Final Piala Dunia 2026: Seruan agar Leandro Paredes Dijatuhi Hukuman 10 Pertandingan

Keith Hackett menilai Leandro Paredes layak dilarang 10 pertandingan usai kericuhan final Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 20 Juli 2026, 21:00 WIB
Pemain Argentina Lionel Messi (dari kanan), Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Leandro Paredes meninggalkan panggung seusai menerima medali juara kedua dalam laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Bola.com, Jakarta - Leandro Paredes menjadi perhatian usai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina yang berakhir ricuh. Gelandang Boca Juniors itu dinilai pantas menerima hukuman berat atas aksinya selepas laga.

Partai puncak di Stadion New York New Jersey dimenangkan Spanyol 1-0 lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Ketegangan lebih dulu memuncak ketika Enzo Fernandez mendapat kartu merah akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi.

Advertisement

Setelah peluit panjang, Paredes terlibat insiden dengan Eric Garcia dan Gavi. Kejadian tersebut berujung kartu merah untuk Paredes meski pertandingan telah berakhir.

Seruan agar FIFA menjatuhkan sanksi tambahan pun menguat. Mantan wasit FIFA, Keith Hackett, mendorong hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan demi menjaga wibawa otoritas sepak bola dunia.


Kericuhan Warnai Akhir Final

Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Selepas gol Ferran Torres memastikan kemenangan Spanyol 1-0, para pemain La Roja berlari ke lapangan untuk merayakan gelar juara dunia. Pada momen itu, Nahuel Molina lebih dulu bersitegang dengan Rodri hingga memicu situasi memanas.

Di tengah kekacauan, Leandro Paredes terlihat melampiaskan emosi kepada Eric Garcia dan Gavi. Wasit kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Paredes usai pertandingan berakhir.

Laga puncak ini juga menuai kritik karena dianggap tidak menghadirkan kualitas permainan yang diharapkan. Selain minim peluang, pertandingan kerap terhenti oleh pelanggaran dan ketegangan antarpemain.


Eks Wasit FIFA Desak Larangan 10 Pertandingan

Kericuhan usai final Piala Dunia 2026 dimana Leandro Paredes jadi biang keladinya (AFP)

Mantan wasit FIFA, Keith Hackett, menilai FIFA harus bertindak tegas terhadap Leandro Paredes. Ia menekankan pentingnya sanksi berat untuk menjaga marwah turnamen dan standar perilaku di panggung tertinggi.

"Benar sekali. Saya pikir ini setidaknya harus dihukum larangan bermain selama 10 pertandingan. Ini adalah panggung sepak bola dunia. Tindakannya sangat buruk, memalukan, dan tidak bisa diterima."

Hackett mengaku lega mengetahui kartu merah telah dikeluarkan untuk Paredes, namun berharap proses tidak berhenti di lapangan. Ia mendorong hukuman tambahan dari FIFA sebagai pesan kuat bagi seluruh peserta.

"FIFA tentu sangat tidak senang dengan gambar-gambar yang tersebar. Akhir dari Piala Dunia ini justru diwarnai tindakan brutal dan perilaku yang tidak dapat diterima."

Menurut Hackett, kasus ini harus dimanfaatkan untuk menegaskan standar disiplin. Ia menilai badan sepak bola dunia memiliki tanggung jawab menjaga citra olahraga tersebut.


Risiko Sanksi Berat dan Preseden di Piala Dunia

Giorgio Chiellini (kiri) mengklaim bahwa ia digigit oleh Luis Suarez (kanan) dalam pertandingan babak penyisihan antara Italia dan Uruguay Piala Dunia FIFA 2014 grup D di Estadio Arena das Dunas di Natal, Brasil, 24 Juni 2014. EPA / Emilio Lavandeira JR

Apabila FIFA menjatuhkan hukuman tambahan, Leandro Paredes berpotensi masuk daftar pemain dengan sanksi terberat dalam sejarah Piala Dunia. Preseden hukuman panjang di ajang ini relatif jarang.

Pada Piala Dunia 2014, Luis Suarez mendapatkan larangan sembilan pertandingan internasional setelah menggigit Giorgio Chiellini. Sebelumnya, Mauro Tassotti menerima sanksi delapan pertandingan usai menyikut Luis Enrique pada edisi 1994.

Jika usulan larangan 10 pertandingan diterapkan, sanksi untuk Paredes bakal melampaui beberapa kasus terkenal tersebut. Keputusan kini berada sepenuhnya di tangan FIFA setelah seluruh laporan pertandingan diterima.

Sumber: Football Insider

Berita Terkait