Lothar Matthaus Kecam Sikap Argentina usai Final Piala Dunia 2026: Pecundang yang Buruk

Lothar Matthaus mengkritik keras sikap Argentina usai kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026, menyoroti keributan, kartu merah, dan absennya guard of hono

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 21 Juli 2026, 11:14 WIB
Penyerang Timnas Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, dan bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, berdebat di depan gelandang Argentina bernomor punggung 24, Enzo Fernandez, selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Lothar Matthaus mengecam sikap Timnas Argentina setelah kekalahan dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Legenda Jerman dan mantan pemenang Ballon d'Or itu menilai sejumlah pemain Albiceleste tidak menunjukkan sportivitas yang semestinya pada panggung sebesar partai puncak.

Dalam kolomnya di Sky Sports, Matthaus menyebut perilaku pascalaga para pemain Argentina tidak mencerminkan rasa hormat kepada juara dunia baru. Kritiknya mencuat di tengah sorotan atas tindakan sejumlah pemain yang memicu keributan.

Advertisement

Final Piala Dunia 2026 berakhir dengan ketegangan setelah peluit panjang. Spanyol memastikan gelar juara dunia, namun perayaan La Roja sempat diwarnai insiden di lapangan.

Selain keributan, Argentina juga disorot karena sikap para pemain saat seremoni, termasuk keputusan untuk tidak memberikan guard of honour kepada Spanyol setelah laga.


Kritik Lothar Matthaus Usai Final Piala Dunia 2026

Pelatih kepala Timnas Argentina, Lionel Scaloni, bereaksi saat upacara penyerahan trofi di akhir pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (Odd ANDERSEN/AFP)

Matthaus tidak menutupi kekecewaannya terhadap perilaku Argentina pada malam final. Ia menilai rasa hormat dan sportivitas semestinya tetap dijaga, terlepas dari hasil pertandingan.

"Saya sebenarnya adalah penggemar sepak bola Argentina. Namun, apa yang ditunjukkan Amerika Selatan dalam final Piala Dunia tidak ada hubungannya dengan sepak bola," tulis Mathaus di kolomnya di Sky Sports.

"Spanyol ingin bermain, Argentina tidak. Mereka bermain dengan rasa takut dan membiarkan diri mereka terbawa ke dalam situasi yang tidak kita butuhkan di lapangan sepak bola."

Pernyataan tersebut menggarisbawahi kritik Matthaus terhadap sikap dan pendekatan permainan Argentina di laga pemungkas turnamen akbar tersebut.


Keributan di Lapangan dan Deretan Kartu

Giuliano Simeone #17 dari Timnas Argentina melepaskan peluang saat pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Carl Recine/Getty Images via AFP)

Usai peluit akhir, bek Argentina Nahuel Molina terlihat memukul kapten Spanyol, Rodri, yang masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan. Ketegangan segera meningkat di tengah perayaan.

Leandro Paredes bahkan terlihat mencekik Eric Garcia sebelum terlibat bentrokan dengan Gavi. Para pemain dan staf pelatih dari kedua tim turun tangan untuk memisahkan mereka agar situasi tidak semakin meluas.

Paredes kemudian menerima kartu merah atas tindakannya. Sebelumnya, Enzo Fernandez sudah diusir setelah menerima kartu kuning kedua pada masa injury time.


Polemik Guard of Honour dan Sikap Hormat

Para pemain Timnas Argentina berjalan keluar lapangan setelah pertandingan Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Kevin C. Cox/Getty Images via AFP)

Kontroversi berlanjut saat sejumlah pemain Argentina terlihat membelakangi panggung ketika para pemain Spanyol menerima trofi Piala Dunia. Sikap tersebut memicu kritik tajam terkait penghormatan kepada sang juara.

Matthaus juga menyoroti absennya guard of honour dari pihak Argentina. "Mereka menunjukkan diri sebagai pecundang yang buruk dan tidak memberikan guard of honour kepada pemain Spanyol. Saya sangat kecewa dengan hal itu."

Ia menegaskan pentingnya penghormatan kepada tim yang juara, meski kekecewaan masih membekas. "Saya memahami kekecewaan mereka, tetapi ini adalah masalah rasa hormat kepada tim yang memang pantas menjadi juara dunia," tegas Matthaus.

Sumber: SKy Sports

Berita Terkait