Raih Trofi Piala Dunia 2026, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi Samai Prestasi Cemerlang Pele

Lamine Yamal dan Pau Cubarsi resmi sejajar legenda-legenda sepak bola yang memenangkan Piala Dunia di usia muda.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 20 Juli 2026, 10:15 WIB
Penyerang Timnas Spanyol bernomor punggung 19, Lamine Yamal, berbicara dengan bek bernomor punggung 22, Pau Cubarsi, selama pertandingan 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 6 Juli 2026. (Aric Becker/AFP)

Bola.com, Jakarta - Dua pilar Timnas Spanyol, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, melengkapi pencapaian individu setelah menjuarai Piala Dunia 2026

Lamine Yamal dan Pau Cubarsi turut berkontribusi besar dalam kemenangan Spanyol atas Argentina 1-0 di partai final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026). Ferran Torres menjadi penentu kemenangan Spanyol dalam laga yang berlangsung sengit selama 120 menit.

Advertisement

Trofi Piala Dunia 2026 menjadi gelar kedua Spanyol setelah memenangkan pada edisi 2010 di Afrika Selatan

Khusus bagi Yamal dan Cubarsi, kedua pemain itu resmi sejajar legenda-legenda sepak bola yang memenangkan Piala Dunia di usia yang masih muda.

Yamal dan Cubarsi mengangkat trofi sebelum menginjak usia 20 tahun, bergabung dalam daftar 10 pemain bersejarah di pentas Piala Dunia.

 


Hanya Segelintir

Pemain Spanyol, Pau Cubarsi, saat perempat final Piala Dunia 2026 melawan Belgia di Los Angeles Stadium, Minggu (10/7/2026). (Florencia Tan Jun/Getty Images/AFP)

Yamal, yang baru saja berulang tahun ke-19 beberapa hari sebelum laga final, menjadi pemenang Piala Dunia termuda kelima sepanjang masa. Cubarsi, yang juga berusia 19 tahun, masuk jajaran eliet yang sama.

Pencapaian ini menempatkan mereka sejajar deretan legenda seperti Pele dan Kylian Mbappe, dua dari segelintir pemain yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia saat masih remaja.

Termasuk Yamal dan Cubarsi, hanya sepuluh pemain dalam sejarah Piala Dunia yang memenangkan turnamen ini sebelum ulang tahun mereka yang ke-20.

Kelompok ini mencakup sembilan edisi Piala Dunia berbeda, dari kemenangan Uruguay pada 1950 hingga kemenangan Spanyol edisi 2026.

 


Posisi Yamal dan Cubarsi

Pemain Spanyol Pau Cubarsi dan Pedro Porro berebut bola dengan pemain Prancis Kylian Mbappe selama pertandingan semifinal Piala Dunia sepak bola antara Prancis dan Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Jika diurutkan berdasarkan usia, Pele tetap menjadi pemenang Piala Dunia termuda sepanjang masa pada usia 17 tahun 249 hari, diikuti Ronaldo Nazario pada usia 17 tahun 298 hari dan Giuseppe Bergomi (Italia) pada usia 18 tahun 174 hari.

Yamal menempati posisi tepat di belakang trio tersebut, sejajar Coutinho pada usia 19 tahun 6 hari, yang menjadikannya pemenang Piala Dunia termuda keempat dalam sejarah.

Cubarsi menempati peringkat ketujuh secara keseluruhan pada usia 19 tahun 178 hari, berada di antara Marco Antonio dan Mbappe, yang meraih kemenangan gemilang bersama Prancis pada 2018 saat berusia 19 tahun 207 hari.

Berkat Yamal dan Cubarsi, Spanyol memiliki dua wakil dalam daftar sepuluh juara Piala Dunia termuda sepanjang masa, sebuah pencapaian yang saat ini tidak dimiliki oleh negara lain selain Brasil.

 


Daftar Pemain Muda yang Merasakan Juara Piala Dunia

Pemain Spanyol Lamine Yamal berselebrasi setelah mencetak gol pembuka bagi timnya dalam laga Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Arab Saudi di Atlanta, Minggu, 21 Juni 2026. (AP Photo/Erik S.Lesser)
  1. Ruben Moran (Uruguay, 1950) – 19 tahun, 344 hari
  2. Pele (Brasil, 1958) – 17 tahun, 249 hari
  3. Jose Altafini, yang tercatat di FIFA sebagai Mazzola (Brasil, 1958) – 19 tahun, 309 hari
  4. Coutinho (Brasil, 1962) – 19 tahun, 6 hari
  5. Marco Antonio (Brasil, 1970) – 19 tahun, 135 hari
  6. Giuseppe Bergomi (Italia, 1982) – 18 tahun, 174 hari
  7. Ronaldo (Brasil, 1994) – 17 tahun, 298 hari
  8. Kylian Mbappe (Prancis, 2018) – 19 tahun, 207 hari
  9. Lamine Yamal (Spanyol, 2026) – 19 tahun, 6 hari
  10. Pau Cubarsi (Spanyol, 2026) – 19 tahun, 178 hari

 

Sumber: World Soccer Talk

Berita Terkait