Kylian Mbappe Blak-blakan Sentil Taktik Didier Deschamps Setelah Prancis Didepak Spanyol

Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, tampak mempertanyakan pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Didier Deschamps.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 15 Juli 2026, 08:06 WIB
Reaksi penyerang Prancis, Kylian Mbappe, setelah timnya kalah pada semifinal kontra Prancis di Dallas Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. (AFP/Ronaldo Schemidt)

Bola.com, Jakarta - Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, tampak mempertanyakan pendekatan taktik yang diterapkan pelatih Didier Deschamps setelah Les Bleus kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut mengakhiri ambisi Prancis tampil di final Piala Dunia untuk tiga edisi secara beruntun. Sementara itu, Mbappe gagal mencetak gol dan menutup turnamen dengan koleksi delapan gol, sejajar dengan kapten Argentina, Lionel Messi, di puncak daftar sementara pencetak gol terbanyak.

Advertisement

Sepanjang pertandingan, lini tengah Spanyol yang dikomandoi Rodri tampil dominan. Juara bertahan Euro itu sukses mengalahkan Prancis untuk ketiga kalinya secara beruntun sekaligus meredam permainan Les Bleus yang sebelumnya tampil impresif sepanjang turnamen.

"Kami kalah jumlah di lini tengah, tiga lawan dua, dan menghadapi Spanyol itu sangat sulit," ujar Mbappe usai pertandingan, seperti dikutip dari ESPN

"Fabian Ruiz dan Rodri memiliki terlalu banyak waktu untuk memainkan bola. Kami kurang komunikasi saat melakukan pressing. Menurut saya, kami seharusnya menerapkan pressing satu lawan satu agar mereka dipaksa mengikuti permainan kami," lanjutnya.

 


Rencana Prancis Gagal Total

Penyerang Timnas Prancis #10, Kylian Mbappe (Tengah), bek Spanyol #14, Aymeric Laporte (Kiri), dan gelandang Spanyol #08, Fabian Ruiz (Kanan), berbicara dengan wasit El Salvador, Ivan Barton, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 15 Juli 2026. (MAURO PIMENTEL/AFP)

Empat tahun lalu di Piala Dunia Qatar, Mbappe juga mengoleksi delapan gol meski Prancis akhirnya kalah dari Argentina melalui adu penalti di final. Sementara pada Piala Dunia 2018 di Rusia, ia sukses mengangkat trofi bersama Les Bleus.

Namun, kali ini Prancis tampil di bawah standar dalam hampir seluruh aspek permainan. Mbappe mengakui timnya gagal menjalankan rencana yang telah disiapkan.

"Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara teknik maupun taktik," kata Mbappe.

"Kalau Anda tidak melakukan apa yang seharusnya di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang. Spanyol menjalankan rencana permainan mereka dengan sangat baik. Mereka senang menguasai bola dan mengontrol tempo pertandingan."

"Rencana kami adalah menekan mereka sejak awal agar mereka tidak bisa menemukan ritme permainan. Namun mereka memang lebih baik daripada kami dalam mengendalikan pertandingan."

"Kami gagal melakukannya. Secara teknik kami terlalu ceroboh dan tidak mampu menyakiti mereka saat memiliki kesempatan," imbuh penyerang Real Madrid tersebut.

 


Lakukan Banyak Kesalahan

Pemain Prancis Kylian Mbappe berjalan keluar lapangan saat waktu pertandingan habis dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/David J. Phillip)

Mbappe juga menyoroti banyaknya kesalahan yang dilakukan Prancis ketika berhasil merebut kembali penguasaan bola.

Menurutnya, sentuhan pertama para pemain kerap kurang maksimal sehingga bola kembali mudah direbut oleh Spanyol.

"Bahkan ketika kami berhasil merebut bola, sentuhan pertama kami tidak cukup baik. Hal-hal seperti itulah yang akhirnya membuat kami kalah," tutur Mbappe. 

"Ini tentu sangat mengecewakan. Namun jika kami objektif, kami memang tidak menunjukkan semua hal yang dibutuhkan untuk bisa mencapai final," ucap Mbappe.

Di babak kedua, Didier Deschamps mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk menarik Adrien Rabiot saat jeda dan memasukkan Desire Doue serta Ryan Cherki. Namun, perubahan itu tak mampu mengubah keadaan.

Sumber: ESPN

 

Berita Terkait