De La Fuente Sesumbar Setelah Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Sambut Argentina atau Inggris dengan Tangan Terbuka

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah membawa La Furia Roja melangkah ke final Piala Dunia 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 15 Juli 2026, 07:21 WIB
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan instruksi dari tepi lapangan dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 melawan Uruguay di Zapopan, dekat Guadalajara, Meksiko, Jumat (26/6/2026). (AP Photo/Ricardo Mazalan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah membawa La Furia Roja melangkah ke final Piala Dunia 2026. Menurutnya, Spanyol sedang berada dalam performa terbaik dan bahkan merasa sebagai tim terbaik di dunia.

Spanyol memastikan tiket ke partai puncak setelah menumbangkan Prancis 2-0 pada semifinal di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Gol penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama dan sontekan Pedro Porro setelah jeda memastikan langkah Spanyol menuju final. Kemenangan tersebut juga sekaligus mengakhiri harapan Prancis untuk tampil di final Piala Dunia tiga edisi berturut-turut.

Selepas pertandingan, De la Fuente mengirim peringatan kepada calon lawannya di final, yakni Argentina atau Inggris. Ia menegaskan para pemainnya akan datang ke New York dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

"Kami merasa tidak terkalahkan. Prancis baru saja menghadapi tim terbaik di dunia. Itulah keunggulan yang kami miliki saat ini," ujar De la Fuente, seperti dikutip dari ESPN

"Para pemain ini pantas mendapatkan segalanya karena setiap hari mereka menunjukkan komitmen, pengorbanan, solidaritas, dan talenta yang luar biasa."

"Sungguh menyenangkan melihat mereka bermain. Penampilan hari ini benar-benar sebuah pertunjukan. Apa yang terlihat sulit bagi tim lain, mereka mampu membuatnya tampak mudah," lanjut pelatih berusia 65 tahun tersebut.

 


Samai Rekor Italia

Pemain Spanyol Mikel Oyarzabal (kiri) merayakan gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Kemenangan atas Prancis memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 pertandingan berturut-turut. Torehan itu menyamai rekor terpanjang yang pernah dibukukan tim nasional Eropa dalam sepak bola putra, yakni Italia pada periode 2018 hingga 2021.

Padahal, perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026 tidak dimulai dengan mulus. Mereka sempat dikejutkan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka fase grup.

Namun setelah itu, performa La Furia Roja terus meningkat. Di fase gugur mereka berhasil menyingkirkan Portugal, Belgia, dan Prancis, sembari hanya kebobolan satu gol.

De la Fuente menilai peningkatan performa tersebut memang sudah menjadi bagian dari rencana yang disusun sejak awal turnamen.

"Kami tahu harus berkembang sedikit demi sedikit," katanya.

"Tentu kami ingin memenangkan pertandingan pertama, tetapi semua ini adalah sebuah proses. Kami memang merencanakan agar tim mencapai performa terbaik pada momen-momen paling penting."

"Saat ini kondisi kami sangat baik dan dari segi permainan, saya rasa kami sudah mencapai level terbaik," tambahnya.

 


Tidak Mau Memilih

Pemain Spanyol Alex Baena, pemain Prancis Ousmane Dembele, dan pemain Spanyol Marc Cucurella dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Kini Spanyol tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya yang mempertemukan Argentina dan Inggris untuk mengetahui lawan mereka di partai final.

Jika menghadapi Argentina, laga tersebut akan menjadi duel antara juara Eropa melawan juara bertahan Piala Dunia. Sementara jika bertemu Inggris, Spanyol akan kembali berhadapan dengan lawan yang mereka kalahkan pada final Euro 2024.

Meski demikian, De la Fuente menegaskan timnya tidak memiliki preferensi terhadap calon lawan di final. "Saat ini kami tidak memilih ingin menghadapi siapa."

"Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Saya tentu senang jika bertemu Argentina karena saya berteman dekat dengan Lionel Scaloni. Namun, saya juga sangat menyukai Inggris."

"Siapa pun lawannya, kami akan menyambut mereka dengan tangan terbuka," ujar De la Fuente.

Kemenangan atas Prancis juga memperpanjang dominasi Spanyol dalam duel semifinal turnamen besar melawan Les Bleus. Ini menjadi musim panas ketiga secara beruntun La Furia Roja menyingkirkan Prancis di babak semifinal.

Sebelumnya, Spanyol menang 2-1 pada semifinal Euro 2024 berkat gol Lamine Yamal, sebelum kembali mengalahkan Prancis dengan skor dramatis 5-4 pada semifinal UEFA Nations League tahun lalu.   

Sumber: ESPN

Berita Terkait