Bola.com, Jakarta - Thomas Tuchel menuai sorotan setelah Timnas Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026. Pelatih The Three Lions itu bahkan dituding sejumlah suporter menyalahkan para pemain ketika menjelaskan penyebab kekalahan 1-2 dari Argentina pada laga semifinal.
Inggris sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul 1-0 hingga menit ke-84. Namun, Lionel Messi menginspirasi kebangkitan Argentina yang berujung kemenangan lewat gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan sundulan Lautaro Martinez pada masa injury time.
Sebelum dua gol tersebut tercipta, Inggris memilih bermain makin dalam untuk mempertahankan keunggulan yang diraih melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Tuchel kemudian memasukkan tiga pemain bertahan, yakni Ezri Konsa, Dan Burn, dan Nico O'Reilly.
Keputusan itu mendapat kritik dari Wayne Rooney. Tiga analis BBC lainnya, Alan Shearer, Micah Richards, dan Joe Hart, juga menyampaikan penilaian serupa.
The Sun melaporkan, di media sosial, sejumlah suporter Inggris bahkan menyebut pergantian pemain yang dilakukan Tuchel sebagai keputusan yang "pengecut".
Pembelaan Tuchel
Usai pertandingan, Tuchel langsung membela keputusannya. Namun, wawancaranya diawali dengan momen ketika ia mengaku tidak memiliki jawaban atas pertanyaan yang diajukan BBC.
Saat ditanya, "Apakah kita benar-benar sudah melihat permainan Inggris racikan Thomas Tuchel seperti yang diharapkan?", pelatih asal Jerman itu menjawab:
"Saya tidak tahu. Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan itu karena saya benar-benar tidak tahu apa maksudnya."
Tuchel kemudian diminta menjelaskan alasan di balik pergantian pemain yang lebih berorientasi bertahan.
"Pada pertandingan sebelumnya kami juga melakukan pergantian pemain yang menyerang. Namun, hari ini kami memutuskan kembali menggunakan lima pemain di lini belakang karena lawan makin sering mengirim umpan silang. Kami harus menutup ruang dan kuat dalam duel udara," jelasnya.
"Setelah mencetak gol, kami justru bermain terlalu ke belakang dan terlalu lama menunggu. Umpan silang serta peluang mereka terus berdatangan."
"Saya mencoba membantu tim, tetapi tanggung jawab tentu ada pada pelatih, dan pada level seperti ini tidak ada yang bisa menghindarinya," kata Tuchel.
Penjelasan Tuchel
Ketika ditanya mengapa tidak berupaya mengejar gol kedua, Tuchel menegaskan Inggris kesulitan menguasai bola sehingga pergantian pemain yang lebih menyerang menurutnya tidak akan banyak membantu.
"Ya, tetapi itu tidak membantu jika kami tidak menguasai bola. Kami tidak bisa keluar dari tekanan. Tentu kami ingin mencetak gol kedua," ucapnya.
"Saya merasa pergantian pemain yang lebih menyerang tidak akan membantu. Kami tetap bermain dengan formasi 4-4-2, tetapi kami makin pasif dan tidak mampu merebut maupun mempertahankan penguasaan bola."
"Ini bukan masalah struktur permainan. Kami tidak mengubah apa pun setelah mencetak gol, tetapi pertandingan berubah sepenuhnya."
"Tidak masalah. Saya mengerti jika pembahasan seperti ini muncul. Jutaan pelatih di luar sana pasti merasa mereka lebih tahu," ujarnya.
Reaksi Suporter
Pernyataan Tuchel kemudian memicu beragam reaksi dari para suporter Inggris di media sosial. Sebagian menilai mantan pelatih Chelsea itu terlalu cepat mengkritik para pemain, tetapi tidak mengakui kesalahan dari keputusan yang diambilnya sendiri.
Seorang suporter menulis, "Tuchel sangat cepat mengkritik para pemain setelah sebagian besar pertandingan, tetapi tidak pernah bertanggung jawab atas keputusan yang dia buat."
Suporter lainnya berkomentar, "Pekan lalu Tuchel cepat menyalahkan para pemain, tetapi malam ini dia tidak mau bertanggung jawab atas keputusannya sendiri. Itu sangat pengecut."
Sementara itu, pendukung lain mengatakan, "Saya baru saja mendengar wawancara Tuchel. Saya berharap dia jujur dan mengakui telah keliru karena bermain terlalu defensif, tetapi yang terdengar justru dia menyalahkan para pemain."
Inggris kini akan menghadapi Prancis pada pertandingan perebutan tempat ketiga. Adapun Argentina melaju ke final dan akan menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026.
Sumber: The Sun