Legenda Sepak Bola Wanita AS Sebut Campur Tangan Donald Trump Bikin Timnas AS Hancur Lebur di Piala Dunia 2026

Megan Rapinoe menuding Donald Trump sebagai biang Timnas Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 11 Juli 2026, 21:00 WIB
Pemain Amerika Serikat, Megan Rapinoe (kanan) setelah kalah dari Swedia pada babak adu penalti saat laga 16 besar Piala Dunia Wanita 2023 di Melbourne Rectangular Stadium, Melbourne, Australia, 6 Agustus 2023. (AP Photo/Scott Barbour)

Bola.com, Jakarta - Ikon sepak bola wanita Amerika Serikat, Megan Rapinoe, menuding Donald Trump sebagai biang kegagalan Timnas Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Harapan besar memang sempat mengiringi perjalanan Timnas Amerika Serikat yang sukses melewati fase penyisihan sebagai juara Grup D. Mereka meraup enam poin hasil dari dua pertandingan, sekaligus memastikan satu tempat di babak 32 besar.

Advertisement

Di awal fase gugur, tim asuhan Mauricio Pochettino kembali melumpuhkan perlawanan Bosnia-Herzegovina dua gol tanpa balas. Sayangnya, perjalanan mereka harus kandas di babak 16 besar setelah ditaklukkan Belgia dengan skor 1-4.

Ketika sebagian besar kritik ditujukan kepada beberapa pemain, terutama Christian Pulisic, Megan Rapinoe yang sukses memenangkan dua trofi Piala Dunia Wanita bersama Timnas Wanita Amerika Serikat memilih jalur yang berbeda dan mengarahkan serangannya ke Gedung Putih.


Drama Penangguhan Kartu Merah

Folarin Balogun (20) dari Amerika Serikat bermain bola selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Rapinoe, yang kini berusia 41 tahun, mengklaim bahwa keterlibatan Trump dalam drama penangguhan kartu merah Folarin Balogun pada akhirnya membuat para pemain Amerika terdistraksi hingga mengalami kekalahan telak 4-1 dari Belgia.

Mantan pemain Arsenal tersebut dikartu merah saat melawan Bosnia di babak 32 besar, yang menghasilkan skorsing otomatis satu pertandingan yang seharusnya membuat dia absen di babak 16 besar beberapa hari kemudian.

Namun, jauh dari sorotan publik, Trump melobi presiden FIFA, Gianni Infantino, agar keputusan tersebut dibatalkan. FIFA pun kemudian mengambil langkah mengejutkan untuk menangguhkan hukuman larangan bertanding dan mengizinkan Balogun bermain.


Donald Trump Jadi Penyebabnya

Rapinoe percaya kerusakan tersebut sudah terjadi dari Ruang Oval bahkan sebelum pertandingan dimulai. Ia menyampaikan hal ini dalam podcast miliknya, 'A Touch More: The Beautiful Game':

"Saya pikir distraksi itu pastinya memengaruhi tim dalam beberapa cara. Entah itu karena situasi kartu merah ini, atau karena terlibat dalam diskursus publik dengan presiden ini,” ujar Megan Rapinoe dalam podcast-nya tersebut.

“Termasuk semua kekacauan dan kegaduhan yang menyertai sentimen dari kedua belah pihak terkait hal itu. Apakah Anda setuju atau tidak dengan hal tersebut, rasanya seperti, itu adalah hal yang sangat berat untuk dihadapi,” lanjut dia.


Tak Siap Hadapi Tekanan

Wasit Raphael Claus dari Brasil memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun (Amerika Serikat), kanan, saat pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Rapinoe kemudian membeberkan alasan lain atas kemerosotan mendadak Timnas AS di Piala Dunia 2026. Menurutnya, kurangnya kontroversi di luar lapangan sebelum ini membuat mereka tidak siap menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh situasi tersebut.

"Tim ini tidak hanya tidak memiliki inti dari para pemain senior yang sudah terbiasa dengan hal seperti itu, tetapi sebagian besar dari para pemain ini juga hampir tidak pernah berbicara tentang apa pun di luar sepak bola," katanya.

"Saya pikir dalam sepak bola pria, secara umum, tidak banyak pemain yang memilih menggunakan platform mereka atau memperluas cakupan tekanan dan tanggung jawab mereka,” lanjut Megan Rapinoe.


Konflik Rapinoe vs Trump

Pada tahun 2016, Rapinoe berlutut saat lagu kebangsaan dikumandangkan sebagai bentuk dukungan kepada Colin Kaepernick. Ini merupakan bentuk sikap dan aksi memprotes ketidakadilan rasial dan brutalitas polisi.

Pada saat itu, Donald Trump berulang kali mengkritik para atlet yang menggunakan platform mereka untuk memprotes. Trump mengklaim bahwa para atlet ini tidak menghormati negara mereka.

Ketika tim nasional wanita AS memenangkan Piala Dunia beberapa tahun kemudian, Rapinoe menolak undangan ke Gedung Putih dan melewatkan tradisi tersebut.

Bahkan sebelum timnya mengangkat trofi, ia sempat menyatakan bahwa dirinya tidak akan sudi datang ke Gedung Putih jika mereka memenangkan turnamen tersebut.

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait