Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan mencetak sejarah, bukan hanya menentukan juara dunia, tetapi juga karena untuk pertama kalinya, final Piala Dunia akan menghadirkan halftime show dengan durasi jeda babak yang diperpanjang hingga sekitar 30 menit.
FIFA telah mengumumkan bahwa tambahan tersebut akan digunakan untuk menggelar pertunjukan hiburan, mengadopsi konsep yang selama ini identik dengan American Football.
Bagi sebagian orang, ini merupakan langkah yang menarik. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan pengalaman penonton sekaligus membuka peluang komersial yang lebih besar melalui sponsor, siaran televisi, dan aktivasi merek.
Dalam beberapa tahun terakhir, FIFA memang menunjukkan arah yang semakin kuat dalam menuju optimalisasi nilai komersial turnamen.
Jumlah peserta yang bertambah dari 32 menjadi 48 sehingga jumlah pertandingan meningkat termasuk penggunaan hydration break yang oleh sebagian pihak dipandang bukan hanya sebagai jeda pemulihan, tetapi juga peluang tambahan bagi aktivasi komersial, hingga kini menghadirkan halftime show di partai final.
Di sisi lain, perubahan ini juga menghadirkan tantangan dari perspektif sports science. Selama puluhan tahun, Laws of The Game menetapkan durasi jeda babak maksimal 15 menit.
Bukan Sekadar Jeda
Waktu tersebut bukan sekadar jeda untuk menyusun ulang strategi di ruang ganti, tetapi juga dirancang agar pemain memiliki waktu cukup untuk beristirahat tanpa kehilangan kesiapan fisik ketika memasuki lapangan.
Sebenarnya konsep halftime show sudah lebih dahulu diterapkan pada Final FIFA Club World Cup 2025 di Amerika Serikat.
Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penerapan halftime show pada turnamen tersebut meningkatkan angka cedera pemain. Namun, kondisi Final Piala Dunia tentu berbeda.
Final Piala Dunia dimainkan pada intensitas kompetitif yang jauh lebih tinggi. Para pemain datang setelah menjalani musim panjang bersama klub masing-masing, kemudian melewati turnamen yang menguras fisik dan mental.
Dampak Psikologis
Situasi ini berbeda dengan Kejuaran Dunia Antarklub yang berlangsung pada periode pramusim, di mana klub punya lebih banyak celah untuk melakukan rotasi dan intensitas yang berbeda di setiap pertandingan. Oleh karena itu, dampak fisiologis dari jeda pertandingan yang lebih panjang layak mendapat perhatian lebih besar.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa 15 menit pertama babak kedua merupakan fase ketika performa fisik pemain cenderung menurun. Bahkan, sebagian besar cedera yang terjadi pada babak kedua tercatat terjadi pada periode ini.
Salah satu penyebab utamanya adalah turunnya suhu otot dan tubuh selama pemain berada dalam kondisi pasif di ruang ganti. Penurunan suhu tersebut dapat mengurangi kemampuan menghasilkan tenaga eksplosif sehingga meningkatkan risiko cedera saat pemain kembali melakukan sprint, akselerasi, maupun perubahan arah secara tiba-tiba.
Semakin panjang periode pemain tidak aktif, semakin besar tantangan untuk menjaga tubuh tetap siap ketika pertandingan kembali dimulai. Di sinilah peran staf performa fisik dan tim medis menjadi sangat penting.
Fokus mereka bukan hanya menyampaikan instruksi taktik kepada pemain, tetapi juga memastikan suhu tubuh tetap terjaga, melakukan re-warm-up pada waktu yang tepat, serta mengembalikan kesiapan otot sebelum peluit babak kedua dibunyikan.
Tantangan Baru
Dengan demikian, halftime show bukan sekadar tambahan hiburan dalam Final Piala Dunia 2026. Di balik panggung megah dan pertunjukan musik, terdapat tantangan baru bagi pelatih dan stafnya, serta pemain untuk mengelola kondisi fisik secara optimal.
Menarik untuk disaksikan, apakah inovasi yang bertujuan meningkatkan nilai komersial turnamen ini dapat berjalan berdampingan dengan tuntutan performa olahraga level tertinggi.
Sebab, pada akhirnya, sebesar apapun nilai hiburan dan komersial yang dihasilkan, Final Piala Dunia akan dikenang karena apa yang terjadi di atas lapangan selama 90 menit pertandingan, atau mungkin sedikit lebih lama dari biasanya.
Hardani Maulana
*) Pemerhati sepak bola founder Labbola dan Co-Founder Lapangbola