Bola.com, Jakarta - Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. The Three Lions sempat memimpin, tapi Albiceleste membalikkan keadaan di menit-menit akhir.
Anthony Gordon membuka skor pada menit ke-55 usai menyambut umpan Morgan Rogers. Argentina menyamakan kedudukan melalui tembakan jarak jauh Enzo Fernandez pada menit ke-85, lalu Lautaro Martinez memastikan kemenangan lewat sundulan di menit 90+2 setelah menerima umpan Lionel Messi.
Adu strategi di pinggir lapangan menjadi simpul penting partai ini. Keputusan Thomas Tuchel saat unggul membuat Inggris kehilangan arah, sementara Lionel Scaloni membaca situasi dengan tepat dan menghidupkan kembali daya dobrak Argentina. Hasil ini mengantar Albiceleste ke final menghadapi Spanyol.
Rencana Tuchel Berjalan, Lalu Tergelincir
Inggris memulai dengan organisasi pertahanan yang rapi dan pendekatan menunggu untuk menyerang balik. Kepercayaan pada Morgan Rogers sejak awal terbukti tepat ketika ia mengirim umpan matang yang diselesaikan Gordon menjadi gol pada menit ke-55.
Selama lebih dari setengah laga, struktur tim Tuchel mampu meredam ancaman Argentina. The Three Lions menjaga blok bertahan, memaksa lawan mencari celah dari area yang jauh dari kotak penalti Jordan Pickford.
Namun arah pertandingan bergeser setelah Tuchel melakukan serangkaian pergantian. Anthony Gordon ditarik dan digantikan Ezri Konsa, disusul masuknya Dan Burn serta Nico O'Reilly saat Inggris berupaya mempertahankan keunggulan. Perubahan ini memang menambah tubuh di lini belakang, tetapi menghilangkan inisiatif menyerang sehingga Inggris semakin tertekan.
Respons Scaloni dan Energi dari Bangku Cadangan
Di kubu seberang, Lionel Scaloni menempuh pendekatan berbeda ketika tertinggal. Ia memasukkan Nicolas Gonzalez dan Lautaro Martinez untuk menambah kedalaman pergerakan di lini depan tanpa mengorbankan keseimbangan.
Kehadiran Rodrigo De Paul membantu menjaga aliran bola, membuat Argentina lebih sabar dan terstruktur dalam membangun serangan. Intensitas meningkat, tetapi tetap terukur agar tidak terbuka pada serangan balik.
Kesabaran itu berbuah pada menit ke-85. Enzo Fernandez melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang menembus gawang Inggris, mengubah skor menjadi 1-1 dan menghidupkan momentum Albiceleste.
Momen Penentu dan Tiket Final untuk Albiceleste
Setelah skor imbang, kepercayaan diri Argentina kian terlihat. Tekanan berlanjut, dan pada masa injury time, Lautaro Martinez menuntaskan umpan Lionel Messi dengan sundulan pada menit 90+2 untuk membalikkan keadaan 2-1.
Sebaliknya, Inggris kesulitan keluar dari tekanan. Pergantian untuk mengamankan keunggulan justru membuat The Three Lions bermain terlalu dalam dan kehilangan pegangan atas bola di area lawan.
Partai ini menegaskan bahwa duel taktik sama pentingnya dengan pertarungan di atas rumput. Lionel Scaloni memenangkan adu strategi melawan Thomas Tuchel, membawa Argentina mengamankan tiket final Piala Dunia 2026 untuk menantang Spanyol.