Argentina Merasa Diperlakukan Tak Adil Jelang Final Piala Dunia 2026, Ini Kata Lionel Scaloni

Lionel Scaloni sebut Argentina tidak diperlakukan adil jelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Juli 2026, 05:30 WIB
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni,saat pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 melawan Austria di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin (22/6/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menilai timnya berada dalam posisi yang kurang menguntungkan menjelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol pada Minggu waktu setempat atau Senin dini hari WIB.

Argentina, yang berstatus juara bertahan, memastikan langkah ke partai puncak setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Inggris pada laga semifinal yang berlangsung Kamis dini hari WIB lalu.

Advertisement

Di sisi lain, Spanyol lebih dulu memastikan tiket ke final berkat kemenangan 2-0 atas Prancis sehari sebelumnya.

Menurut Scaloni, jadwal tersebut memberi lawannya waktu pemulihan yang lebih panjang.


Keluhan Argentina

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni memimpin latihan Timnas Argentina menjelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL melawan Chile di Ezeiza, Buenos Aires, Selasa (03/09/2024). (AFP/Juan Mabromata)

Scaloni juga mengaku tidak puas dengan keputusan FIFA yang mengharuskan skuad Argentina menjalani sesi latihan pada Jumat sore waktu setempat di New York. Padahal, timnya baru tiba sekitar pukul 23.00 pada malam sebelumnya.

"Kami baru benar-benar beristirahat sekarang karena baru tiba tadi malam sekitar pukul 23.00. Hari ini kami dipaksa berlatih pada waktu yang sebenarnya tidak kami inginkan," kata Scaloni.

"Dengan adanya konferensi pers dan berbagai agenda lainnya, kami harus menjalani sesi latihan yang tidak biasa dan berlangsung singkat. Kami juga hampir tidak sempat mencoba apa pun," keluhnya.

Scaloni mengatakan fokus utama timnya saat ini adalah memulihkan kondisi para pemain sebelum laga final.

"Kami fokus pada pemulihan. Setelah itu kami akan melihat kondisi para pemain karena ada beberapa yang belum berada dalam kondisi 100 persen," ujarnya.

"Kami akan mengevaluasi kondisi mereka. Kami bermain dengan fokus kepada diri sendiri, tetapi tetap memperhatikan kualitas yang dimiliki lawan."


Dukungan Suporter

Suporter Argentina merayakan kemenangan 3-2 pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Cabo Verde di Stadion Miami pada 4 Juli 2026 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images melalui AFP)

Pelatih berusia 48 tahun itu juga menegaskan bahwa dukungan luar biasa dari suporter Argentina sepanjang enam pekan terakhir menjadi motivasi besar bagi timnya untuk kembali membawa pulang trofi Piala Dunia.

"Melihat orang-orang kami, bagaimana mereka merayakan dan merasa bahagia, itu sangat menyentuh hati. Mustahil hal itu tidak memengaruhi perasaan kami," tutur Scaloni.

"Pada akhirnya kami bermain untuk mereka. Tim ini bermain untuk negara dan keluarga mereka."

"Suporter Boca dan River berpelukan dan merayakan bersama di depan televisi. Bagaimana mungkin itu tidak memengaruhi kami?" ucapnya.

Kiper Argentina, Emiliano Martinez, menyampaikan pandangan serupa mengenai besarnya dukungan yang diberikan para pendukung Albiceleste.

"Suporter kami benar-benar luar biasa, berbeda dengan negara lain. Melihat mereka merayakan pada pukul 02.00 dini hari dalam cuaca dingin di Argentina sangat berarti bagi kami," kata Martinez.

 

Sumber: Metro

Berita Terkait