Luis De la Fuente Akui Spanyol Menderita di Final Piala Dunia 2026

Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai kalahkan Argentina 1-0. De la Fuente puji Dibu Martinez dan tekankan pentingnya kesabaran hingga gol Ferran Torres.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 20 Juli 2026, 07:24 WIB
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente bersama trofi Piala Dunia 2026. (AFP/Justin Setterfield)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, merayakan gelar Piala Dunia 2026 sambil menekankan betapa beratnya menaklukkan Argentina di partai puncak. Ia menyebut kemenangan ini lahir dari kesabaran menghadapi pendekatan lawan yang sangat disiplin.

La Furia Roja memastikan trofi setelah menang 1-0 atas Argentina di final. Gol penentu dicetak Ferran Torres pada awal babak tambahan waktu kedua, membuat duel tidak berlanjut ke adu penalti.

Advertisement

De la Fuente menilai Emiliano "Dibu" Martinez menjadi penghalang utama yang membuat Spanyol butuh waktu lebih lama untuk memastikan hasil. Di sisi lain, permainan pragmatis Argentina sejak awal laga ikut memaksa pertandingan berjalan alot.


Peran Dibu Martinez dan Laga yang Berlarut

Gelandang Timnas Argentina bernomor punggung 20, Alexis Mac Allister, gelandang Timnas Inggris bernomor punggung 4, Declan Rice, dan bek Argentina bernomor punggung 13, Cristian Romero, berebut bola di samping bek Argentina bernomor punggung 6, Lisandro Martinez, dan kiper Argentina bernomor punggung 23, Emiliano Martinez, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (Thomas COEX/AFP)

De la Fuente menegaskan bahwa performa Dibu Martinez menjaga Argentina tetap dalam permainan hingga memasuki babak tambahan. Ia menilai rangkaian penyelamatan kiper Argentina itu membuat papan skor bertahan imbang lebih lama dari yang diharapkan timnya.

"Saya pikir pertandingan ini seharusnya sudah ditentukan jauh lebih awal. Intervensi Dibu membuat kami tidak bisa menang lebih cepat. Dia membuat kami tidak bisa unggul di papan skor lebih awal," ujar De la Fuente, dikutip Marca.

Menurut sang pelatih, tanpa intervensi kiper lawan, peluang Spanyol untuk menutup final lebih cepat terbuka lebar. Argentina pun mampu bertahan dalam ritme yang mereka inginkan hingga momen krusial datang di periode tambahan waktu.


Kesabaran Spanyol Menghadapi Pendekatan Argentina

Ferran Torres dari Timnas Spanyol merayakan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan ffinal Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Senin (20-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ashley Landis)

Argentina tampil pragmatis sejak sepak mula, mengutamakan organisasi pertahanan dan membuat Spanyol frustrasi pada waktu normal. Usai Enzo Fernandez menerima kartu merah, rapatnya blok pertahanan Argentina semakin terasa dan ruang di sepertiga akhir makin terbatas.

De la Fuente menyoroti pentingnya kontrol emosi dan ketekunan hingga akhir. "Namun, ini adalah final Piala Dunia dan Anda harus tetap menderita, bahkan ketika menghadapi tim dengan 10 pemain. Kami sudah siap menghadapi segala situasi," pungkas De la Fuente.

Kesabaran Spanyol akhirnya berbuah hasil. Dengan terus mengalirkan bola dan menunggu momen, celah di pertahanan Argentina muncul pada periode tambahan waktu, yang kemudian dimaksimalkan menjadi gol penentu.


Gol Ferran Torres dan Mahkota Dunia

Selebrasi Ferran Torres usai mencetak gol untuk Timnas Spanyol saat melawan Timnas Argentina dalam laga final Piala Dunia 2026 di Metlife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026). (AFP/David Ramos)

Penentuan datang di awal babak tambahan waktu kedua ketika Ferran Torres menuntaskan peluang untuk membawa Spanyol unggul 1-0. Gol itu menjadi pembeda di final yang berjalan ketat dari menit pertama.

Dengan keunggulan tersebut, partai puncak tidak perlu ditentukan melalui adu penalti. Struktur pertahanan yang dibangun Argentina sebelumnya akhirnya runtuh pada momen yang paling krusial bagi Spanyol.

Kemenangan ini memastikan Spanyol dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026. Bagi De la Fuente, hasil ini mengukuhkan efektivitas pendekatan timnya: tetap tenang, meminimalkan risiko, dan menanti kesempatan terbaik di laga sebesar final.

Sumber: Marca

Berita Terkait