Dua Jalan, Satu Tujuan: Pengalaman Inspiratif 2 Pemain HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 Mengikuti Seleksi Timnas Indonesia Putri

Dari ratusan pesepak bola putri berusia muda yang hadir di Kudus untuk tampil di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026, ada dua nama yang mencuri perhatian, Albianca Raula dan Auliah Arifah.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 17 Juli 2026, 19:45 WIB
Auliah Arifah dan Albianca Raula di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. (Bola.com/Nirmatuloh Efendi/Generated AI)

Bola.com, Kudus - Di bawah terik matahari yang menyinari Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, ratusan pesepak bola putri muda beraksi dalam ajang HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 berlangsung pada 5-12 Juli 2026.

Dari ratusan pesepak bola putri berusia muda yang hadir di Kudus untuk tampil di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026, ada dua nama yang mencuri perhatian, Albianca Raula dan Auliah Arifah.

Advertisement

Keduanya tengah meniti jalan panjang menuju panggung sepak bola nasional. Kedua pemain itu datang dari regional yang berbeda di HYDROPLUS Soccer League All Stars 2025/2026 yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Albianca Raula berasal dari HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 Jabodetabek bersama Cipta Cendikia FA asal Bogor. Sementara Auliah Arifah bermain bersama Akademi Persib Bandung di HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 Jawa Barat.

Meski berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda, keduanya sama-sama memendam ambisi yang sama besar, menjadi pesepak bola profesional dan mengenakan seragam Timnas Indonesia.

Dalam perbincangan dengan Bola.com di sela HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026, Albianca Raula dan Auliah Arifah berbagi pengalamannya sempat mengikuti seleksi Timnas Indonesia Putri, untuk level kelompok umur.

 
 

Albianca Raula: Dari Gelanggang Sekolah Bermimpi ke Panggung Internasional

Pemain Cipta Cendikia Football Academy, Albianca Raula, mengontrol bola dan mencoba melewati pemain Goal Aksis di final U-15 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026). (Bola.com/Nirmatuloh Efendi)

Bagi Albianca Raula, atau yang akrab disapa Bianca, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Ini adalah babak terbaru dari perjalanan panjang yang sudah ia rintis sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Bianca berposisi asli sebagai gelandang. Namun, ia bermain sebagai winger di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Fleksibilitas posisi ini menjadi salah satu bukti kematangan di lapangan hijau meski usianya masih terbilang muda.

Jejak Bianca di sepak bola putri dimulai dari MilkLife Soccer Challenge 2024 Series 2 Jakarta yang kemudian berlanjut ke MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025, tempat ia pertama kali menarik perhatian pencari bakat.

Setelah itu, Bianca terpilih masuk dalam tim yang mewakili Indonesia berlaga di Junior Soccer School and League (JSSL) Singapore 7’s 2025.

Ia kemudian bergabung bersama Cipta Cendikia FA di HYDROPLUS Piala Pertiwi U-14 dan U-16 2025 Regional Jakarta. Momen yang paling dikenang adalah ketika timnya menjadi juara meski para pemain belum pernah berlatih bersama.

Prestasi itu membuka jalan bagi Bianca mendapat tawaran beasiswa dari akademi sepak bola Cipta Cendikia, sekaligus panggilan seleksi tim nasional junior di bawah asuhan Timo Scheunemann.

Pemain putri kelahiran 2013 itu berhasil lolos seleksi, sebuah pencapaian besar mengingat ia harus bersaing dengan pemain-pemain dari berbagai kota di Indonesia.

Meski begitu, Bianca menyadari usianya masih muda, sehingga belum banyak mendapat kesempatan bermain di level tim nasional.

“Kalau sudah di timnas itu enggak segampang yang kamu bayangkan,” ujar Bianca, menyebut pengalaman tersebut sebagai proses pembelajaran berharga meski penuh tantangan dan kritik.

"Itu semua bagian dari perjuangan Bianca," katanya.

Pesepak bola putri yang baru saja lulus dari SDN Kebagusan 03 Jakarta Selatan itu telah menetapkan target jangka panjang berbekal pengalaman bermain di berbagai turnamen, termasuk MilkLife Soccer Challenge regional Jakarta hingga ke HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Ia ingin berseragam Timnas Indonesia Putri dengan mimpi besar ke Piala Dunia Wanita.

“Dengan bersabar tetapi tetap berlatih hingga saat itu tiba, saya sudah tahu apa yang bisa saya lakukan nanti,” ujarnya.


Auliah Arifah: Perjalanan dari Futsal Menuju Sepak Bola

Pemain Akademi Persib Bandung, Auliah Arifah (kiri), saat tampil di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. (Bola.com/Nirmatuloh Efendi)

Berbeda dengan Bianca, perjalanan Auliah Arifah menuju sepak bola justru berawal dari lapangan futsal. Sejak kelas 6 SD, Auliah lebih dulu menekuni futsal hingga akhirnya beralih ke sepak bola pada 2024.

Transisi itu ternyata membawa berkah besar baginya. Pada percobaan pertamanya mengikuti seleksi timnas kategori usia, Auliah berhasil lolos dan terus bertahan hingga saat ini. Sebuah pencapaian yang tidak mudah, mengingat ia harus bersaing dengan para pemain terbaik dari seluruh Indonesia.

“Ketika sudah di timnas, semua pemain bagus,” ujar Auliah, mengakui lingkungan kompetitif itu justru menjadi pembelajaran berharga bagi kariernya dan masa depan.

Latar belakangnya sebagai pemain futsal memberi Auliah fondasi yang unik ketika beradaptasi dengan sepak bola. Melalui program-program pelatihan yang ia ikuti, termasuk saat menjalani pemusatan latihan, Auliah belajar banyak hal baru, mulai dari teknik dasar, taktik, hingga cara bermain sepak bola yang sesungguhnya berbeda dari futsal yang lebih dulu ia kuasai.

Keputusan Auliah serius menekuni sepak bola tidak lepas dari dukungan penuh orang tuanya. Ia mengaku selalu diberi kebebasan memilih jalan yang ingin ditempuhnya, termasuk saat memutuskan beralih dari futsal ke sepak bola dengan tujuan besar: menjadi atlet profesional.

Sosok yang menginspirasi Auliah adalah Maulina Novryliani. Dari sang senior, Auliah belajar banyak cara bermain sepak bola maupun futsal yang menurutnya sangat mengesankan.

“Saya pernah satu tim dengannya dan saya belajar kalau main sepak bola seperti ini, sementara main futsal seperti ini. Dia menginspirasi saya banget dan keren banget menurut saya,” ujarnya.


Harus Berjuang dan Konsisten

Meski memulai dari titik yang berbeda, Albianca Raula dan Auliah Arifah sama-sama menunjukkan bahwa jalan menuju sepak bola putri profesional di Indonesia terbuka lebar bagi mereka yang mau berjuang dan konsisten berlatih.

Ajang seperti HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 menjadi salah satu panggung penting yang mempertemukan bakat-bakat muda ini, sekaligus menjadi batu loncatan bagi mimpi besar mereka untuk suatu hari membela Timnas Indonesia Putri di panggung dunia.

Bagi Bianca dan Auliah, perjalanan masih panjang. Namun, semangat dan tekad yang mereka tunjukkan di Supersoccer Arena, Kudus, menjadi bukti masa depan sepak bola putri Indonesia berada di jalur yang tepat.

Berita Terkait