Ayah Lamine Yamal Absen di Final Piala Dunia 2026, Tak Mau Merepotkan Orang

Ayah Lamine Yamal Absen di Final Piala Dunia 2026, Tak Mau Merepotkan Orang

Bola.com, Jakarta - Lamine Yamal dipastikan mendapat kesempatan tampil sebagai starter saat Timnas Spanyol menghadapi Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Namun, momen bersejarah itu harus dilaluinya tanpa kehadiran sang ayah di stadion.

Ayah Yamal, Mounir Nasraoui, memutuskan tidak terbang ke Amerika Serikat untuk menyaksikan langsung pertandingan final karena alasan kesehatan.

Nasraoui mengungkapkan dirinya mengidap epilepsi sehingga tidak memungkinkan melakukan perjalanan jauh, terlebih dalam situasi yang penuh tekanan emosional seperti final Piala Dunia.

Dalam keterangannya, Nasraoui menjelaskan bahwa ia harus mengonsumsi obat setiap hari untuk mengendalikan kondisinya.

Ia juga mengaku stres atau emosi berlebihan bisa memicu serangan epilepsi secara tiba-tiba.

"Saya mengidap epilepsi. Saya harus mengonsumsi banyak obat setiap hari dan sewaktu-waktu bisa mengalami kejang," ujar Nasraoui.

"Saya bisa saja berada di sana, tetapi karena stres atau emosi, saya bisa mengalami kejang tanpa menyadarinya. Jadi semuanya harus dipikirkan dengan matang."

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tak Mau Merepotkan

Ia menambahkan bahwa keputusannya untuk tetap berada di rumah juga demi menghindari merepotkan banyak orang.

"Sebelum bepergian, saya harus memikirkan diri saya, memikirkan dia (Lamine), dan semua orang di sekitar kami. Saya bisa saja malah menimbulkan masalah. Jadi lebih baik saya tetap di rumah dan menyaksikan semuanya dari sini," katanya.

Meski sempat dibekap cedera selama turnamen, Lamine Yamal dipastikan dalam kondisi siap bermain saat Spanyol menantang Argentina pada partai puncak.

Pemain Barcelona berusia 19 tahun itu memang belum tampil seimpresif ekspektasi banyak pihak di Piala Dunia 2026. Hingga jelang final, ia baru mencetak satu gol dan belum menyumbang assist.

Peluang Cetak Sejarah

Meski demikian, pelatih Luis de la Fuente tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Yamal untuk mengisi lini serang La Roja.

Spanyol kini berpeluang meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah terakhir kali menjadi juara pada edisi 2010 usai mengalahkan Belanda di partai final.

Bagi Yamal, final melawan Argentina menjadi kesempatan emas untuk menutup turnamen dengan penampilan terbaik sekaligus mempersembahkan trofi Piala Dunia bagi negaranya, meski sang ayah hanya bisa memberikan dukungan dari rumah.  

Sumber: TribalFootball

Video Populer

Foto Populer