Prancis Vs Spanyol: Jules Kounde Respons Santai Psywar Lamine Yamal, Pilih Buktikan di Lapangan

Tepis Isu Ketegangan dengan Lamine Yamal Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Jules Kounde: Lihat di Lapangan Nanti!

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 14 Juli 2026, 14:00 WIB
Pemain Prancis Bradley Barcola (tengah) merayakan gol bersama Jules Kounde (5) dan Ousmane Dembele dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Swedia di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Selasa, 30 Juni 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Bola.com, Jakarta - Semifinal Piala Dunia 2026 salah satunya akan mempertemukan dua jagoan Eropa, Prancis dan Spanyol. Laga Les Bleus versus La Furia Roja akan digelar di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari mulai pukul 02.00 WIB.

Duel Prancis versus Spanyol juga akan menjadi arena pertarungan dua pemain yang sebenarnya rekan satu klub di Barcelona. Lamine Yamal di kubu Spanyol dan Jules Kounde di sisi Prancis.

Advertisement

Menjelang pertandingan, muncul isu ketegangan di antara keduanya dalam balutan psywar atau perang urat saraf. Baik Lamine Yamal dan Jules Kounde sama-sama memiliki argumen menjelang bentrokan kedua tim.

Setelah Yamal melontarkan nada penuh kepercayaan diri bakal menyingkirkan Prancis, kali ini giliran Jules Kounde menanggapinya. Tanggapan dari Kounde justru mendinginkan suasana, sekaligus menepis isu perdebatan dari keduanya.

Sebelumnya, Lamine Yamal menegaskan bahwa Prancis, bukan Spanyol, sebagai tim yang seharusnya merasa takut menghadapi semifinal nanti. Dua kemenangan beruntun Spanyol atas Prancis dalam dua pertemuan terakhir juga menambah alasannya.

"Menurut pendapat saya, jika Prancis harus takut pada siapa pun, itu adalah kami," kata Yamal kepada wartawan setelah kemenangan 2-1 Spanyol atas Belgia di perempat final.

"Kami adalah pihak yang menyingkirkan mereka sebelumnya. Kami tidak takut pada siapa pun," ujarnya.

"Jelas bahwa kami adalah dua tim hebat, tim nasional papan atas, dan bagi saya mereka adalah salah satu yang terbaik. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," tegas pemain berusia 19 tahun.

 


Biasa Saja

Pemain Spanyol Lamine Yamal berselebrasi setelah mencetak gol pembuka bagi timnya dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026. (AP Photo/Erik S.Lesser)

Duel Prancis versu Spanyol berarti mempertemukan sang runner-up Piala Dunia 2022 melawan juara Euro 2024. Prancis dan Spanyol punya rivalitas tersendiri sebagai kekuatan besar Eropa.

Setelah Lamine Yamal terdengar cukup percaya diri menjelang laga melawan juara Piala Dunia 2018 tersebut, Jules Kounde menegaskan ucapan rekan setimnya di Barcelona itu tidak bermaksud meremehkan.

"Kami sama sekali tidak merasa diremehkan oleh Lamine," ujar Kounde seperti dikutip dari Goal, Selasa (14/7/2026). 

Bek serba bisa itu menegaskan memahami pola pikir rekan setimnya di klub. "Saya mengenal Lamine dengan sangat baik, dan itu adalah tanda kepercayaan diri serta motivasi tambahan baginya," jelas Kounde.

 


Pembuktian di Lapangan

Pemain Prancis Kylian Mbappe (10) merayakan gol bersama Ousmane Dembele (7) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Swedia di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Selasa, 30 Juni 2026. (AP Photo/Pamela Smith)

Di luar perang kata-kata yang terjadi di luar lapangan, Kounde fokus pada tantangan taktis yang dihadirkan oleh tim asuhan Luis de la Fuente. Spanyol dikenal dengan permainan penguasaan bola yang sangat menekan lawan.

Kounde mengakui Prancis harus menyesuaikan pendekatan dalam bermain demi membuka peluang melaju ke final. Rencana permainan Prancis yang kerap mengandalkan pertahanan kukuh dan serangan balik yang efektif, mungkin perlu sedikit diubah untuk mengganggu ritme permainan Spanyol.

"Kekuatan Spanyol terletak pada permainan kolektif dan penguasaan bola mereka. Gaya permainan kami sedikit berbeda, lebih mengandalkan transisi, meskipun kami juga ingin menguasai bola besok untuk menghambat mereka. Saat melawan Spanyol, Anda tidak bisa membiarkan mereka menguasai bola selama 90 menit karena pada akhirnya mereka akan menemukan celah dan membuat Anda kelelahan," pungkas Kounde.

 


Rendah Hati

Bek Prancis bernomor punggung 15, Ibrahima Konate (kiri), berebut bola dengan penyerang Pantai Gading bernomor punggung 11, Yan Diomande (kanan), dalam pertandingan persahabatan internasional menjelang turnamen Piala Dunia 2026 di Stadion Beaujoire, Nantes, Prancis bagian barat, pada 4 Juni 2026. (FRANCK FIFE / AFP)

Rekan setim Jules Kounde di Timnas Prancis, Ibrahima Konate, ikut merespons kata-kata Lamine Yamal. Eks pemain Liverpool itu menegaskan Les Bleus tidak gentar sama sekali menghadapi tim Matador.

"Dia boleh saja bicara apa pun yang dia mau. Sejujurnya, kami tidak memedulikan perkataannya. Kami tidak perlu takut pada siapa pun, namun harus tetap rendah hati dan tidak terjebak dalam situasi tersebut pada tahap kompetisi ini," tegas bek anyar Real Madrid itu.

Sumber: Goal

Berita Terkait