Inggris vs Argentina: Prediksi, Sejarah Rivalitas, dan Perkiraan Pemain

Inggris vs Argentina bertemu di semifinal kedua Piala Dunia 2026 di Atlanta, Kamis (16/7/2026). Data rekor, form, kondisi skuad, dan perkiraan XI.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 14 Juli 2026, 19:08 WIB
Ilustrasi Inggris Vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Duel Inggris vs Argentina hadir pada semifinal kedua Piala Dunia 2026. Pertandingan krusial ini digelar di Atlanta, Kamis (16/7/2026), dengan satu tiket partai puncak sebagai taruhannya.

Rivalitas klasik dua kekuatan sepak bola ini seperti terbangun lagi setelah dua dekade tanpa pertemuan kompetitif besar. Babak empat besar kali ini mengikat sejarah panjang dan momentum terbaru keduanya.

Advertisement

Inggris menjejak semifinal turnamen besar keempat sejak 2018, menyamai total yang mereka raih sepanjang sejarah sebelumnya. Argentina sebagai juara bertahan datang berbekal 13 kemenangan beruntun sejak September lalu, tinggal dua kemenangan lagi untuk mengamankan gelar global keempat.

Di lapangan, bintang-bintang utama siap jadi pembeda. Jude Bellingham telah mengoleksi enam gol, sementara Lionel Messi memimpin perburuan Sepatu Emas dengan delapan gol.


Dinamika Rivalitas dan Rekor Pertemuan

Striker Inggris Harry Kane (kiri) dan kapten Argentina Lionel Messi bersaing pada semifinal Piala Dunia 2026. (AFP/Chandan Khanna-Roberto Schmidt)

Secara historis, Inggris punya catatan positif melawan La Albiceleste, dengan hanya dua kekalahan dari total 14 pertemuan. Terakhir kali dua negara bersua terjadi pada November 2005, dimenangi Inggris lewat gol-gol Michael Owen dan Wayne Rooney.

Akar perseteruan modern mereka menonjol sejak 1986, ketika Diego Maradona membobol gawang Inggris dua kali dalam laga yang melahirkan momen bersejarah. Bab berikutnya hadir pada 1998 melalui kartu merah David Beckham, diikuti pembalasan personal empat tahun berselang.

Rentang waktu 20 tahun tanpa duel besar membuat bentrokan terbaru ini sarat nuansa pembuktian. Rekor, memori pahit-manis, dan komposisi skuad masa kini menjadi paket lengkap yang mengangkat tensi jelang kick-off.


Perjalanan Menuju Semifinal

Jalan Inggris menuju Atlanta tidak selalu mulus. Fase grup berjalan tak merata, disusul kemenangan tipis atas RD Kongo dan perempat final yang berat di Miami. Meski begitu, pasukan Thomas Tuchel mencatat empat kemenangan beruntun dan selalu mencetak minimal dua gol, walau kerentanan di lini belakang belum sepenuhnya teratasi.

Jude Bellingham muncul sebagai motor utama. Ia mencetak dua gol di Estadio Azteca, lalu menambah dua gol lagi saat Inggris bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Norwegia di perempat final setelah perpanjangan waktu. Totalnya kini menjadi enam gol di turnamen.

Argentina menempuh tiga babak gugur yang menantang. Mereka keluar dari situasi sulit saat menghadapi debutan Piala Dunia Cape Verde, lalu berbalik menang atas Mesir di 16 besar setelah tertinggal 2-0 dengan 11 menit tersisa. Di perempat final kontra Swiss, Julian Alvarez mencetak gol menakjubkan di extra time untuk menutup laga yang penuh kontroversi melawan tim yang bermain dengan 10 pemain.

Meski skuad Lionel Scaloni menunjukkan tanda-tanda penuaan, kombinasi keterampilan dan ketangguhan membawa mereka sejauh ini, dengan aliran gol yang konsisten. Messi dan rekan-rekan mencetak tiga gol di masing-masing empat laga terakhir, mengumpulkan 17 gol sejak awal turnamen dan mendekati rekor Piala Dunia Argentina, yaitu 18 gol pada 1930.

Momentum 13 kemenangan beruntun sejak September mempertegas stabilitas sang juara bertahan. Dua kemenangan lagi akan mengantarkan mereka ke gelar global keempat.


Kondisi Terkini Tim dan Pemain Kunci

Inggris menghadapi persoalan di bek kanan. Jarell Quansah masih diskors, sementara Reece James yang rentan cedera berpeluang tidak menjadi starter. Djed Spence bisa kembali ke susunan utama atau Ezri Konsa melanjutkan peran di sisi kanan, dengan John Stones berduet bersama Marc Guehi di jantung pertahanan.

Di lini tengah, cedera pergelangan tangan Jordan Henderson di Mexico City memerlukan operasi dan kemungkinan besar membuatnya absen. Tuchel berharap Declan Rice pulih dari penyakit yang jelas memengaruhinya saat melawan Norwegia.

Di depan, Harry Kane siap meraih cap ke-121 untuk melampaui Wayne Rooney sebagai pemain outfield Inggris terbanyak, sementara Peter Shilton masih memegang rekor keseluruhan dengan 125 cap. Bellingham mencetak dua gol dalam dua laga beruntun dan kini sejajar dengan kaptennya, masing-masing mengoleksi enam gol.

Dari kubu Argentina, Lionel Messi memimpin daftar top skor dengan delapan gol, meski juga gagal mengeksekusi dua penalti. Dengan assist-nya melawan Swiss, Messi kini telah mencapai dua digit kontribusi gol di dua Piala Dunia terakhir.

Julian Alvarez atau Lautaro Martinez—keduanya mencetak gol di perpanjangan waktu pada akhir pekan—menjadi opsi Lionel Scaloni untuk menemani Messi. Meski Thiago Almada tampil impresif dari bangku cadangan, Leandro Paredes menawarkan proteksi defensif lebih di lini tengah, sehingga starting XI berpeluang tidak berubah.


Perkiraan Susunan Pemain

Susunan pemain Inggris diproyeksikan tetap menonjolkan keseimbangan antara proteksi di lini belakang dan produktivitas lini serang. Peran bek kanan akan ditentukan antara opsi kembalinya Djed Spence atau keberlanjutan Ezri Konsa.

Thomas Tuchel mengandalkan duet John Stones–Marc Guehi untuk stabilitas, sementara Declan Rice diharapkan kembali bugar guna menopang sirkulasi bola. Di depan, Harry Kane menjadi titik acuan serangan, didukung Jude Bellingham yang tengah on-fire.

Argentina berpeluang tidak melakukan banyak perubahan mengingat efektivitas struktur permainan mereka. Leandro Paredes memberi keseimbangan di depan empat bek, dengan lini tengah pekerja yang menopang Messi serta satu penyerang sentral pilihan.

  • Inggris: Pickford; Konsa, Stones, Guehi, O'Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane.
  • Argentina: E. Martinez; Molina, Romero, Li. Martinez, Tagliafico; Paredes; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi, Alvarez.

Berita Terkait