Piala Dunia 2026: Prancis Tanpa William Saliba di Perebutan Tempat Ketiga, Operasi Jadi Opsi Arsenal

BBC Sports: William Saliba absen lawan Inggris di perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Arsenal mengevaluasi cedera punggung, operasi dipertimbangkan.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 17 Juli 2026, 09:08 WIB
Bek Prancis William Saliba berebut bola dengan penyerang Afrika Selatan Bongokuhle Hlongwane dalam laga persahabatan di Stadion Pierre Mauroy, Rabu (30/3/2022) dinihari WIB. Timnas Prancis berpesta lima gol ke gawang Afrika Selatan. (DENIS CHARLET / AFP)

Bola.com, Jakarta - William Saliba dipastikan tidak tersedia saat Prancis menghadapi Inggris pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Bek tengah berusia 25 tahun itu mengalami cedera punggung yang membuatnya menepi dari partai penutup Les Bleus di turnamen ini.

Masalah pada punggung tersebut telah mengganggu Saliba selama beberapa pekan terakhir dan tetap dibawanya ke kampanye bersama timnas Prancis. Situasi ini membuat ketersediaannya menjadi sorotan jelang duel kontra Inggris.

Advertisement

Kondisinya diduga kian memburuk ketika Prancis bertemu Spanyol di semifinal. Pada laga itu, Saliba hanya mampu tampil sekitar 30 menit sebelum ditarik keluar karena kembali merasakan keluhan pada punggungnya.

BBC Sports melaporkan Saliba akan absen menghadapi Inggris dan langsung kembali ke London untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Arsenal pun bersiap menilai secara detail tingkat keparahan cedera sang bek.


Absen Versus Inggris dan Kondisi Terkini

Pemain Swedia Viktor Gyokeres, berebut bola dengan pemain Prancis Dayot Upamecano, dan William Saliba selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Prancis dan Swedia di East Rutherford, N.J., dekat New York, (30/06/2028). (AP Photo/Adam Hunger)

Laporan terbaru dari BBC Sports menyebutkan William Saliba fix tidak bisa bermain melawan Inggris di partai perebutan juara 3. Keputusan itu diambil menyusul keluhan punggung yang belum mereda sejak beberapa pekan terakhir.

Prancis kehilangan satu pilar di lini belakang setelah sang bek hanya bermain 30 menit saat menghadapi Spanyol di babak semifinal. Substitusi tersebut dipicu masalah yang sama, yakni nyeri pada area punggung.

Usai keputusan absen untuk laga kontra Inggris, Saliba langsung diterbangkan kembali ke London. Langkah ini diambil agar sang pemain segera menjalani pemeriksaan menyeluruh bersama tim medis klub untuk memetakan penanganan berikutnya.


Evaluasi Arsenal dan Opsi Operasi

William Saliba. Bek tengah Prancis berusia 21 tahun ini kini memasuki musim ke-4 berseragam Arsenal sejak didatangkan dari Saint-Etienne pada awal musim 2019/2020. Ia didatangkan Unai Emery yang saat itu tengah menjalani musim keduanya bersama Arsenal dengan nilai transfer 30 juta euro atau kini setara Rp470 miliar. (AFP/Glyn Kirk)

Arsenal akan mengevaluasi tingkat keparahan cedera punggung Saliba setibanya di London. Opsi tindakan operasi masuk dalam pertimbangan apabila hasil pemeriksaan mengarah ke langkah tersebut.

Apabila operasi dipilih, masa pemulihan yang dibutuhkan berpotensi cukup panjang sebelum Saliba dapat kembali merumput. Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi The Gunners mengingat peran sentralnya di jantung pertahanan.

Dampaknya, lini belakang Arsenal diproyeksikan sedikit keropos pada awal musim 2026/2027 saat sang bek absen. Klub London Utara itu harus menyiapkan skenario rotasi dan kedalaman skuad sambil menunggu perkembangan pemulihan bek Prancis tersebut.


Memang Sudah Ada Masalah

Bek Arsenal asal Prancis William Saliba (kiri) berebut bola dengan gelandang Paris Saint-Germain asal Spanyol Fabian Ruiz (kanan) selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di stadion Parc des Princes di Paris, pada 7 Mei 2025.Thomas SAMSON / AFP

Sepanjang musim lalu, Saliba menjadi salah satu pilar utama Arsenal. Ia mencatatkan 50 penampilan di semua kompetisi, ikut membantu The Gunners mengakhiri penantian 22 tahun untuk menjuarai Premier League, sekaligus membawa klub melaju hingga final Liga Champions.

Bek kelahiran 2001 itu sebelumnya mengakui sempat bermain dalam kondisi kurang fit selama beberapa bulan. "Saya sudah mengalami beberapa masalah kecil selama beberapa bulan terakhir."

Ia menambahkan: "Saya terus menahan rasa sakit karena ada Liga Champions dan Premier League. Piala Dunia hanya datang sekali dalam empat tahun, jadi saya harus bertahan." Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana ia memaksa diri tetap tersedia di tengah jadwal padat.

Di Piala Dunia 2026, Saliba sempat absen pada laga terakhir fase grup melawan Norwegia sebelum kembali memperkuat skuad Didier Deschamps pada babak gugur. Kini, Arsenal berharap dapat segera menentukan langkah terbaik agar sang bek pulih sepenuhnya sebelum musim baru dimulai.

Berita Terkait