Bola.com, Malang - Komposisi skuad Arema FC untuk kompetisi 2026/2027 hampir komplet. Mereka sudah mengontrak 11 pemain asing. Artinya, kuota maksimal untuk pemain asing sudah terpenuhi.
Sedangkan di sektor pemain lokal, tim berjuluk Singo Edan itu merekrut empat pemain baru, yakni Syahrul Fadillah, Erlangga Setyo, Robi Darwis, dan Alfeandra Dewangga.
Dua nama terakhir membuat Arema punya senjata baru. Bukan karena Dewangga dan Robi musim lalu membela tim juara BRI Super League, Persib Bandung, tetapi mereka punya kelebihan lain.
Keduanya piawai dalam hal lemparan jauh. Yap, Robi dan Dewa punya kemampuang long throw in. Skema ini sempat dipopulerkan Timnas Indonesia ketika memainkan Pratama Arhan beberapa tahun belakangan.
Belum Diasah Lagi
Asisten pelatih Arema, Siswantoro, mengakuinya.
"Secara teknis, pelatih kepala tentu punya pertimbangan tersendiri secara taktikal untuk merekrut Dewangga dan Robi. Ke depan, kelebihannya itu (lemparan jauh) bisa dimanfaatkan untuk tim," kata Siswantoro.
Hanya, saat ini kelebihan tersebut belum diasah Arema karena persiapan Singo Edan saat ini masih berkutat mengembalikan fisik pemain. Selain itu, pelatih kepala, Marcos Santos, juga belum bergabung.
Namun, long throw in tersebut bisa saja digunakan dalam Piala Presiden 2026. Kebetulan, Arema akan jumpa tuan rumah Grup A Piala Presiden 2026, yakni Persib. Dua tim akan bentrok di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten, Bandung, 25 Juli 2026.
Yang menarik, Robi dan Dewangga merupakan eks pemain Persib. Jadi, laga pertama pramusim mereka langsung berjumpa dengan mantan klub.
"Kami yakin mereka profesional. Jika dapat kesempatan bermain, pasti mereka berupaya mengeluarkan semua kemampuannya untuk Arema," lanjut Siswantoro.
Kelebihan Lain
Selain lemparan jauh, dua pemain itu punya kelebihan lain. Dewangga dan Robi bisa bermain di beberapa posisi, terutama di lini belakang dan tengah.
Dewa pernah jadi stoper, bek kiri hingga gelandang bertahan, sedangkan Robi bisa jadi gelandang bertahan dan bek kanan.
Hal itu jadi satu di antara pertimbangan utama dalam merekrut Dewangga dan Robi. Pasalnya, tiga musim terakhir, Arema sering melakukan perubahan posisi di lini tengah dan belakang mengingat beberapa kali Singo Edan kehabisan stok stoper karena gangguan cedera.
"Mereka bisa bermain di beberapa posisi. Tentu pelatih bisa memaksimalkan potensi itu," kata Siswantoro.
Sebelumnya, Arema pernah menurunkan beberapa pemain asing di posisi berbeda, seperti Matheus Blade, Julian Guevara dan Betinho Filho.
Tiga pemain itu berposisi asli sebagai gelandang jangkar, tetapi dalam beberapa pertandingan mereka tampil apik sebagai stoper.