Bola.com, Jakarta - Donald Trump mendorong Amerika Serikat kembali mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia setelah gelaran 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko dinilai sukses. Antusiasme penonton menjadi tolok ukur utamanya.
Final Piala Dunia 2026 menjadi laga pertama yang dihadiri langsung oleh Trump selama turnamen. Presiden Amerika Serikat itu melihat Spanyol mengalahkan Argentina dan turut hadir dalam seremoni penyerahan trofi bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Trump menilai momen tersebut mempertegas kesiapan negaranya untuk kembali menyelenggarakan ajang empat tahunan itu dan mendorong proses pengajuan dilakukan secepat mungkin.
Dorongan Trump Usai Final Piala Dunia 2026
Usai partai puncak Piala Dunia 2026, Trump memastikan niat politiknya untuk membawa Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah turnamen serupa. Ia menilai penyelenggaraan edisi terbaru di Amerika Utara menghadirkan antusiasme yang tinggi.
Keputusan itu disampaikan setelah ia menyaksikan langsung final yang dimenangi Spanyol atas Argentina, sebuah kesempatan yang sekaligus menjadi satu-satunya laga yang ia hadiri selama rangkaian turnamen tahun ini. Kehadirannya di podium penyerahan trofi bersama Gianni Infantino menegaskan intensi untuk terlibat dalam momentum tersebut.
Trump kemudian menyatakan bahwa parameter keterlibatan publik sepanjang gelaran menjadi dasar dorongan agar AS segera mengajukan diri lagi sebagai tuan rumah Piala Dunia berikutnya yang tersedia.
Klaim Keterisian dan Gagasan Multinegara
Dalam wawancara dengan Fox sebelum laga final, Trump mengatakan telah memiliki gagasan soal penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Utara. Ia mengklaim pernah menyampaikan ide kepada Gianni Infantino agar turnamen melibatkan lebih dari satu negara.
"Saya punya ide untuk Gianni. Saya bilang, 'Kita lakukan saja.' Orang mungkin mengira stadion akan kosong, tetapi ternyata tidak seperti itu."
Trump juga menyoroti data kehadiran penonton sebagai pembenaran. "Saya rasa tingkat keterisiannya mencapai 99,9 persen, bahkan mungkin lebih karena stadion benar-benar penuh. Berdasarkan angka-angka itu, kami akan segera mengajukan diri lagi."
Ia menambahkan keinginan agar Amerika Serikat kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah selagi dirinya masih aktif di dunia politik. Dalam kesempatan itu, Trump juga melontarkan candaan kepada Infantino agar FIFA kembali memilih AS pada kesempatan berikutnya.
Aturan FIFA, Opsi 2038, dan Faktor Masa Jabatan
Meski mendorong pengajuan secepatnya, peta tuan rumah Piala Dunia mendatang sudah terkunci untuk dua edisi berikut. Piala Dunia 2030 akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan tiga pertandingan pembuka di Argentina, Paraguay, dan Uruguay untuk memperingati 100 tahun turnamen.
Sementara itu, Piala Dunia 2034 telah diberikan kepada Arab Saudi. Proses pemilihan untuk edisi tersebut hanya terbuka bagi negara-negara Asia dan Oseania, sehingga menutup peluang Amerika Serikat pada periode itu.
Kondisi ini membuat opsi paling awal bagi AS baru terbuka pada Piala Dunia 2038. Namun, terdapat catatan historis, yakni belum pernah ada negara yang kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia hanya dalam rentang 12 tahun setelah penyelenggaraan sebelumnya.
Di sisi lain, masa jabatan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dijadwalkan berakhir pada 2028 sesuai konstitusi. Dengan demikian, apabila Amerika Serikat menjadi tuan rumah pada 2038, momen tersebut kemungkinan besar terjadi saat Trump tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Sumber: Sports Illustrated