Nyinyiran Dani Olmo untuk Timnas Argentina

Dani Olmo mengecam sikap Argentina seusai final Piala Dunia 2026, menilai insiden dan gestur di seremoni tak mencerminkan teladan.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 21 Juli 2026, 12:16 WIB
Penyerang Timnas Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, dan bek Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella, berdebat di depan gelandang Argentina bernomor punggung 24, Enzo Fernandez, selama pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Spanyol menutup final Piala Dunia 2026 dengan kemenangan atas Argentina, namun tensi laga tidak berhenti di peluit akhir. Gelandang La Roja, Dani Olmo, mengkritik keras sikap lawan yang dinilainya tidak mencerminkan teladan.

Olmo menilai perilaku sejumlah pemain Argentina menjadi pesan yang keliru untuk generasi berikutnya. Ketegangan selama 120 menit pertandingan bahkan berlanjut hingga prosesi penyerahan trofi.

Advertisement

Seusai laga, muncul rangkaian insiden di lapangan serta gestur kontroversial di momen seremoni. Olmo angkat bicara dan menegaskan pentingnya nilai serta contoh yang ditunjukkan para pemain di panggung terbesar sepak bola.


Insiden Panas Usai Final Piala Dunia 2026

Bek Timnas Spanyol bernomor punggung 24, Marc Cucurella (tengah), merayakan kemenangan di samping penyerang Argentina bernomor punggung 17, Giuliano Simeone (kiri), dan penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, setelah Spanyol memenangkan pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Partai puncak yang berlangsung selama 120 menit itu diwarnai atmosfer kompetitif sejak awal. Namun, situasi tidak mereda setelah laga berakhir, ketika sejumlah tindakan tidak sportif terekam kamera.

Momen pertama memperlihatkan Nahuel Molina melepaskan pukulan kepada Rodri. Cuplikan tersebut menyebar cepat dan memicu sorotan terhadap perilaku para pemain di penghujung turnamen.

Tidak lama berselang, Leandro Paredes terekam mencekik dan mendorong Eric Garcia hingga jatuh. Ia kemudian juga mendorong Gavi sampai sang gelandang terjatuh.


Dani Olmo Soroti Teladan dan Nilai

Giuliano Simeone #17 dari Timnas Argentina melepaskan peluang saat pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Carl Recine/Getty Images via AFP)

Di area mixed zone, Olmo mengaku kecewa melihat rangkaian aksi yang dilakukan Timnas Argentina pada laga tersebut. Ia menilai perilaku kasar itu bukan sesuatu yang layak dicontoh para generasi muda.

"Kami adalah contoh bagi banyak generasi, bagi banyak anak laki-laki dan perempuan. Saya pikir mereka juga harus menjadi contoh bagi semua orang dan menunjukkan hal yang lebih baik. Untuk saat ini, kami hanya akan menikmati momen ini," ujar Olmo yang dikutip Goal Internasional.

Ia juga menilai Argentina seharusnya bisa menunjukkan jiwa kesatria usai kalah, alih-alih meluapkan amarah dan kekecewaan dengan cara yang tidak terhormat.


Sikap di Seremoni dan Guard of Honour

Suporter Argentina merayakan kemenangan 3-2 pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Cabo Verde di Stadion Miami pada 4 Juli 2026 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images melalui AFP)

Selain insiden kekerasan, sorotan lain tertuju pada gestur sebagian pemain Argentina yang terlihat membelakangi panggung ketika para pemain Spanyol bersiap menerima trofi dari pejabat resmi. Sikap tersebut menuai perhatian luas.

Sebelumnya, para pemain Spanyol telah memberikan guard of honour kepada Argentina sebagai bentuk penghormatan setelah La Albiceleste mengakhiri turnamen sebagai runner-up.

Menanggapi hal itu, Olmo memilih tidak ambil pusing dan kembali menekankan nilai yang ingin disampaikan oleh sebuah tim. "Itu (Argentina tidak membuat Guard of Honor) tidak penting bagi kami. Yang penting adalah nilai-nilai yang ingin Anda sampaikan," imbuh gelandang Barcelona tersebut.

Sumber: Goal International

Berita Terkait