Lionel Scaloni Terima Kekalahan di Final Piala Dunia 2026: Kami Sudah Berikan Segalanya

Lionel Scaloni sedih usai Argentina tumbang dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, menegaskan timnya sudah habis-habisan dan meminta skuad segera bangkit.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 20 Juli 2026, 09:00 WIB
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni,saat pertandingan Grup J Piala Dunia 2026 melawan Austria di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin (22/6/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

Bola.com, Jakarta - Lionel Scaloni menyatakan kesedihannya setelah Timnas Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Namun pelatih La Albiceleste itu menegaskan tidak ada yang perlu disesali karena para pemain telah memberikan yang terbaik sepanjang turnamen, seperti disampaikannya kepada TyC Sports.

Ambisi Argentina untuk menjuarai Piala Dunia secara back to back akhirnya terhenti di partai puncak. Dalam laga tersebut, permainan pragmatis Argentina sempat membuat La Furia Roja frustrasi, sebelum Ferran Torres muncul sebagai penentu kemenangan.

Advertisement

Gol Torres lahir di awal babak tambahan waktu kedua dan menjadi pembeda duel perebutan gelar. Meski hasilnya pahit, Scaloni menyampaikan apresiasi penuh untuk skuad yang kembali menembus final ajang empat tahunan itu.


Apresiasi Untuk Skuad Argentina

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente (kanan), dan pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni (kiri), saling berpelukan dalam sebuah acara bersama suporter di Javits Center, New York, pada 17 Juli 2026, dua hari sebelum pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina. (JUAN MABROMATA / AFP)

Scaloni menekankan perjuangan pemainnya hingga detik terakhir. Ia menyebut momen di final itu menyakitkan, tetapi upaya tim sudah maksimal dari awal hingga akhir pertandingan.

"Ini momen yang menyedihkan, tetapi kami sudah memberikan segalanya," ujar Scaloni kepada TyC Sports. Pernyataan itu merangkum rasa bangganya pada kolektif tim yang kembali tampil kompetitif hingga puncak turnamen.

Rasa terima kasihnya juga ia sampaikan secara terbuka. "Saya punya banyak hal untuk dikatakan tentang bagaimana kami bisa sampai ke sini, tetapi rasanya tidak perlu. Rasa terima kasih saya kepada para pemain ini tidak akan pernah berakhir. Mereka berhasil mencapai final lagi dan berkompetisi," sambung Scaloni.


Jalan ke Final dan Pengakuan Atas Spanyol

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni memimpin latihan Timnas Argentina menjelang laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL melawan Chile di Ezeiza, Buenos Aires, Selasa (03/09/2024). (AFP/Juan Mabromata)

Pelatih berusia 46 tahun tersebut menilai, menembus final Piala Dunia bukanlah perkara mudah. Ia meminta semua pihak menghargai proses yang dijalani tim hingga mencapai partai puncak.

Scaloni juga mengakui performa Spanyol pada laga tersebut. "Spanyol memang lebih baik, tetapi saya memiliki kenangan luar biasa bersama kelompok ini. Kami harus menghargai fakta bahwa kami bisa sampai di sini (final Piala Dunia) itu sangat sulit."

Pada duel itu, Argentina tampil disiplin dan berhasil menahan tekanan Spanyol dalam waktu normal. Namun momentum berbalik saat Ferran Torres mencetak gol di awal babak tambahan waktu kedua yang akhirnya menutup harapan Albiceleste untuk mempertahankan gelar.


Bangkit dari Kekalahan

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam pertandingan melawan Aljazair di Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026). (AP Photo/Charlie Riedel)

Scaloni menegaskan kekalahan adalah bagian dari sepak bola dan menjadi ujian karakter. Ia berharap tim memperlihatkan respons yang sama kuatnya seperti ketika merayakan kemenangan.

"Kami hebat ketika menang dan kami juga harus hebat ketika kalah. Kami menerima kekalahan ini. Kami sudah memberikan segalanya dan mencapai momen yang sangat penting," sambung Scaloni.

Ia lalu menitip pesan untuk para pemain dan publik Argentina. "Jika mereka meninggalkan segala sesuatu di lapangan seperti yang mereka lakukan hari ini, itu adalah contoh yang luar biasa bagi rakyat dan negara kami. Anda bisa kalah, tetapi kemudian harus bangkit lagi," pungkasnya.

Berita Terkait