panas 2027 dan sedang dikaitkan dengan klub Liga Pro Arab Saudi, Al Hilal.

Dalam pernyataannya pada Jumat, FSG menyebut kepergian Edwards sebagai "puncak dari transisi yang telah direncanakan setelah penyelesaian sejumlah prioritas strategis utama."

Namun, menurut sumber ESPN, pemilik Liverpool asal Amerika Serikat itu gagal membujuk Edwards untuk bertahan setelah ia mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap minimnya perkembangan rencana perluasan portofolio klub FSG.

Sebelum menghentikan rencana tersebut pada awal tahun ini, FSG telah menjajaki lebih dari 20 klub, termasuk Bordeaux dan Malaga, sebagai calon akuisisi.

 


Peran Penting

Edwards meninggalkan FSG setelah memainkan peran penting dalam perkembangan operasional sepak bola Liverpool, yang berujung pada keberhasilan klub menjuarai Premier League 2024/2025.

"Merupakan sebuah kehormatan bisa kembali ke Fenway Sports Group dan Liverpool Football Club pada momen yang sangat penting ini," ujar Edwards.

"Saya meninggalkan Liverpool dengan keyakinan bahwa klub ini berada dalam posisi yang kuat, memiliki orang-orang hebat, arah yang jelas, serta fondasi yang kukuh untuk terus meraih kesuksesan."

 


Antusias dan Bangga

 

Edwards mengaku semula antusias kembali ke FSG karena tidak hanya ingin membantu Liverpool melewati masa transisi, tetapi juga berkontribusi dalam ambisi FSG mengembangkan proyek sepak bolanya.

"Meski proyek yang lebih luas itu pada akhirnya berkembang dengan arah yang berbeda dari yang kami bayangkan, saya bangga dengan kerja tim kami dalam menyajikan berbagai opsi yang matang dan dipersiapkan dengan baik kepada pemilik untuk masa depan," ucapnya.

"Saya ingin berterima kasih kepada Mike, John, Tom, serta semua orang di FSG dan Liverpool atas dukungan dan persahabatan mereka. Yang paling penting, terima kasih kepada para suporter yang membuat klub ini begitu istimewa dengan semangat mereka. Saya akan selalu bersyukur pernah menjadi bagian dari perjalanan klub ini," ujar Edwards.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait