Muncul Petisi Laga Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis Vs Spanyol Diulang, Hampir 100 Ribu Orang Tanda Tangan

Pendukung Timnas Prancis masih belum rela tim kesayangan kalah dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 18 Juli 2026, 15:00 WIB
Pemain depan Prancis #07, Ousmane Dembele, melepaskan tembakan melewati pemain bertahan Spanyol #24, Marc Cucurella, selama pertandingan semifinal UEFA Nations League antara Spanyol dan Prancis di Stuttgart, Jerman barat daya, Jumat dini hari WIB (6-6-2025). (FRANCK FIFE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Sebagian pendukung Prancis masih tidak rela tim kesayangannya gagal lolos ke final Piala Dunia 2026. Langkah Les Bleus terhenti di semifinal usai kalah dari Spanyol 0-2 di Dallas Stadium, Rabu (15-7-2026).

Para pendukung Prancis telah meluncurkan petisi yang menuntut agar pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol diulang. Mereka mengklaim keputusan wasit yang kontroversial telah mengubah jalannya pertandingan.

Advertisement

 Penalti cepat dari Mikel Oyarzabal membawa tim asuhan Luis de la Fuente unggul, sebelum Pedro Porro memastikan langkah La Roja ke final dengan penyelesaian apik yang menaklukkan Mike Maignan di babak kedua.

Prancis selanjutnya bertemu Inggris dalam duel perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026, Minggu (19-7-2026) dini hari WIB, Sementara Spanyol berjumpa Argentina di final, sehari kemudian.


Anggap Bukan Penalti

Pemain Spanyol Mikel Oyarzabal mencetak gol pembuka dari titik penalti melewati kiper Prancis Mike Maignan selama pertandingan semifinal Piala Dunia sepak bola antara Prancis dan Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Pada laga tersebut, Spanyol dihadiahi penalti kontroversial setelah Lucas Digne salah membaca situasi pertahanan dan menendang kaki Lamine Yamal di menit ke-20.

Setelah pemeriksaan VAR singkat, Oyarzabal berhasil mengeksekusi penalti tersebut, memberikan keunggulan bagi Spanyol.

La Furia Roja mampu memanfaatkan keunggulan tersebut dengan bermain lebih konservatif dalam penguasaan bola, sebelum akhirnya mencetak gol kedua untuk mengamankan posisi.

Para penggemar Prancis merasa keputusan memberikan penalti kepada Spanyol itu tidak hanya mengubah jalannya pertandingan, tetapi juga keliru.

Pendukung Les Bleus meyakini bola sempat mengenai lengan Yamal sebelum Digne melakukan pelanggaran sehingga penalti tersebut seharusnya tidak diberikan.

Mereka lantas bersatu menuntut pertandingan diulang karena ketidakadilan yang dirasakan, dan petisi ini kini mendekati angka 100.000 tanda tangan.

"Saat penalti diberikan kepada Spanyol, Lamine Yamal melakukan handball lebih dahulu," bunyi petisi tersebut seperti dilansir dari Give Me Sport.

"Prancis seharusnya tidak kebobolan gol pembuka itu, yang benar-benar mengubah jalannya pertandingan. Olahraga harus dimainkan sesuai aturan, dan malam ini aturan tersebut tidak diindahkan."


Bagaimana Sikap FIFA?

Pemain Spanyol Mikel Oyarzabal merayakan gol pembuka dari titik penalti dalam pertandingan semifinal Piala Dunia antara Prancis dan Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Pendapat pendukung Prancis mungkin ada benarnya. Bola memang tampak sedikit menyentuh lengan Yamal, yang secara teori cukup menjadi alasan untuk membatalkan penalti tersebut.

Namun, mantan wasit FIFA sekaligus pakar aturan, Christina Unkel, memberikan penjelasan.

"Titik kontak yang sebenarnya terjadi pada bagian lengan baju Yamal sehingga hal itu tidak dianggap sebagai pelanggaran," jelas Unkel.

FIFA tidak dapat mengabulkan permintaan pertandingan ulang karena alasan logistik mengingat laga final yang akan digelar satu hari lagi, maupun karena alasan teknis olahraga.

Selain itu, pemberian penalti yang agak meragukan pada menit ke-22 pertandingan tidaklah cukup menjadi alasan untuk mengambil tindakan drastis semacam itu.

Prancis mungkin memiliki dukungan jumlah orang dalam petisi mereka, tetapi hal tersebut tidak dapat memberikan kekuatan nyata, karena permintaan itu sangat kecil kemungkinannya untuk dipenuhi.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait