Lakukan Gestur Tutup Mulut saat Bicara dengan Messi di Final Piala Dunia 2026, Cucurella Tak Dikartu Merah

Mengapa Marc Cucurella tak kena kartu merah, meski melakukan gestur tutup mulut saat vicara dengan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026?

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 20 Juli 2026, 11:00 WIB
Penyerang Timnas Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, dan bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, berdebat di depan gelandang Argentina bernomor punggung 24, Enzo Fernandez, selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Argentina gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026. Albiceleste kalah 0-1 dari Spanyol dalam partai final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi WIB.

Ferran Torres menjadi penentu kemenangan Spanyol berkat golnya di masa perpanjangan waktu.

Advertisement

Laga kedua tim berlangsung panas dan kerap terlibat perselisihan antarpemain.

Puncaknya adalah diusirnya gelandang Argentina, Enzo Fernandez, yang melanggar Pau Cubarsi menjelang waktu normal berakhir. Dalam momen itu, terjadi perselisihan antara Lione Messi dengan Marc Cucurella.

Messi dengan geram menuntut wasit agar Cucurella ikut dikeluarkan dari lapangan. Alasannya, karena Cucurella mendekatinya untuk berbicara sembari menutup mulutnya.

 


Tak Terbukti

Penyerang Timnas Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, menunjuk ke arah bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, saat wasit Slovenia, Slavko Vincic, dan gelandang Argentina bernomor punggung 24, Enzo Fernandez, berdebat selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Sebagaimana beberapa kesempatan selama di Piala Dunia 2026, setiap pemain yang menutup mulut dengan tangan, lengan, atau kaus saat terjadi konfrontasi berisiko menerima kartu merah.

Aturan ini bernama Prestianni Law dan baru diterapkan di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Miguel Almiron dari Paraguay dan Piero Hincapie dari Ekuador sama-sama menerima kartu merah akibat pelanggaran serupa.

Dalam kejadian di laga final kali ini, Cucurella terlihat berbicara dengan Messi sebelum sempat menutup mulutnya sejenak, lalu menurunkan tangannya. Seketika itu juga, Messi mulai memberi isyarat kepada wasit Slavko Vincic agar bek anyar Real Madrid tersebut dikeluarkan dari lapangan.

"Namun, aturan juga menyatakan bahwa seorang pemain hanya boleh dikeluarkan jika ada kata-kata kasar atau berniat buruk yang diucapkan, dan dalam kasus ini, hal tersebut dinilai tidak terjadi," tulis Sportbible.

 


Messi Dikecam

Lionel Messi dan Rodri di final Piala Dunia 2026. (AFP/Carl Recine)

Tak lama setelah kejadian itu, para penggemar justru ramai-ramai mengkritik Messi di media sosial atas perilakunya tersebut. Ada pihak yang menyebutnya sebagai tindakan yang kekanak-kanakan dan tidak perlu.

Presenter BBC Sport, Gabby Logan, menyebutnya sebagai sikap putus asa dari Messi. Dua mantan pemain Timnas Inggris yang menjadi pengamat di BBC, Wayne Rooney dan Joe Hart juga punya komentar atas sikap Messi terhadap Cucurella.

"Memang benar. Argentina bermain seperti itu, kita tahu begitulah gaya mereka. Satu hal yang diharapkan adalah sportivitas yang baik. Sungguh menyedihkan melihat Lionel Messi melakukan hal itu," ujar Rooney.

"Ya, saya sama sekali tidak suka melihat tindakan Messi itu. Dia sadar betapa dominannya Spanyol di final ini, sampai-sampai Lionel Messi pun harus melakukan hal seperti itu," timpal Joe Hart.

Namun, rekan sesama pengamat BBC, Micah Richards, membela Messi.

"Sebenarnya tidak ada apa-apa di situ. Tangannya tidak sepenuhnya mengenai lawan, hanya setengahnya saja, kan? Anda tentu tidak ingin melihat pemain diusir keluar lapangan di final Piala Dunia hanya karena hal seperti itu," ucap mantan pemain Manchester City itu.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait