Bola.com, Kudus - Cipta Cendikia FA menjadi satu di antara 8 tim yang berkompetisi di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 kategori U-15. Sisi menarik tim ini cukup banyak lulusan MilkLife Soccer Challenge yang direkrut dan tampil di HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 sejak regional Jabodetabek.
Cipta Cendikia FA, yang merupakan juara HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 regional Jabodetabek, tampil apik di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 dan finis sebagai runner-up.
Tim asuhan Coach Ruly Hidayansyah itu, hingga Sabtu (11/7/2026), berhasil melangkah ke final dan akan menghadapi Goal Aksis di partai puncak HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 kategori U-15, Minggu (12/7/2026).
Cipta Cendikia mengawali kiprahnya di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Goal Aksis pada 6 Juli 2026. Kemudian Cipta Cendikia menang 2-0 atas Tigers Football Academy lewat gol Albianca Raula dan Yasmin Aprilianti.
Sementara di laga terakhir fase grup, Cipta Cendikia menang 2-0 atas Scorpion FC lewat gol Keyla Azzahra Putri Natawidjaya dan Ayla Dva Khala Ahisma.
Kemudian di semifinal, Cipta Cendikia menang 2-1 atas Arema FC Women U-15, di mana Shilen Nailenka Khanza dan Ayla Dva Khala Ahisma menjadi pencetak gol dalam laga ini. Sayangnya, Cipta Cendikia FA harus kalah adu penalti dari Goal Aksis dalam laga final setelah bermain imbang tanpa gol dalam waktu normal.
Kunci keberhasilan Cipta Cendikia melangkah jauh tidak lepas dari komitmen melakukan pembinaan, termasuk merekrut banyak pemain lulusan MilkLife Soccer Challenge yang berperan penting dalam perjalanan tim hingga ke final HYDROPLUS All-Stars 2025/2026.
Dalam pantauan Bola.com pada pekan terakhir HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 regional Jabodetabek pada 6 Juni 2026, Cipta Cendikia sudah diperkuat Albianca Raula dan Andien Haifa Syakira, dua lulusan MilkLife Soccer Challenge, yang juga bermain di MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 maupun 2026.
Namun, ternyata ada 12 pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge dari total 21 pemain Cipta Cendikia U-15 yang ada di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Ini bentuk keseriusan Cipta Cendikia untuk menjadi wadah bagi anak-anak yang ingin berprestasi, baik akademis maupun non-akademis.
"Kami melihat perkembangan sepak bola putri yang luar biasa. Kami melihat talenta sepak bola putri semakin banyak. Jadi kami mengambil momentum itu untuk bisa mengembangkan talenta putri menjadi lebih baik," ujar Intan Fitriani, penanggung jawab Cipta Cendikia Football Academy kepada Bola.com di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/7/2026).
Kehadiran MilkLife Soccer Challenge memang menjadi wadah yang besar bagi Cipta Cendikia untuk melihat potensi pemain sepak bola putri dan kemudian merekrutnya dan kemudian tampil di HYDROPLUS Soccer League, di mana kedua turnamen atau kompetisi sepak bola putri itu diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan HYDROPLUS.
Selain Andien dan Albianca, tercatat di Cipta Cendikia FA yang tampil di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 ada Andara Alisya, Ayla Dva Khala Ahisma, Chasyafa Nur Chasanah, Kalila Fausta Bastian, Keisya Zahira Putri, Khansa Nisa Arrosid, Mifah Putri Mayang Sari, Nafisah Nailal Husna, Shilen Nailenka Khanza, Syifa Afiqah Zahra. Semua itu adalah lulusan MilkLife Soccer Challenge.
Cerita Ayla dan Albianca Direkrut Cipta Cendikia
Ayla Dva Khala Ahisma memiliki cerita yang menarik ketika bergabung bersama Cipta Cendikia. Ayla yang merupakan pemain MilkLife Soccer Challenge All-Stars Yogyakarta edisi 2025, bergabung bersama Cipta Cendikia lewat rekomendasi staf pelatih Cipta Cendikia kepada manajemen tim.
"Kami melihat Ayla ketika menjadi pemain MilkLife Soccer Challenge All-Stars dari Yogyakarta. Kemudian kami bertanya mau tidak di bersekolah dan bermain sepak bola di sini, jadi kami dapatkan Ayla," ujar Intan.
"Ayla masuk tim kami karena kami sudah melihat potensinya. Ketika video permainannya dikirim, wah kami mau nih merekrut Ayla. Makanya Ayla baru masuk di HYDROPLUS Soccer League regional Jabodetabek pada putaran kedua," lanjutnya.
Sementara itu, Albianca Raula, yang baru saja lulus SD, akan melanjutkan sekolahnya di Sekolah Cipta Cendikia pada tahun ajaran 2026/2027.
"Saya baru masuk SMP dan akan bersekolah di Cipta Cendikia. Sudah pasti. Selama ini kalau latihan masih berangkat dari rumah ke Cibinong diantar mama. Nanti kalau sudah sekolah di sana, masuk asrama," ujar Bianca yang menempuh jarak puluhan kilometer dari rumahnya di Kebagusan untuk sampai ke Cibinong.
Beasiswa untuk Siswa Atlet
Kepada Bola.com, Ayla mengaku sempat ragu untuk meninggalkan Jogja dan tinggal di Bogor, Namun, pada akhirnya tidak membuang kesempatan melanjutkan bermain sepak bola sembari bersekolah di Cipta Cendikia, yang menggunakan sistem asrama mulai dari SMP.
Ayla mengaku betah selama hidup di asrama Cipta Cendikia. Tidak hanya berlatih sepak bola, Ayla juga mendapatkan latihan fisik dan mental berupa renang dan yoga.
"Senin saya suka berenang di Cipta Cendikia, sementara Selasa sampai Rabu saya latihan sepak bola. Kemudian kalau Jumat, saya bisa yoga," cerita Ayla.
Ayla mengaku keputusannya bergabung bersama Cipta Cendikia tak lepas dari tawaran beasiswa penuh. Intan selaku penanggung jawab Cipta Cendikia FA pun mengakui komitmen pihaknya bagi pesepak bola putri yang ingin dibina lebih serius sembari tetap bersekolah di Cipta Cendikia.
Termasuk Albianca dan Ayla, lulusan MilkLife Soccer Challenge lainnya memang mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Cipta Cendikia.
"Kami berikan full beasiswa. Namun, seiring berjalan waktu, kami menjadi lebih selektif. Mereka yang masuk Cipta Cendikia melalui jalur beasiswa juga harus lolos psikotes," ujar Intan.
"Misi kami adalah menciptakan pemain sepak bola yang berintegritas dan secara akademis juga bagus. Jadi kami menciptakan pemain sepak bola yang cerdas dan memiliki attitude yang baik. Stigma pemain bola selama ini adalah malas belajar dan banyak lainnya, kami mencoba untuk mematahkan itu," tegas Intan.
Komitmen Kuat
Intan bukan tanpa bukti bicara mengenai misi menciptakan pemain sepak bola yang cerdas di Cipta Cendikia FA.
Memulai akademi sepak bola putra sejak 2016, atau delapan tahun lebih awal dari akademi sepak bola putri yang dimulai pada 2024, sudah cukup banyak atlet putra yang sudah melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi hingga masuk universitas terkemuka di Indonesia.
"Pemain putra kami sudah berhasil. Banyak anak-anak kami yang kemudian masuk UI, masuk ITB, Brawijaya. Oleh karena itu, kami mencoba untuk talenta putri sekarang," ujar Intan.
Bahkan Intan menegaskan bahwa pihaknya siap untuk menerima anak-anak putri yang memiliki talenta bagus dan mau tetap bersekolah. "Yang penting mau sekolah, lulus psikotes, lulus wawancara, sudah bisa bersekolah di tempat kami," lanjutnya.