5 Pemain yang Bisa Dilirik Manchester United setelah Transfer Ederson Batal, Manu Kone Kandidat Favorit

Berikut lima opsi pemain yang bisa direkrut Manchester United setelah transfer Ederson kolaps.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 14 Juli 2026, 10:15 WIB
Selebrasi Manu Kone di laga AS Roma vs Sassuolo di pekan ke-20 Liga Italia 2025/2026 di Olimpico, Roma, Minggu (11/01/2026). (AP Photo/Andrew Medichini)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) memutuskan batal merekrut Ederson dari Atalanta. Alasannya adakah faktor medis. 

MU kini harus segera mencari target baru untuk memperkuat lini tengah pada bursa transfer musim panas 2026.

Advertisement

Kehadiran Andrey Santos dari Chelsea memang menjadi tambahan yang menjanjikan. Namun, sejak awal Setan Merah memang berencana mendatangkan lebih dari satu gelandang baru.

Setan Merah harus kembali berburu pemain lain yang memiliki karakter serupa dengan Ederson.

Gelandang asal Brasil itu dikenal sebagai pemain yang komplet. Ia mampu bermain di berbagai peran di lini tengah, baik sebagai gelandang bertahan, box-to-box, maupun gelandang yang lebih menyerang.

Ederson juga memiliki mobilitas tinggi, agresif saat merebut bola, serta nyaman membantu membangun serangan. Karakter itulah yang membuatnya dianggap sebagai sosok ideal untuk memperkuat lini tengah Manchester United.

Mencari pengganti dengan profil yang benar-benar identik tentu bukan perkara mudah. Namun, masih ada sejumlah gelandang berkualitas yang dinilai bisa menjadi alternatif menarik bagi Setan Merah pada bursa transfer musim panas ini. Berikut lima opsi yang bisa direkrut MU, seperti dikutip dari Planet Football.  


1. Manu Kone

Gelandang AS Roma, Manu Kone. (Filippo MONTEFORTE / AFP)

MU tampaknya tidak perlu mencari terlalu jauh jika ingin menemukan pengganti Ederson. Setan Merah masih bisa melirik pasar Serie A dengan mengalihkan perhatian kepada gelandang AS Roma, Manu Kone.

Nama Kone tengah menjadi sorotan berkat penampilan impresifnya bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Performa apik tersebut bukanlah sesuatu yang baru, karena gelandang berusia 25 tahun itu memang sudah konsisten menunjukkan kualitasnya sejak bergabung dengan Roma dua musim lalu.

Selama membela Giallorossi, Kone berkembang menjadi satu di antara gelandang paling dinamis di Serie A. Pada musim pertamanya, ia lebih sering diberi kebebasan untuk membantu serangan dan menusuk ke area lawan. Namun, musim berikutnya perannya berubah. Ia lebih banyak diminta menjaga keseimbangan tim dengan bertahan lebih dalam dan melindungi lini belakang.

Meski demikian, kemampuan Kone dalam membawa bola dan melewati tekanan lawan tetap menjadi senjata utamanya. Mobilitas tinggi, kekuatan fisik, serta kemampuannya menguasai lini tengah membuatnya menjadi sosok yang komplet.

 


2. Adam Wharton

Penyerang Everton asal Senegal #10, Iliman Ndiaye (kiri), berebut bola dengan gelandang Crystal Palace asal Inggris #20, Adam Wharton (kanan), dalam pertandingan Premier League antara Everton dan Crystal Palace di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, Inggris barat laut, pada 5 Oktober 2025. (Darren Staples/AFP)

Adam Wharton belakangan mulai jarang dikaitkan dengan Manchester United. Sebagian besar rumor justru menghubungkannya dengan klub-klub lain. Namun, Setan Merah seharusnya tidak keluar dari persaingan untuk mendapatkan tanda tangan gelandang muda Crystal Palace tersebut.

Wharton memang gagal masuk skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026. Namun, absennya pemain berusia 22 tahun itu bukan berarti kualitasnya diragukan.

Dalam dua setengah musim terakhir, Wharton mampu menunjukkan perkembangan pesat di Premier League. Ia dikenal sebagai gelandang yang piawai mengatur tempo permainan, mendistribusikan bola, dan menjadi penghubung antarlini.

Lahir di Blackburn, Wharton juga berpeluang kembali ke wilayah barat laut Inggris apabila MU datang dengan tawaran yang tepat.

Meski begitu, United harus siap menghadapi negosiasi yang tidak mudah. Crystal Palace diyakini akan mematok harga tinggi untuk melepas satu di antara aset berharganya tersebut.

 


3. Alex Scott

Mateo Kovacic dan Alex Scott berduel dalam laga Liga Inggris antara Bournemouth vs Manchester City di Vitality Stadium, 20 Mei 2026. (AP Photo/Ian Walton)

Jika MU memilih fokus merekrut pemain lokal, peluang mendapatkan Elliot Anderson sudah tertutup setelah sang gelandang bergabung ke Manchester City. Namun, Setan Merah masih memiliki alternatif lain, yakni gelandang muda Bournemouth, Alex Scott.

Scott merupakan satu di antara gelandang muda Inggris yang paling menjanjikan saat ini. Musim 2025/2026 menjadi musim tersibuknya sejak menembus Premier League tiga tahun lalu bersama Bournemouth.

Meski baru berusia 22 tahun, Scott mulai menarik perhatian sejumlah klub besar. Namun, masih ada pertanyaan apakah ia sudah siap mengambil langkah besar dengan bergabung ke klub sebesar MU.

Berbeda dengan Ederson yang dikenal sebagai gelandang box-to-box, Scott lebih berkarakter sebagai kreator permainan. Ia gemar bergerak ke depan, mencari ruang, dan membangun serangan lewat umpan-umpan terukur.

Kemampuan teknik serta visi bermain yang dimilikinya diyakini akan cocok dengan gaya permainan Setan Merah. Meski demikian, Scott masih perlu meningkatkan beberapa aspek, terutama dari sisi konsistensi dan kematangan permainan, agar mampu bersaing di level tertinggi.

 


4. Scott McTominay

Gelandang Napoli, Scott McTominay. (Alberto PIZZOLI / AFP)

Nama Scott McTominay mungkin terdengar mengejutkan masuk dalam daftar calon pengganti Ederson. Namun, jika melihat perkembangannya dalam dua musim terakhir bersama Napoli, ide tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dipertimbangkan.

Sejak meninggalkan Old Trafford dan bergabung dengan Napoli dua tahun lalu, McTominay menjelma menjadi pemain yang benar-benar berbeda. Gelandang asal Skotlandia itu berkembang pesat dan menjadi satu di antara pilar penting klub asal Italia tersebut.

Pertanyaannya, mengapa ia harus kembali ke Old Trafford?

Jawabannya memang tidak mudah. McTominay sedang menikmati karier terbaiknya di Italia dan hampir tidak memiliki alasan untuk meninggalkan Napoli. Peluang Manchester United membawanya pulang kembali bisa dibilang sangat kecil.

Namun, jika melihat performanya di Serie A, tak sedikit pengamat yang menilai McTominay kini tampil lebih impresif dibandingkan Ederson, gelandang Atalanta yang sebelumnya menjadi target utama Setan Merah.

Kepercayaan diri McTominay meningkat drastis di Napoli. Ia bukan hanya solid di lini tengah, tetapi juga rutin memberikan kontribusi berupa gol maupun assist.

 


5. Felix Nmecha

Gol Felix Nmecha (kiri) pada menit ke-79 menutup pesta gol Borussia Dortmund. Die Borussen unggul 7-1 atas Celtic. (INA FASSBENDER/AFP)

Satu nama lain yang bisa dipertimbangkan MU adalah gelandang Borussia Dortmund, Felix Nmecha. Mantan pemain akademi Manchester City itu dinilai memiliki karakter permainan yang cukup sesuai dengan kebutuhan lini tengah Setan Merah.

Nmecha, yang merupakan kakak dari penyerang Leeds United, Lukas Nmecha, dikenal sebagai gelandang progresif yang nyaman beroperasi dalam peran box-to-box. Pemain berusia 25 tahun tersebut mampu membantu fase bertahan sekaligus aktif mengalirkan bola ke lini depan.

Pengalamannya juga tidak bisa dianggap remeh. Bersama Borussia Dortmund, Nmecha telah terbiasa tampil di Liga Champions dan bahkan masuk skuad Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026.

Meski begitu, upaya Setan Merah memboyongnya dipastikan tidak akan mudah. Borussia Dortmund baru saja memperpanjang kontraknya beberapa bulan lalu, sehingga klub Bundesliga tersebut diyakini akan memasang harga tinggi jika ada klub yang ingin merekrut sang gelandang.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait