Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol akan berhadapan dengan Argentina di partai final Piala Dunia 2026. Pertandingan digelar di Stadion New York New Jersey, Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Laga nanti diprediksi menarik lantaran Spanyol yang berstatus juara Euro 2024 bertemu Argentina, juara bertahan Piala Dunia.
Duel nanti juga akan menghadirkan pertarungan dua pelatih hebat. Luis de la Fuente di kubu Spanyol beradu taktik dengan Lionel Scaloni di Argentina.
Banyak yang menyebut pertemuan kedua pelatih berprestasi itu layaknya duel guru melawan murid.
Simak ulasan selengkapnya, di bawah ini.
Guru dengan Mantan Murid
Luis de la Fuente melanjutkan prestasi gemilang bersama Timnas Spanyol pascameraih gelar juara Euro 2024. Di Piala Dunia 2926, Tim Matador tak terhentikan sejak fase grup.
Spanyol selalu menang sejak ditahan tim debutan, Tanjung Verde, di fase grup. Rodri dkk. menghajar Arab Saudi (4-0), Uruguay (1-0), Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan Prancis (2-0) sebelum bertemu Argentina di partai puncak.
Spanyol cuma kemasukan satu gol di Piala Dunia kali ini, yakni dijebol pemain Belgia, Charles De Ketelaere, di perempat final.
Argentina juga tak dapat dihentikan dengan selalu menang di fase grup. La Albiceleste menunjukkan mental baja di babak gugur dengan mendepak Tanjung Verde (3-2), Mesir (3-2), Swiss (3-1), dan Inggris (2-1) sebelum melangkah ke final.
Jelas, peran pelatih sangat menentukan perjalanan kedua tim.
Spanyol akan berusaha mempersembahkan gelar Piala Dunia kedua setelah 16 tahun lalu meraih gelar pertama. Sementara Argentina berupaya menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang memenangkan gelar juara dunia secara berturut-turut.
"Juara Eropa melawan juara dunia dan Amerika Selatan, dengan seorang guru dan mantan muridnya berdiri di area teknis yang berlawanan," tulis Reuters.
Hubungan Dekat
Luis de la Fuente berusia 65 tahun, sedangkan Lionel Scaloni berumur 48 tahun. Keduanya punya hubungan dekat yang sudah terjalin lama.
Persahabatan dan hubungan baik keduanya terjalin bertahun-tahun lalu di akademi kepelatihan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas.
Awalnya, De la Fuente menjadi instruktur dan Scaloni menjadi satu di antara muridnya. Momen itu terjadi pada 2017, dua tahun setelah Scaloni mengakhiri karier bermainnya alias gantung sepatu.
De la Fuente, yang saat itu menangani tim muda Spanyol, merupakan satu di antara mentor yang membimbing Scaloni saat ia mulai meniti karier di dunia kepelatihan.
Tak satu pun dari mereka menyangka bahwa bekal ilmu selama di Las Rozas suatu hari nanti akan berujung hingga ke panggung final Piala Dunia seperti sekarang.
Scaloni berbicara dengan hangat mengenai masa itu dan kedekatannya dengan De la Fuente saat Copa America 2024.
"Saya sering berbincang dengannya dan saya mendoakan yang terbaik baginya," ujar Scaloni sebelum kemenangan Argentina atas Ekuador di perempat final Copa America 2024.
Rasa kagum itu tidak hanya datang dari satu pihak saja. De la Fuente menyebut Scaloni sebagai seorang "guru", sebuah julukan yang tak lazim bagi mantan anak didiknya, tetapi sangat tepat bagi sosok yang telah membawa Argentina meraih kesuksesan menjuarai Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024.
"De la Fuente sangat membantu kami yang mengikuti kursus kepelatihan di Las Rozas. Saya menyukai cara dia mengelola tim dan bagaimana dia mengerahkan segalanya," ujar Scaloni.
Kedekatan Scaloni dengan Spanyol
Kedua pelatih itu pada akhirnya sama-sama mengangkat trofi kontinental masing-masing. Spanyol menjuarai Euro 2024 dan Argentina menjuarai Copa America 2024.
Kini, mereka bertemu kembali, bukan di ruang kelas, melainkan dengan mempertaruhkan hadiah terbesar dalam dunia sepak bola bertajuk Piala Dunia 2026.
Ikatan Lionel Scaloni dengan Spanyol lebih dari sekadar soal lisensi kepelatihan. Istri Scaloni, Elisa Montero adalah orang Spanyol, kemudian anak-anak mereka lahir di Spanyol, dan mereka pun bertempat tinggal di Mallorca.
Scaloni, yang kini berusia 48 tahun, juga menghabiskan beberapa musim bermain di Spanyol bersama Deportivo La Coruna, Racing Santander, dan Mallorca.
"Sebagian keluarga saya berasal dari Spanyol dan, tentu saja, saya mendukung Spanyol di Euro," kata Scaloni pada 2024.
Scaloni antusias menyambut duel melawan Spanyol di final Piala Dunia 2026, terlebih perjumpaanya dengan De la Fuente sebagai lawan.
"Saya ikut senang untuknya. Dia layak mendapatkannya. Dia sosok yang hebat. Segala hal yang kita lihat pada tim nasional asuhannya adalah apa yang juga ingin kita lihat pada tim kita sendiri," ujar Scaloni setelah Spanyol menyingkirkan Prancis di semifinal.
Kini, partai final akan menjadi ajang pembuktian bagi sang guru dan murid, siapa yang lebih siap dan lebih memahami karakter lawannya.
Sumber: Reuters