Inggris vs Argentina 0-0 Saat Jeda, Semifinal Piala Dunia 2026 Diwarnai Hujan Tekel

Semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta: Inggris vs Argentina 0-0 saat turun minum. Laga keras, peluang minim, tekel Elliot Anderson pada Lionel Messi memanas.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 16 Juli 2026, 02:52 WIB
Ilustrasi Inggris Vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. (Bola.com/AI)

Bola.com, Jakarta - Inggris dan Argentina menutup babak pertama tanpa gol pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Skor 0-0 mengiringi duel yang berlangsung ketat sejak menit awal.

Berbeda dengan semifinal sebelumnya antara Prancis dan Spanyol, pertemuan Inggris vs Argentina terasa jauh lebih sengit. Tekel-tekel keras mewarnai permainan dengan kedua tim saling menutup ruang.

Advertisement

Dampaknya, peluang bersih sangat terbatas. Upaya pertama ke gawang baru datang setelah laga melewati 30 menit, ketika tandukan John Stones menyambut tendangan bebas Declan Rice.

Inggris kembali mengandalkan situasi bola mati untuk mengancam lewat Reece James, tetapi tensi tinggi muncul lagi usai tekel Elliot Anderson terhadap Lionel Messi. Paruh pertama berakhir tanpa gol.


Babak Pertama: Tempo Tinggi Tanpa Gol

Bek Inggris Marc Guehi dan striker Argentina Julian Alvarez berebut bola pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. (AFP/Jewel Samad)

Sejak kick-off, intensitas pertandingan langsung naik. Inggris dan Argentina tampil berhati-hati sekaligus agresif dalam duel, membuat ritme permainan terfragmentasi oleh banyak tekel dan pelanggaran.

Aliran serangan terbatas karena kedua kubu enggan mengambil risiko di area tengah. Keputusan untuk menutup setiap jalur umpan membuat kreativitas tereduksi, sementara duel fisik menjadi aspek dominan.

Hasilnya terpampang jelas di papan skor: 0-0 hingga jeda. Minimnya ruang dan rapatnya blok pertahanan membuat kreasi peluang dari open play sulit terbangun di 45 menit pertama.


Peluang Terbatas dan Duel Fisik

Setelah laga melewati 30 menit, Inggris memecah kebuntuan peluang lewat bola mati. John Stones memenangkan duel udara dan menanduk umpan tendangan bebas dari Declan Rice ke arah gawang Argentina.

Situasi set piece juga kembali menjadi jalan bagi Inggris untuk menggertak, kali ini melalui Reece James. Meski demikian, efektivitas eksekusi masih terbentur organisasi pertahanan Albiceleste.

Ketegangan meningkat usai tekel Elliot Anderson kepada Lionel Messi. Momen tersebut kembali mengerek panasnya duel dan menegaskan bahwa babak pertama lebih banyak diwarnai pertarungan fisik ketimbang kreasi serangan.


Formasi dan Susunan Pemain Kedua Tim

Inggris turun dengan formasi 4-2-3-1. Jordan Pickford menjaga gawang, dilindungi empat bek Reece James, John Stones, Marc Guehi, dan Djed Spence. Di lini tengah, Declan Rice berduet dengan Elliot Anderson.

Di belakang Harry Kane sebagai ujung tombak, tiga gelandang serang Inggris diisi Morgan Rogers, Jude Bellingham, dan Anthony Gordon. Struktur ini menggarisbawahi pendekatan yang seimbang antara organisasi pertahanan dan ancaman transisi.

Argentina merespons lewat 4-1-3-2. Emiliano Martinez mengawal mistar, di depan empat bek Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Nicolas Tagliafico. Leandro Paredes bertugas sebagai jangkar, dengan tiga gelandang di depannya adalah Simeone, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister, sementara Lionel Messi berduet dengan Julian Alvarez di lini serang.

  • Inggris (4-2-3-1): Pickford; James, Stones, Guehi, Spence; Rice, Anderson; Rogers, Bellingham, Gordon; Kane
  • Argentina (4-1-3-2): E Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Paredes; Simeone, E Fernandez, Mac Allister; Messi, Alvarez

Berita Terkait