FA Pertahankan Thomas Tuchel di Timnas Inggris sampai Euro 2028

FA dikabarkan tetap memercayai Thomas Tuchel memimpin Timnas Inggris hingga Euro 2028. Meski gagal ke final Piala Dunia 2026, Tuchel menolak mundur.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 17 Juli 2026, 09:36 WIB
Ekspresi Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, saat laga kontra Meksiko pada 16 besar Piala Dunia 2026, di Stadion Azteca, Mexico City, Senin (6/7/2026) pagi WIB. (Alfredo Estrella/AFP)

Bola.com, Jakarta - Thomas Tuchel dikabarkan tetap memimpin Timnas Inggris hingga Euro 2028.Federasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak akan memecat pelatih asal Jerman itu meski The Three Lions gagal mencapai final Piala Dunia 2026.

Inggris tersingkir di semifinal setelah kalah 1-2 dari Argentina. Hasil tersebut memperpanjang penantian gelar mayor yang sudah berlangsung 60 tahun sejak menjuarai Piala Dunia 1966.

Advertisement

Kritik terhadap Tuchel menguat, terutama terkait pendekatan taktik dan pergantian pemain saat Inggris sempat unggul lebih dahulu melalui Anthony Gordon. Namun FA disebut tetap yakin dengan arah kepelatihan Tuchel menuju Euro 2028 yang digelar di kandang sendiri.


Semifinal Piala Dunia 2026 dan Tekanan Publik

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan instruksi kepada Jude Bellingham (#10) saat jeda minum (hydration break) dalam pertandingan 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, Rabu (1/6/2026). (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Langkah Inggris di Piala Dunia 2026 terhenti di empat besar usai tumbang 1-2 dari Argentina. Padahal, mereka membuka skor lebih dulu lewat Anthony Gordon sebelum situasi berbalik di paruh akhir laga.

Sesudah kekalahan itu, Tuchel disorot tajam. Kritik menumpuk pada strategi permainan dan keputusan pergantian pemain yang dinilai mengubah momentum setelah keunggulan awal.

Penantian trofi mayor pun berlanjut. Terakhir kali Inggris mengangkat gelar adalah Piala Dunia 1966, yang berarti rentang 60 tahun tanpa trofi kembali bertambah panjang.


FA Tegaskan Dukungan untuk Tuchel

Pelatih Inggris Thomas Tuchel berbicara dengan pemain Inggris Jude Bellingham dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

ESPN melaporkan FA tetap menilai Tuchel sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Inggris hingga Euro 2028. Keyakinan itu datang di tengah meningkatnya tekanan publik usai kegagalan ke final Piala Dunia 2026.

Chief Executive FA, Mark Bullingham, menyampaikan dukungan terbuka kepada pelatih dan skuad. Ia menegaskan kerja keras para pemain serta staf pelatih sejak fase awal turnamen hingga semifinal.

"Sangat menyakitkan rasanya bisa berada sedekat ini dengan final.Para pemain dan Thomas telah memberikan segalanya hari ini. Seluruh skuad, pelatih, dan staf telah bekerja sekeras mungkin sepanjang turnamen," ujar Bullingham di BBC Sports.

"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para suporter luar biasa kami di Amerika Serikat maupun di Inggris. Kami merasakan dukungan mereka di setiap langkah, dan kami semua sangat kecewa karena gagal melangkah lebih jauh."


Respons Tuchel Usai Gagal ke Final

Ekspresi pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, sepanjang laga kontra Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu (12/6/2026) pagi WIB. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Di tengah derasnya kritik, Tuchel menolak mundur dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Inggris. Pelatih berusia 52 tahun itu mengingatkan bahwa Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya selesai karena Inggris masih harus menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga.

"Pertama-tama, Piala Dunia belum selesai. Kami masih memiliki satu pertandingan lagi yang harus dimainkan, meskipun kami memang tidak terlalu menantikannya," ujar Tuchel.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proyek bersama Inggris menuju turnamen berikutnya. "Setelah itu kami akan terus melangkah. Saya masih memiliki kontrak hingga Euro yang digelar di kandang sendiri, dan saya tetap menantikan turnamen itu, meskipun saat ini memang sulit untuk memikirkan sesuatu yang masih cukup jauh di depan," pungkasnya.

Sumber: ESPN, BBC Sports

Berita Terkait